Jumat, 26 April 2013
Love Generation Part 1
nih!!!!!!!
aku bakal ngepost ff ICL bikinan aku sendiri, udah dipost sih di FB, tapi gapapa dong ehehe.
Oke, ini part 1 nya, masih awal nih. Maaf kalo jelek atau ga dapet feel nya, biasalah baru belajar mhehehe:D
LOVE GENERATION PART 1
Dear Alyssa Saufika,
Hay adikku tersayang, pasti kamu baca surat ini pas kakak udah gaada ya? Hehehe. Maaf kakak ninggalin kalian duluan . Ohiyah, kamu harus siap-siap soalnya kehidupan baru bakalan dateng Fy, ngerubah semuanya. Simpen aja surat ini buat bukti, jangan sampe ilang yah cantik. Kakak Sayang Kalian.
Tertanda,
Kakakmu tersayang, Angel.
Seorang Gadis cantik berdagu tirus berambut panjang ini terdiam sambil menatap nanar surat yang diberikan kakaknya. Yap, kakaknya, Angel telah meninggal 2 tahun yang lalu.
“kak, maksud kehidupan baru itu apa sih? Ify ga ngerti, ify mau kakak. Ify kangen sama kakak” ucapnya sambil memandang surat kecil beramplop berwarna pink itu. Wajahnya larut akan ingatan waktu dulu dia bersama kakaknya, terlihat matanya dipandangkan ke atap langit-langit kamarnya, agar suatu butiran kecil tidak jatuh untuk kesekian kalinya.
“KAK IFYYYYYYYY...”
Terdengar suara adiknya, Deva memanggil. Segera ify menyembunyikan kertas sambil membereskan mukanya(?) yang tadi terlihat kacau.
“Kak Ipritttttt lo budek atau apa sih, gue udah manggil lo berapa kali ga nyaut-nyaut sampe urat-urat di tenggorokan gue udah hampir mau copot gara-gara lo” cerocos deva sambil membuka pintu kamar Ify. Terlihat ify menatapnya dengan tatapan Cengo.
“heh, depak bali bisa ga sih lo tuh ketuk pintu dulu. Ga sopan banget jadi orang. Gue gorok juga lo” balas ify dengan tatapan sinis.
“biarin, kan gue ganteng..” Ucap deva santai.
BUGGGHHH..
“Ganyambung kaliiiii woooo” koar ify sambil melayangkan guling yang berada didekatnya.
“aaah kak ipiiiii sakit tau, ntar kegantengan gue luntur lagi” ucap deva sambil mengelus-elus mukanya(?)
‘’ DEVA! IFY! Ada apasih? Kok ribut-ribut?” ucap mamanya yang baru datang karena acara memasaknya terganggu oleh 2 makhluk ini-_-
“kak ify nih ma”
“hah? Enggga ma deva tuh”
“Eh. Udah-udah jangan beramtem sehari bisa kali. Deva cepet ke kamar atau kalau bisa bantuin mama masak. Ify tolong beliin daging di Pasar, Bi Inah lagi gaada di rumah, Pak Ujang lagi ngejemput papa dulu. Jadi tolongin mama ya, entar malem kan peringatan hari gaadanya Kakak kamu” Ujar Mama Ify, deva langsung melesat menuju kamarnya.
‘’Pasar? Emang dideket sini ada pasar ya ma? “ tanya ify Polos-_-
“ada lah Fy, gajauh2 kok. Lagian itu Pasar baru dibangun kok Fy. Tempatnya bersih gak kaya pasar2 biasanya” jelas mama Ify.
“oh oke”
“ lah? Gue kesananya naik apa? Masa gue bawa mobil? atau bawa ninja nya di depak belo? -_-“ gumam ify yang udah ada di garasi Rumahnya.
“Oh iya naik sepeda aja deh. Kan lebih enak” ucapnya terkekeh sambil membawa sepedanya.
......
Terlihat ify sudah sampai ke tempat tujuannya. Namun ia masih bingung, dimana ia akan memarkirkan sepedanya itu, dengan acuhnya sepedanya diparkirkan ditempat yang menurutnya aman.
Di lain hal. Seorang Pemuda tampan dan manis sedang mencak-mencak terhadap seorang sopir.
“Kenapa harus jalan pasar sih Pak? Gaada jalan Lain?” Ucap Laki2 itu dingin.
“Gaada tuan, soalnya kalo lewat jalan kita kayak biasa paasti kejebak macet. Hanya ini satu2na jalan keluar” Ucap si sopir sopan.
“Tapi kan..” belum sempat Laki-Laki itu membalas omongan. Dengan tiba-tiba Mobil berhenti. Rem dadak.
CKYITTTTTTTT.
“loh kenapa berhenti pak?”
“itu tuan, ada yang menghalangi” sahut sopir sambil menunjuk ke arah depan.
Laki-laki tadi pun mengarahkan pandangannya ke arah yang di tunjukan si supir. Dilihatnya seebuah sepeda terparkir dengan polosnya ditengah jalan-_-
“ck! Tabrak saja pak” si sopir menatap tuannya bingung.
“di..di..ditabrak tuan?” laki-laki itu mengangguk pasti. “iya, cepet. Tabrak saja” ucapna santai.
Ify selesai membeli apa yang di pesankan oleh Bundanya. Dia berjalan menuju sepedanya terparkir sambil menenteng kantong berisi macam-macam bahan makanan. Tapi tiba-tiba langkahnya terhenti...
NGUIIIIIIINGG.... BRUKKKKKKKK....
Ify menatapnya cengo. Terlihat sepedanya melayang bagai burung tak bersayap(?). matanya lalu menatap mobil hitam itu dengan tatapan marah.
“Heh! Keluar lo!” ujar Ify layaknya preman2 dipasar. Dilihatnya si pengemudi yang bisa ditebak dari penampilannya adalah seorang supir menatapnya ketakutan dan seorang laki-laki dengan ipod terpasang ditelinganya menatapnya dengan tatapan dingin. Tak lama Lakil-laki itu keluar masih dengan tatapan dingin.
“Heh! Lo nyadar nggak sih, sepeda kece gue jadi ringsek garagara mobil Lo. Punya mata nggak sih kalo ada sepeda di depan, mentang mentang mobil lo keluaran luar negri bisa seenaknya nabrak sepeda gue” cerocos ify mengeluarkan semua unek-unek nya.
“udah ngomongnya? Bawel” ucapnya singkat dan dingin. Ify yang mendengarnya tambah kesal. “sialan nih cowok, dingin banget kayak beruang kutub” gerutu Ify dalam hati.
“ih lo nyebelin banget sih jadi cowok, udah tau salah masih bisa ngomong kayak gitu? Ck gapunya hati” sahut ify sinis.
“Gue gapeduli. Lagipula Cuma orang bego yang markirin sepedanya di tengah jalan kayak gini. Sarap lo nenek lampir. Udah bawel, nyolot lagi. Ga laku baru tau rasa lo” Sahut Laki-laku itu tak kalah sinis.
“bodo amat. Pokoknya lo harus tanggung jawab’’ ucap Ify bersikeras. Dilirik nya mobil jaguar hitamnya itu sampai dia mendapatkan suatu ide.
“Eh, mobil Lo kotor”
“peduli apa lo sama mobil gue..” sinis Laki-Laki itu.
“biasa aja kali. Gue cuman mau nebus atas kenyolotan gue tadi dengan ngebersihi mobil lo selama 5 menit kok” ujar ify santai. Laki laki tadi langsung melirik Ify tajam, “sumpah demi apa? Terserah deh mumpung ada tukang cuci mobil gratis” sahut Laki-laki itu kalem.
Ify tidak menanggapi omongan Laki-Laki, di beranjak pergi. Tak lama kemudian dia menenteng kantong plastik yang entah apa dan darimana. Dan dengan polos nya dia melemparkannya ke mobil hitam milik laki-laki tadi. Si sopir yang berada di dalam mentapnya cengo dan laki laki menatapnya takjub(?).
Sekantong SAMPAH berhasil mebuat badan mobil hitam itu kotor sekali. Diliriknya Ify sudah ngacir sambil menaiki sepedanya sambil tertawa ngakak.
“GoodBye Beruang Kutub. Makin kece deh mobil lo hahahaha” ejek Ify Puas.
“Sialan! Woy LO! Emm namanya siapa yaa. Ah gatau pokoknya elo yang Giginya dipager. Awas lo kalo ketemu gue lagi” sungur laki-laki tadi kesal sambil masuk ke dalam mobilnya.
“jalan pak” ucapnya dingin sambil meninggalkan tempat itu..
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam harinya di rumah Ify terlihat banyak hidangan makanan. Semua berkumpul dari mulai Papa Bunda Ify dan Deva.
“ ini semua makanan kesukaannya Angel” Lirih Papa.
“iya. Liatlah sayang kita disini akan selalu inget sama kamu. Baik baik disana yah” Lirih Bunda pelan.
Ify yang menyadari keter-melow-an(?) keluarganya langsung menyadari dan memotongnya. “mending langsung makan aja Bun. Ify laper hehehe” Seraya Ify melihatkan cengiran kudanya.
Semua mengangguk lalu menyantap semua makanan dengan lahap.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Keesokan harinya.
07.05 mapus Lo Fy! Lo udah mencetak berapa kali telat masuk” ujar ify sambil melirik jam tangan. Nafasnya berderu kencang, dia berlari dari mulai parkiran mobil sampai kelasnya yang berada di lantai dua. Iy Berhenti, ditengoknya kelas IX IPA1 sedang memperhatikan Bu Dewi mengajar Fisika.
“sial! Kenapa harus pas pelajaran keramat sih” gerutunya dalam hati. Dilihatnya Irva dan Zahra menatapnya. Ify pun membals tatapannya dengan artian bantuin-gue-dong. Lalu matanya mengarah ke Bu Dewi, dilihatnya Bu Dewi sedang terpaku mencatat suatu rumus di Papan Tulis. Dengan sigap Ify masuk kelas sambil mengendap-endap.
“IFY ALYSSA!!..” teriak Bu Dewi.
Ify yang aksinya terlihat gagal total membalikkan badan sambil memberikan sebuah senyuman manis yang dimata para guru itu sangat me-nye-bal-kan.
“eh Bu Dewi. Tambah Cantik aja Bu. Ibu gimana Kabarnya?” ujar Ify sok akrab.
Bu Dewi menatapnya Tajam. “Sini Kamu!”
“kenapa terlambat lagi? Sekalian aja jam istirahat masuk sekolahnya” ujar bu dewi dingin.
“Lah Kok ibu ngajak sesat sih, udah tau Ify mau disiplin” sahut ify polos
“disiplin darimananya. Lihat! Udah berapa kali kamu terlambat trus apa itu bawa novel sama ipod segala. Kamu kesini mau main apa belajar sih?” bentak Bu Dewi galak.
“duaduanya bu hehe” jawab ify nyengir, jawaban polos Ify tadi ssontak membuat seluruh isi kelas tertawa.
“Ify kau begitu kece. Gokil masbroooo” teriak nyopon yang dihadiahi cengiran gaje ify lagi.
“diam semua. Kerjakan soal yang ada di papan tulis. Untuk Ify, ikut ibu ke kentor sekarang” ucap Bu dewi tajam.
Di Kantor, terlihat ify sedang mendapat beberapa ceramah gartis dari Guru Ke-sa-ya-ngan nya ini. Ceramahan itu hanya dijawab dengan sebuah anggukan sampai2 tak jarang Ify mecetak beberapa gol(?) aksi menguapnya.
“ Alyssa Saufika Umari?” terdengar sura Kepsek memanggilnya yang sontak membuat Ify menoleh dan memasang wajah bingung. “iya bu?” ujar ify ramah-_- wkwk
“ada yang mau bertemu dengan kamu” sahut Pak Kepsek sambil memasang senyumnya.
Dibalik pintu muncul 2 orang cowok yang kalau dilihat dari Fisiknya itu GANTENG mengahmpirinya.
“kamu Alyssa Saufika ? Adiknya Angel?” tanya salah satu cowok bermata sipit berkulit putih.
“iyaa. Kenapa? Ada apa yah?” jawab ify masih dengan wajah bingungnya.
“kamu punya amplop berisi surat seperti ini?” ditunjukannya amplop dan surat yang sama persis seperti yang di berikan kakaknya. Ify langsung mengoreh(?) tas nya dan mengeluarkan Surat yang sama. “ yang ini?’’ sahut ify.
Kedua cowok tersbut tersebut tersenyum sambil mengembuskan nafas lega.
“ Ify, kamu diangkat menjadi wakil ketua Osis SMA NUSANTARA” penjelasan dari Bu Kepala Sekolah sambil tersenyum. Ify hanya mendengarnya nampak cengo.
“wakil Ketua Osis SMA NUSANTARA bu? SMA terkenal itu?” tanya Ify masih tak Percaya. Bu Kepsek hanya mengangguk mantap.
“itu artinya ify ninggalin sekolah ini dong Bu? Ninggalin temen2 ify? Gamau!” Ujar Ify tegas sambil berlari ke luar dan melesat menuju toilet.
“tidak apa-apa bu, tidak usah dipaksa. Biar dia berpikir jernih terlebih dahulu. Kalau ada apa-apa hubungi saya” ujar laki-laki berkulit putih bermata sipit itu ramah.
“baiklah” jawab Bu Kepala Sekolah sambil tersenyum.
Sementara itu terlihat Irva dan Zahra sedang sibuk mencari keberadaan Ify. Saat melewati ruang Guru tidak sengaja mereka menguping pembicaraan Bu Kepsek bersama guru lainnya. Namun aksi mengupingnya itu terlihat oleh Bu Kepsek.
“Irva Zahra sini..” panggil Bu Kepsek. Irva dan zahra pun masuk samabil memasang wajah kikuk. “ada apa bu?”
“Begini.......”
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bel pulang sekolah yang dinanti-nanti telah berbunyi. “ Eh Fy, jalanjalan yuk. Refreshing gitu hehe” ajak Irva yang diangguki Zahra. Ify menoleh lalu mengangguk mantab. “oke”
Di salah satu Cafe terlihat Ify, Zahra, Irva sedang bercanda tawa sambil mengaduk ngaduk minumannya tiba-tiba Zahra bicara..
“Fy?’’
“hmmm..”
“gini, soal SMA NUSANTARA....” ify menoleh kaget. Darimana Zahra tau soal itu. Ify pun langsung menggeleng-geleng kan kepalanya “Gue gamau” ujarnya dingin.
“Gue gamau ninggalin kalian, gue gamau ninggalin guru2. Gue gamau ninggalin SMA Bakti. Gue gamau ninggalin semuanya” lanjut Ify.
“Tapi Fy ini juga demi kebaikan lo sendiri, demi bokap sama nyokap lo deva dan juga ini amanat kan dari almarhum kakak lo. Liat ke depan Fy, liat masa depan, ini takdir elo” Irva menambahi. Ify menoleh lantas memeluk kedua sahabatnya ini dengan erat. Tak terasa butiran bening mengalir di kedua pipinya. “Gue pasti Kangen sama Kalian” Lirih Ify.
Keesokan Harinya..
Ify hanya dapat menatapnya spechless lagi. Dilihatnya mobil jaguar hitam berjajar di depan rumahnya. Tapi memang tidak asing oleh ify, karena dia juga bisa disebut termasuk kalangan orang yang ‘Kaya’. Tapi apa tidak hebat? Bisa dihitung 10 mobil bermerk mahal berjejer di depan rumahnya dengan rapi dan disetiap mobil para sopir turun sambil memberi hormat kepadanya. Ify hanya menatapnya tersenyum dan dengan segera ify masuk mobil salahsatunya.
Sesampainya di SMA NUSANTARA, ify hanya diam menatap sekeliling mobilnya. Terdapat banyak wartawan dan paparazi yang hendak memotretnya. Dan benar saja, begitu Ify membuka pintu mobil, semua mata tertuju padanya dari mulai paparazi, siswa-siswi, Guru-Guru. Dengan ramah ify berjalan santai sambil memberikan senyum khas nya yang sangat manis.
“Selamat Datang di SMA NUSANTARA, Alyssa” sapa Kepala Sekolah. Ify hanya membalasnya dengan senyum lagi. “Baiklah, tolong antarkan dia ke Ruang Osis dan persiapkan semuanya” Lanjutnya lagi. Semua staf osis mengangguk dan siap menjalankan tugas masing-masing.
“Hay Fy, kenalin Gue Ashilla Zahrantiara, panggil shilla aja hehe” ujar seorang wanita cantik sambil mengulurkan tangannya. Ify tersenyum sambil membalasa uluran tangannya “Alyssa Saufika, panggil aja Ify”
“Gue. Gue Agni TriBunuwati. Panggil aja Agni.” Ujar salah satu cewek lagi yang mungkin teman dekatnya si Ashilla ini, gadis yang manis.
“oke, udah tau nama Gue kan? Sekrang kita temenan” sahut Ify.
“sahabatan juga boleh Fy” Ify menoleh dan mengangguk mantab sambil tersenyum manis.
Sesampainya di ruang osis..
“ selamat datang Fy, kenalin gue Gabriel stevent damanik kelas XII-IPA1 sebenernya sih kita seumuran tapi berhubung gue ikut program akselerasi yah jadi berasa tua deh(?). gue ketua MPK disini” ujar iyel.
“oh iya salam kenal. Ehm kak iyel.. eh kakak yang waktu itu datang ke sekolah ify kan?”
“yap, betul”
“hay fy, kenalin gue alvin jonathan kelas XI-IPA2 wakil MPK. Yang pasti gue yang kemarin bareng iyel dateng ke sekolah lo”
Ify mengangguk paham.
“dan gue Cakka Kawekas Nuraga sekelas sama iyel menjabat jadi Sekretariat Osis dan pastinya gue paling ganteng diantara semuanya” ujar cakka narsis.
“pede gila lu ndut”
“sirik aja lo pit”
“yeee koplak”
Ify hanya terkekeh. Dilihatnya banyak yang ikut berkenalan dengannya. Disana juga ada Shilla dan agni yang sudah berkenalan dengannya tadi pagi. Namun, pandangannya terhenti, dilihatnya pemuda manis dtang menuju ruang osis. Ify menyipitkan matanya. Saat pemuda itu masuk dan menoleh..
“LO??????” ujar ify dan pemuda itu bersamaan.
Bersambung :p
Ehem, kebaca banget yaa pemuda itu siapa? wkwkw-_- sebelumnya maaf jika cerbung ini garing, jelek, ah pokoknya gaada bagusbagusnya. Wajar pemula hehe. Dan maaf bagi yang kena tag yaa :p
saran,kritik, coment nya ditunggu ya :-----)
Thaknkyouuu<3
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar