ditanrlqolbi
welcome readers!
Jumat, 26 April 2013
Love Generation Part 6
LOVE GENERATION PART6
BRUK! Sudah beberapa kali agni menshoot bola berwarna orange ini kedalam ring, namun tetap saja, Gagal. Keringat membanjiri wajahnya, dengan nafas yang tersenggal-senggal Agni coba melakukan shoot kembali dan BRUKK masih saja bola memantul ke asal arah. Agni menunduk lalu menghempaskan tubuhnya untuk duduk, dengan kaki yang diselonjorkan(?) Agni mencoba mengarur nafasnya sebentar dengan mata terpejam, pikirannya sekarang sedang tidak menentu, rasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
“gue kenapa sih?” tanyanya pada diri sendiri(?) seolah dia tidak tahu apa jawabannya, agni hanya menghela nafas lalu membuangnnya bebas.
Agni mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia berada di lapangan basket sebelah taman komplek. Diliriknya ke atas, udah siang ternyata pantes panas, gumamnya. Angin semilir menerpa wajahnya, dia memngingat kejadian beberapa waktu kebelakang, disaat dia dipertemukan dengan seseorang di lapangan basket ini, dan stop! Agni terpaku, ini jawabannya ini! Cakka Kawekkas Nuraga, eee WHAT?
“kayaknya gue kena karma..” gumamnya kecil
**
Keesokan harinya, aktivitas berjalan seperti biasa, Ify pun sudah ditempatkan di kelas X-4 tepatnya kelas Agni dan Shilla. Meski jadwal pelatihan Osis sudah selesai, Sivia dengan senantiasa membimbing Ify jika ada problem apapun, sekarang pun Sivia telah menjadi warga sekolah SMU Nusantara dan menjabat di anggota Osis Tetap.
IFY, shilla, dan tentunya Agni tengah berjalan keluar kantin, setelah mengisi perutnya yang daritadi berkoar minta diisi. Shilla dengan snack yang berada di genggaman tangannya, Agni dengan telinga yang tak pernah lepas dari ipodnya, dan Ify yang tengah berkutik dengan ponsel I-Phonenya dengan lankah santai berjalan menyusuri koridor sekolah, tak hayal para siswa sekali-sekali melirik para gadis yang telah menjadi the most wanted girl di sekolah ini dengan bakat dan Fisik yang cantik seperti mereka, apalagi Ify yang engah naik daun(?) haha siapa sih yang nggak kenal sama waketos baru SMU NUSANTARA?. Namun langkah shilla terhenti mendadak, membuat Ify dan Agni terlonjak kaget sambil menatap heran ke arah shilla.
“apaan sih Shill..” ujar agni bingung.
“hehe sorry sorry, liat tuh” ujar Shilla terkekeh pelan sambil mengarahkan pandangannya. Sontak membuat Ify dan Agni melihat kemana arah pandang shilla. Terlihat, Rio Cakka Alvin tengah bermain basket dengan berbalut pakaian masih seragam sekolah, dasinya yang melonggar, baju putih yang agak keluar, dan keringat yang mengucur di pelipis mereka ditambah sorotan cahaya matahari pun membuat semua siswi menjerit histeris.
'ketos kok bajunya keluar gitu? dih gue bilangin kak iyel baru tu rasa" cibir Ify membatin.
“terus? Apa hubungannya sama gue?” tanya agni yang diangguki oleh Ify.
“haha ayodeh lo semua jangan pada jaim gitu, intinya gue mau liat mereka main basket titik, gaada protes!” jelas Shilla sambil menyeret kedua temannya menuju pinggir lapangan, Ify dan Shilla pun hanya ikut pasrah.
Setelah mencapai tempat menonton yang aman, shilla menatap ke arah Lapangan dengan semangat. Ify dan Agni yang paham akan tujuan arah pandang Shilla pun hanya melengos sebal. Diliriknya jam tangannya.
“eh eh Woy! Bentar lagi jam istirahat abis Woy, ayok ke kelas!” ujar Agni tersadar.
“jam pelajaran kosong, guru-guru pada rapat, jadi kita bebas guys” jawab Shilla santai. “eh eh siapa tuh?” lanjutnya. Agni melirik ke arah lapang lalu menggeleng pelan.
“Fy..”
“hmm”
“Fy”
“apaan sih”
“liat deh Fy..” ujar Shilla. Ify yang sedari tadi asyik dengan ponselnya pun lantas melirik ke arah Lapang. Setelah tahu, siapa yang dimaksud Shilla, Ify langsung membuang muka seakan Fokus terhadap ponselnya. Agni dan Shilla pun hanya saling tatap, bingung.
“lo kenal siapa dia?” tanya Shilla
“gatau” ujar Ify singkat lalu kembali Fokus mengutak-atik ponselnya, sesaat sesudah itu Ify mengarahkan matanya ke arah lapangan lagi, seakan memastikan sesuatu, Ify menyipitkan matanya lalu membuang nafasnya pelan. Dilapang, terlihat Alvin cakka dan Rio tengah duduk di pinggir lapangan dengan seorang gadis berada disamping Rio sambil menenteng sebotol air mineral dan sebuah handuk kecil.
“dia pasti Dea” lirihnya. Agni Shilla menoleh heran. “dia pacar Rio.” Lanjutnya, Shilla dan Agni pun hanya mengangguk paham, tak ingin menanyakan yang lebih lagi.
IFY mencoba menetralisir hati dan pikirannya yang tiba-tiba kacau setelah melihat adegan tadi. Ify menggeleng kepalanya pelan, namun tetap saja, pikirannya tertuju pada hari kemarin, dimana dia mengalami desiran hebat yang menyerbu jantungnya, saat pelukan hangat yang mendekapnya tulus didepan laut yang biru. Ify menutup matanya sejenak. Kemudian pikirannya melayang entah kemana, hmm apa kejadian kemarin hanya sebatas pelampiasan Rio saja? Atau.. ah nevermind! Toh sekarang Ify telah melihat dengan mata kepala sendiri, melihat betapa perhatiannya dea terhadap Rio dan Rio yang merespon dea dengan tulus. Dan Perasaan ini? Apa gue cemburu? Gumamnya dalam hati.
“guys ke kelas yu pusing nih gue” ujar Ify sambil memencet-mencet(?) dahinya.
“lo kenapa? Sakit?” ujar Agni panik.
“kita ke UKS yuk cepet” ujar Shilla tak kalah panik.
“ahelah lo bedua lebay deh, cuman pusing doang kok” jawab Ify cepat, Agni dan Shilla hanya terkekeh kecil. Kemudian segera beranjak menuju kelas.
“shill kenapa kemaren sms gue gadibales?” tanya Ify.
“shill?” panggil Ify.
“ASHILLA ZAHRANTIARA WOY!” panggil Ify teriak, Shilla hanya menoleh dengan mulut berisi penuh snack. Ify yang melihatnya pun hanya mendelik sebal, agni tertawa puas melihat tingkah dua sohibnya ini.
“sialan lo nggak ngedengerin gue ngomong, makan mulu lo!” cerca Ify sambil merampas snack chitato digenggaman shilla, shilla pun hanya nyengir pasrah.
“njir muka lu kocak shill, segitunya liat si kodok alpin hahaha” ujar Agni ngakak dibalas dengan pelototan shilla. Ify pun tak menghiraukan kedua temannya ini, dia asyik memakan snack chitato hasil rampasannya tadi. Sesaat ingin memasukan sebulat(?) chitato kedalam mulut, aktivitasnya terhenti sejenak, tak sengaja Ify menangkap pandangan yang tak mengenakkan hatinya, dilihatnya Dea yang tengah mengusap keringat Rio, selang beberapa detik pandangan Mereka bertemu sesaat. Ify tersadar lalu kembali mengunyah snack yang hampir masuk ke mulutnya sambil membuang muka dan berjalan lurus tanpa memperdulikan Agni dan Shilla yang tertinggal di belakangnya. Pikirannya bercamuk kembali, kemudian Ify tersadar saat mendengar suara teriakan orang memanggil namanya, ify menoleh sampai semuanya menjadi gelap.
**
RIO, Alvin, dan Cakka tengah berada di pinggir lapangan. Tenaganya terkuras setelah bermain basket. Keringat bercucuran di pelipis mereka. Alvin lantas meneguk air mineral yang sempat tadi ia bawa, Cakka Menoleh.
“pin, bagi minumnya dong, ausssss” ujar Cakka sambil sesekali mengelap keringatnya.
“pun pan pin, nama gue Alvin! A-l-v-i-n. Nih” jawab Alvin sambil melempar pelan botol minumannya dengan sigap cakka menangkapnya lalu segera meneguknya.
“oh iya Yo, tumben lo kemaren ga ikut maen basket bareng kita2? Kemana lo? Kata nyokap lo, lo lagi keluar?” tanya Alvin bertubi-tubi, Rio menoleh lalu sesaat tersenyum sendiri. Cakka dan Alvin yang melihatya pun hanya menggeleng pelan.
“cakk sohib lo kayaknya mulai gila deh”
“itu kan sohib lu juga begoooo”
“oh iya gue lupa hehe”
“apaan sih lo bedua, gaje amat” lerai Rio.
“mirror bang! Lo kali yang gaje, senyum-senyum sendiri gitu. Otak lo mulai geser?” ujar Cakka sebal.
“ngeh. Gue kemaren ke rum..”
“Rio!” panggil seorang gadis yang membuat semua menoleh ke asal suara, terlihat Dea yang membawakan Handuk dan Air mineral ditangannya. “nih” lanjutnya sambil menyodorkan sebotol air, Rio tersenyum sambil menerimanya. “makasih”
“Loh?dea? kapan lo balik?” tanya Alvin bingung, dea menoleh lalu tersenyum. “kemaren-kemaren kok vin” jawabnya, alvin mengangguk paham.
Dea yang melihat keringat yang membasahi wajah Rio segera mengeluarkan handuk lalu membersihkannya. Rio terlonjak kaget atas perlakuan dea yang secara tiba-tiba ini pun mencoba biasa, dea pun hanya tersenyum, Rio membalasnya lalu segera membuang muka dan mencari kesibukan lain sampai pandangannya bertumpu pada satu Objek yang menarik, Ify. Pandangan mereka bertemu sesaat. Ify membuang muka sambil mengunyah snack yang berada ditangannya. Rio menghela nafas, namun tibatiba dia terkesiap sesaat melihat bola volly melayang menuju ke arah Ify. Rio bangkit sambil menepis tangan dea.
“IFY!! AWAAAASSS!”teriak Rio, Ify menoleh. Namun terlambat, Bola tadi meluncur tepat dibagian kepala Ify. Ify yang kaget pun limbung dan ambruk, dia pingsan dengan snacknya yang berhamburan kemana-mana. Rio segera berlari menghampiri Ify yang terkulai lemah di pinggir lapangan, disusul Agni, Shilla, Cakka, Alvin, dan Dea.
“bawa Ify ke UKS Yo” ujar Cakka Cepat. Rio segera memangku Ify dan berjalan cepat melewati kerumunan siswa, sesaat melewati Dea yang memandang tak suka ke arahnya, Rio melirik sebentar.
“dia tanggung jawab gue!” dinginnya berbisik ke arah Dea, Dea yang mendengarkannya pun hanya melengos kesal dan beranjak pergi.
**
IFY perlahan membuka matanya pelan, dilihatnya Rio tengah menatapnya khawatir, diedarkannya pandangannya sekeliling, kosong, hanya ada dia dan Rio diruangan ini. Dengan segera Ify bangkit, namun ditahan oleh Rio cepat.
“jangan gerak dulu, nih minum” ujar Rio sambil menyodorkan segelas teh hangat, dengan Ragu Ify menerimanya tanpa berbicara satu kata pun.
“Lo ngapain ngelamun gitu sih, jadi gini kan” lanjutnya. Ify hanya diam, Rio menatapnya heran. “Lo kenapa? Sakit?” lanjutnya. Ify tetap diam sambil menyerahkan gelas tadi, lalu segera bangkit dan perlahan keluar ruang UKS. Sesaat diambang pintu, Ify berhenti sebentar, “makasih” ujarnya datar lantas melangkah keluar. Rio hanya terpaku sambil menatap punggung Ify yang hilang dibalik pintu UKS. “aneh” gumamnya.
**
BRUKKK!
“eh maaf” ujar Ify sambil berjongkok seraya membereskan buku-buku yang berjatuhan, dia sekarang tengah berada didepan kelas, tepatnya Ify baru mengambil tasnya.
“gapapa” ujar terdakwa, ify menoleh sambil bangkit.
“Lo?”
“lo Dea ya? Kenapa? kaget?” Ujar Ify polos sambil tersenyum penuh arti. Dea menatap Ify tajam lalu mengambil salah satu buku catatan yang berada digenggaman Ify.
“Alyssa Saufika.. ehm nama yang Lumayan Bagus” ujar Dea sambil menegembalikan buku Ify secara Kasar.
“kenapa? heran?” tanya Ify sambil menepiskan poninya.
“nggak, gapapa cuman emmm aneh aja. Oh iya soal yang di pesta topeng kemaren Gue rasa Rio mau nyium Lo itu cuman sandiwara, soalnya kan dia cinta sama Osis trus dia juga gamau dikabarin sama media-media.” Ujar Dea santai.
“penting banget ya yang gitu dibahas, udah beres ngomongnya?” tanya Ify sambil tersenyum manis, Dea mendelik sebal.
“Belum! Satu Lagi! Rio nggak mungkin pergi dari gue, soalnya kita sama-sama cinta, So? Lo jangan jadi ‘makhluk tak di undang dalam hubungan kita’ okay nyonya alyssa” jelas Dea.
“maaf nona Dea, saya tak pernah ada niat sedikitpun ingin mencampuri urusan ataupun hubungan orang. Dan mungkin ada yang salah dalam omongan Lo tadi, hubungan Lo sama Rio? Setelah Lo pergi ninggalin Rio Emang masih jadian ya? Trus Lo tiba-tiba dateng kesini buat ngeraih cinta Lo lagi? Setelah Rio menderita? Oppss aduh keceplosan” Ujar Ify sambil pura-pura mengatup mulutnya sambil memasang mimik merasa bersalah, Dea mengepalkan tangannya kuat kuat.
“Eh woy ada apaan Sih De?” ujar Andre –teman Dea- datang, Sontak memuat Ify dan Dea menoleh.
“Dre apa bener gue sejahat itu?” ujar Dea sambil memasang mimik sedih, Andre menatapnya heran.
“maksud Lo?”
“apa bener Rio udah nggak butuh cinta gue lagi?” jelas Dea dengan nada yang dibuat-buat akan menangis, Ify tersenyum simpul “airmata buaya” batinnya.
“Heh, maaf Nona Wakil Osis, asal Lo tau ya Dea itu sangat ‘ada’ dalam cinta Rio tau”
“ohiya, tapi saya gamau tau kok hehe, duluan ya” ujar Ify berlalu melangkahkan kakinya menuju parkiran.
***
Gue tunggu di parkiran, kita anterin kerang ungu itu sekarang.
Rio.
Send! Setelah memastikan sms terkirim, Rio segera memasukan handphonenya kedalam saku. Dia sekarang tengah dibangku dekat parkiran dan tak jauh dari mobilnya, yap tadi pagi Rio menyuruh sang sopir yang biasa menjemputnya dengan Ify untuk tidak datang ke rumahnya dengan alasan saat pulang sekolah ada urusan penting. Diedarkan pandangannya, ternyata Ify belum datang juga.
“woyyy broh!” Rio terlonjak kaget sambil mengsap-ngusap dadanya tanda dia kaget *halah*
“cakduttttt bikin gue kaget aja” cibir rio, cakka hanya terkekeh pelan.
“lagi ngapain lo kayak anak ilang disini?” tanya Alvin
“lagi nungguin orang”
“siapa? Oh pasti dea ya?” tebak cakka asal.
“sok tau lo ndut”
“ndut mulu, lo kira gue bad.. eh dea tuh, bener kan kata gue” ujar Cakka bangga. Rio dan Alvin menoleh, terlihat Dea menghampiri dengan langkah sedikit berlari.
“hai Yo!”
“eh, hai de” jawab Rio kikuk.
“waaa kayaknya gue harus nyamperin yayang agni nih” ujar cakka cepat.
“yoi. Gue juga harus nyamperin yayang shill.. eh apaan deh, lo sih ndutt refleks kan gue”
“ciee sipit glodok sama shilla nih ceritanya”
“bodo! Yg penting sekarang kita cabut!” sebal alvin sambil menarik Cakka menjauh. Rio dan Dea hanya terkekeh melihat kelakuan teman2nya itu.
“emm, lagi ngapain disini yo?” tanya dea lembut.
“lagi ada keperluan” jawab Rio seadanya.
“keerluan ap..”
“sorry de gue lagi buru-buru” potong Rio cepat sambil bangkit.
“yo..” panggil dea tak kalah cepat sambil menarik lengan Rio, dan mendekapnya erat. Rio membulatkan matanya lebar2, diedarkannya pandagannya sekeliling takut2 ada yang melihat, rio melepas pelukan dea ceapt.
“Lo kenapa sih de?”
“jangan tinggalin gue..”
“dea, gue cuman mau pergi bentar doang. Sedangkan Lo? Pergi berapa lama hah?” ujar Rio jadi emosi sendiri.
“lo kenapa jadi gini sih? Lo berubah tau nggak. Atau gara-gara ‘cewek itu’ hah?”
“de..”
“dulu lo bilang hati lo hanya buat gue.”
“maaf..”
“cuman itu?” dea menatap Rio sinis lalu segera berlari menjauh, airmatanya sudah merembas keluar. Rio terpaku melihatnya, namun tak kalah kaget ketika melihat laju mobil pribadi cepat sedangkan dea yang tengah berlari tanpa arah.
“DEAAA!!! AWASSS!!”
CKYITTTTT!!! BRUKKK!!!
***
“fyyyyyy gawat!!!” seru shilla heboh. Ify yang sedang membereskan buku2nya pun menleh kaget, sekaligus penasaran.
“kenapa?”
“Rio.. Rio..”
“rio kenapa ashillaaaa?”
“kecelakaan, dia diruang kesehatan sekarang”
“APAAA?!!” Ify panik. Segera digendongkan tas nya dan berlari cepat menuju ruang kesehatan, dan sial! Ify baru sadar letak ruang kesehatan itu tak sedekat yang ia kira, ia masih harus melewati dua gedung, hah? Dua gedung? Panteslah, SMU ini kan gedenya naudzubillah.
Setelah sampai di depan ruang UKS. Dahi ify mengkerut, kenapa banyak paparazi gini sih? Pikirnya. Tak satu atu dua paparazi disana, mungkin ada enam sampai tujuh paparazi. Setelah Ify berbisik pada salah satunya, “permisi..” sontak membuat semua menoleh dan langsung memberinya jalan, bisik demi bisik terdengar oleh Ify tapi bodo amat, yang penting sekarang adalah Rio! Dengan cepat ify membuka pintu dengan pelan tapi pasti, namun gerakannya terhenti. Dilihatnya dea dengan cekatan mengobati luka Rio. Paham, batin Ify. Lalu segera menutup pintunya kembali dan beranjak pergi darisana. Sebelum pergi pun Ify tersenyum kepada paparazi yang tengah memperhatikan ekspresi mimik muka ify.
***
“Fy..”
“Fy?”
“IFYYYYY” panggil agni, shilla sedikit agak teriak. Ify menoleh sebal.
“apaan sih?” jawab ify seadanya. Agni shilla saling tatap bingung, seakan berbicara si-ify-kenapa-deh.
“gimana keadaannya Rio?” tanya Agni hati-hati. Ify yang tengah menyibukkan diri dengan Iphonenya pun terhenti lalu menghembuskan nafas lelah kemudian menggelengkan kepalanya pelan “gatau” lirihnya. Agni dan Shilla saling bertatap bingung, lagi. Ify hanya tersenyum kecut mengingat apa yang ia lihat tadi di ruang kesehatan, lagi-lagi perasaan seperti gerah ini menyerang hatinya, namun Ify menepisnya kuat2 lalu menggeleng pelan, sampai matanya bertumpu pada seseorang yang tengah asyik memainkan bola oranye di tengah lapang, Ify meyipitkan matanya lalu segera bangkit.
“Ag, Shill gue kesana dulu ya. Kalian pulang duluan aja” ujar Ify sambil melangkahkan kaki menuju lapangan, Agni dan Shilla pun hanya mengangguk kecil dan segera beranjak menuju parkiran tepatnya untuk segera pulang.
IFY dengan santai berjalan lurus menuju lapangan, sekolah memang sudah terlihat sepi. Maklum sudah jam pulang sekolah, anak2 Osis yang biasanya masih ada disini juga tidak terlihat.
“debo..” panggil Ify
BRUKKK! Debo yang sedang ingin menshoot bola menoleh dengan kaki yang terlipat dan tali sepatu yang terlepas yang terinjak pun terjatuh, Ify membulatkan matanya, debo meringis.
“lo gapapa?” tanya Ify panik.
“haha gapapa. Cuman kaget aja tiba-tiba lo manggil gue, belum pulang? Kok nggak bareng sama..”
“nggak!” potong Ify cepat. Debo yang melihat mimik muka Ify yang terlihat menjadi badmood pun mengkerutkan keningnya.
“emm yaudah. Maen yuk! Lo punya utang skor sama gue” ujar Debo tersenyum sambil menarik tangan Ify refleks, Ify pun hanya ikut pasrah.
Grep! Tangan kiri Ify yang terbebas diraih seseorang dengan cepat. Ify dan debo sontak menoleh. Kemudian Ify berontak.
“ayo pergi” ujar Rio dengan nada dingin.
“lo apa apaan sih gue mau..”
“apa lo udah lupa?”
“gue bisa anterin kerang itu sendiri” jawab Ify dengan nada tak kalah dinginnya dengan tangan yang mencoba mendribble bola menuju Ring, mencoba biasa. Rio menatap tajam Ify dan kemudian menarik tangan Ify lagi.
“pokoknya ikut gue!”
“gue gamau, Mario!”
“Yo.. udahlah Ify juga udah bilang nggak mau kan” lerai debo pusing sendiri. Rio menoleh tajam.
“udah gue bilang, bukan urusan Lo.” Jelas Rio dingin sambil menarik paksa Ify dari tempatnya(?). Ify yang tadinya berontak pun menjadi pasrah, tangan Rio terlalu kuat untuk seorang Ify yang kecil mungil begini. Debo melihat punggung RiFy yang menghilang di tikungan gerbang sekolah pun menghela nafas, mengambil bola dan..
BRUKKKK! Bola masuk dari jarak yang cukup jauh.
“PAPARAZZI BUBAR!” ujar Debo tajam sambil berlalu pergi. Paparazzi yang tengah meliput adegan tadi ditempat persembunyiannya pun kalang kabut untuk segera pergi.
Bersambung..
HAHAHAHA ketawa yukkkkkkk:(((((mialloh ini ancur banget ya? mentok banget soalnya:""") gapapa yang penting udah berusaha(?)
kemaren spesial part rify tapi mulai dari part ini problemnya mulai keluar..........eeekode.
mohon banget2an dibutuh sarannya guysssss gapapa like dikit juga tapi komen banyak(?) *nawar*
haha yang minta tag buru comment okay:)
Thankyouuuuuuuuuuuu:----))
Langganan:
Komentar (Atom)