Jumat, 26 April 2013
Love Generation Part 5
LOVE GENERATION PART5
RIO berlari keluar aula gedung berniat mengejar wanita -yang menurutnya misterius- itu. Setelah menemukan apa yang ia cari, tepat di taman tak jauh dari aula gedung sekolah wanita tersebut duduk, Rio berjalan menghampiri. Melihat wanita itu membuka topeng, Rio terkejut. Gadis yang ia tunggu tunggu untuk pulang, gadis yang mengisi hatinya dulu. Eh dulu? Sekarang? Hah entahlah, Rio pun masih bingung apakah hatinya masih tertuju pada wanita ini atau tidak.
“Dea..” lirih Rio pelan.
“Hai Yo..” Dea menoleh sambil tersenyum. “duduk” lanjutnya. Rio yang daritadi masih dalam posisi berdiri segera duduk disamping gadis itu, yang ternyata adalah Dea. Setelahnya, keadaan menjadi hening, bungkam.
“kapan lo pulang? Kok nggak ngasih tau gue?” tanya Rio seakan memecah keheningan.
“tadi pagi, namanya juga suprise” jawab dea sambil tersenyum. Rio pun tersenyum melihatnya.
“Ehm, Yo yang tadi itu hanya sebatas permintaan siswa siswi kan ya?” ujar Dea tiba-tiba seakan Rio menjawab ‘iya’. Namun lain, mendengarkan pernyataan dea tadi, Rio malah bungkam tak menjawab entah apa yang dipikirkan atau mungkin dirasakannya saat ini, dia merasa ingin protes dengan hal yang diucapkan gadis yang berada dismapingnya ini, ah Nevermind!
“lo pulang ya pasti lo cape, gue anterin” kata Rio. Dea hanya menoleh heran lalu mengangguk kecil. Rio berjalan mendahuluinya menuju tempat parkir . Dea mengekor dari belakang.
**
Setelah kejadian Rio yang hampir mencium Ify, sosok gadis misterius, dan Rio yang berlari keluar tadi Acara Pesta topeng tetap dilanjutkan, itu karena komando Gabriel yang selaku Ketua Panitia acara ini. Semakin malam acara semakin ramai dan Meriah. Semua siswa nampak begembira, namun tidak dengan wanita manis berdagu tirus ini.
“wanita tadi siapa ya? Kok gue ngerasa dia itu dea deh” ujar wanita manis berdagu tirus ini yang ternyata adalah Ify.
“dari sorot mata Rio tadi sih mungkin iya” lanjutnya sambil memutar mutar I-phoneya daritadi. Sesekali ia melirik jam yang tertera di layar hpnya, merasa ada yang kurang dia menghela nafas.
Dilain tempat,Seperti biasa, Alvin dan Shilla sedang beradu mulut ria(?), Cakka juga tak capenya menggona Agni yang sedari tadi hanya bisa mencibir tak jelas(?).
“Ag, lo Cantik pake 1000 banget deh malem ini” ujar cakka.
“makasih” jawab agni singkat padat dan jelas. Cakka menghela nafas, begitu susahnya dia meluluhkan hati gadis yang berada didepannya ini.
“oh iya Ag”
“hmm”
“bapak lo tukang kendang ya?” agni melotot, mendelik sebal. “bapak gue presiden” jawabnya kesal.
“aelah Ag, gue kan ceritanya mau ngegombal, peka dikit kek, jawab kok tau gitu” ujar cakka melas. Agni yang melihatnya kasian juga. “kok tau?” jawab agni berusaha selembut mungkin.
“karna kau telah mendumplak dumplakkan hatiku, aihhhhh” cakka menjawab sambil nyengir kuda. Shilla dan alvin yang mendengarkannya pun tertawa.
“anjir apabanget lu cakk hahaha” shilla tertawa ngakak.
“mendumpak-dumplakkan huahahaha” ujar alvin tak kalah ngakaknya. Agni? Terlihat dia tersenyum sambil timbul rona merah dipipinya. cakka yang melihat itu hanya ikut tertawa, setidaknya ini yang bisa ia lakukan, membuat wanita yang iya sayang tersenyum. Right?.
**
Rio dan Dea yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Rumah dea. Di dalam mobil, dea bercerita banyak tentang dirinya berada di Aussie. Rio sesekali tersenyum mendengarnya.
“eh Yo stop stop” kata dea cepat. Mendadak mobil berhenti, dea beralari keluar tepatnya menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari sana. Rio pun ikut keluar dan duduk dikursi dekat mobilnya tadi. Tak selang beberapa menit, dea kembali dengan kantong kresek kecil di tangannya. Dikeluarkannya sebuah eskrim.
“Nih, masih tetep suka rasa capucino kan?” ujar dea sambil menjulurkan(?) eskrimnya kepada Rio.
“makasih, masih kok” ujar Rio seraya menerima eskrimnya. Dea tersenyum melihatnya. Hening.
“Ehm yo?’’
“yaa?”
“lo kangen nggak sama gue? Dan maaf soal..”
“kangen kok, udahlah nggak usah dibahas. Kita pulang yuk udah malem” ujar Rio sambil melirik jam tangannya. Dea mengangguk “Oke.”
Sekitar 25menitan Rio sampai dirumah dea, Rumahnya masih tetap sama, yang dulu. Dea membuka pintu mobil dan lekas keluar. “makasih ya yo, good night” ujarnya tersenyum sambil melangkah masuk menuju rumahnya.
Diliriknya jam tangannya kembali. Jam 12.25 . berarti sudah 4jam Rio menemani dea, yap. Sebelum pulang tadi dea meminta dia menemaninya terlebih dahulu berkeliling keliling. ‘gue baru pulang, kan kangen sama lo, masa disuruh pulang’ begitulah ujar dea tadi. Rio menghidupkan mobilnya beranjak untuk pulang. Tapi tunggu! Sepertinya ada yang ketinggalan, tapi apa? Cepat2 Rio mengingat dan..
“IFY!!” teriaknya sesal dalam hati, segera mobilnya diluncurkan menuju sekolah.
**
“Fy, udah! Lo tadi minum udah berapa gelas tau!” ujar Shilla sambil menyingkirkan gelas yang berada di genggaman ify. Ify sedari tadi meminum minuman yang dikiranya teh(?), namun siapa tau itu adalah sejenis ‘greensen’ (eh sorry gatau namanya, pokoknya minuman yang kadar alkoholnya dikit banget banget tapi bisa bikin orang linglung, dan ini BUKAN sejenis minuman keras taupun Bir apalah namanya itu okay. Paham? Pahamin ajadeh :-p dan #juststory okaaaay mwah:* )
Ify hanya bisa diam, matanya kosong, mungkin pengaruh minum terlau banyak.
“Fy lo pulang deh ya sekarang” pinta Agni yang tak tega melihat kondisi ify sekarang, Mukanya pucat. Mungkin waktu dirumah ify tidak makan terlebih dahulu, dan sekarang dia malah minum terlalu banyak.
“gue mau nung..nunggu Rio dulu” ujar Ify lemas.
“Aduh Fy , badan lo lemes amat, muka lo juga pucet. Pulang yu cepetan” ujar Shilla panik juga.
Debo yang sedari tadi membantu panitia lainnya yang sedang membereskan aula. Yap, acara sudah selesai sejam yang lalu, langsung menghampiri Ify. Dengan memberi kode ke shilla dan Agni dengan tatapannya yang seakan berbicara gue-yang-anter-ify-pulang pun tanpa basa basi memapah ify untuk segera bangkit. Namun Ify yang kaget tiba-tiba ada yang merangkul pundaknya pun menepisnya dengan keadaan badan yang masih limbung. Perutnya tibatiba mual, ify segera menutup mulutnya dengan badan yang oleng tiba-tiba..
HOEKKKKKK.
Ify muntah dipangkuan sesorang. Badannya terasa begitu lemas sekarang. Setelah melihat siapa yang jadi korban muntahannya, ify pun kaget mau minta maaf tapi kondisinya tidak bisa diajak kompromi. Gabriel yang baru saja datang tibatiba dihadiahi lautan(?) oleh Ify pun hanya membulatkan matanya lebar2.
Debo dengan sigap membantu Ify dan memapahnya. “Ify biar gue yang anter pulang” ujarnya yang diangguki teman-temannya. Gabriel pun segera berlari ke belakang untuk mengganti bajunya. Debo yang baru saja berjalan 2meter dari TKP ify muntah(?) tiba2 dicegat oleh Rio yang baru datang masih dengan nafas yang tersenggal-senggal. Rio menarik tangan Ify cepat lalu memangkunya. “dia pulang bareng gue” dan seraya pergi meninggalkan debo yang masih mematung disana, Shilla Agni Alvin dan panitia yang lain pun hanya menatap heran, tapi yasudahlah.
Rio memangku Ify menuju mobilnya dan menidurkannya disamping kursi kemudi. Terlihat Ify tertidur dengan wajah pucat. Dipegangnya kening Ify dan ternyata benar saja, badan ify panas. Rio mendengus “Lo kenapa masih nungguin gue aja sih.” Lirih Rio sambil membuka jasnya dan melekatkannya ke tubuh Ify lantas segera menghidukan mobilnya untuk segera pulang.
Tak butuh waktu 20 menit rio sudah sampai dirumah Ify. Rio menoleh kesamping, Ify masih terlelap. Tak tega melihat keadaan Ify. Rio pun langsung memangkunya –lagi- menuju Rumah Ify.
“yaampun Ify, kamu kenapa sayang?” ujar mama Ify setelah membukakan pintu. Rio tersenyum sambil berkata “mungkin kecapean tante, emm kamar Ify dimana ya?”
“oh dilantai atas sebelah kiri pojok” jawab mama Ify ramah. Rio segera menuju kamar ify masih dengan posisi Ify yang berada dipangkuan Rio.
“sebegituh istimewanya dea kah yo” Rio kaget, ify mengigau, dan bagaimana Ify bisa tau wanita tadi adalah dea? Pikirnya. Setelah sampai di kamar Ify, Rio pun membaringkan Ify di tempat tidur bergambar doraemon itu, memakaikannya selimut. Ify tertidur terlihat lucu menurutnya, rio terkekeh geli lalu mencium kening Ify lembut “maafin gue udah bikin lo nunggu” lirihnya kemudian beranjak keluar kamar, berpamitan dan bergegas pulang.
**
“mamaaaaaaaa liat sepatu ify yang dipake tadi malem nggak?” teriak Ify dari dalam kamarnya. Mamanya yang sedang sibuk berada di dapur pun seraya menjawab pertanyaan Ify tadi dengan berteriak “Enggakkkk sayaaaaanggg” ify mengobrak-abrik kamarnya, namun nihil, tidak ada.
“trus kira kira dimana ya maaaaaaaaaaaa?’’
“coba cari di rumahpantai aja sayaaaaang” setelah percakapan acara teriak teriaknya(?) pun Ify terdiam lalu bergegas keluar kamar tapi tunggu! Ada yang ketinggalan, ify segera masuk kembali ke kamarnya, diraihnya bola kristal lumba2 kesayangannya.
10 menit berlalu ify sudah berada dirumah pantai miliknya, ah tepatnya milik keluarganya. Tahukah kalian? Ini bukanlah Rumah, melainkan sebuah Kapal yang terdamapar dahulu. Namun ayahnya berinisiatif untuk menjadikannya sebuah rumah, Rumah yang lumayan dekat dengan laut, dulu tempat ini tempat favoritnya Ify dan Angel kakakanya. Haha lucu memang, unik.
“mana sih” ujar Ify seraya mencari sepatunya disetiap sudut dalam rumahpantai itu.
TUK! Suara lemaparan sesuatu terhadap rumahpantainya ini.
“siapa? Masuk aja gausah main lempar2!” ujar ify jadi ikut kesal.
TUK! Suara itu lagi. Ify yang sedang sibuk akan aksi pencarian(?) pun tambah kesal. “masuk ya masuk angan main lempar, dongo atau gimana sih” ujarnya tanpa menoleh kearah sumber suara.
“apa lo bilang? Dongo?” ujar seseorang dari arah belakang sambil berjalan menghampirinya. Ify yang mengenal sekali suara itu kaget sambil berbalik.
HUWAAAAA!. Saking kagetnya tak sadar kaki ify terlipat(?) dan hampir mebuatnya jatuh. Rio –seseorang tadi-yang posisinya sudah dihadapan Ify pun refleks menahan tubuh ify.
DEGGGG! Matanya kembali dipertemukan. Detakan dijantungnya menjadi cepat. Ify langsung sadar dan langsung menjauhkan tubuhnya cepat.
“eh sorry. Eehhh Ngapain lo disini?” tanya Ify.
“gue cuman mau ngebalikin sepatu lo, semalem ketinggalan di mobil gue. Pas gue ke rumah lo, kata nyokap lo, lo pergi kesini” jelas Rio panjang lebar luas(?). Ify mengangguk paham.
“so? Sepatu gue mana?” tanya Ify lagi.
“di rumah lo”
“oooohhhh” ujar Ify membulatkan mulutnya.
“Eh Fy, ini tempat apaan? Kata nyokap lo tadi ini rumahpantai?”
“iya. Ya ini rumah, kalo gue lagi badmood gue suka kesini aja sambil liatin laut hehe” Rio menoleh menatap Ify yang berlalu pergi keluar sambil menggenggam sebuah bola kristal. Rio mengikuti. Ternyata Ify sedang duduk di kursi kayu buatan tepi pantai sambil menatap laut. Rio pun duduk disamping Ify.
“kok disini lumayan sepi Fy?”
“yang rame mah sebelah sana” ujar Ify sambil menunjuk kearah barat laut, memang benar disana terlihat ramai, banyak pengunjung.
“disini tenang banget yaa” ujar Rio pelan. Ify hanyak mengangguk saja sambil memainkan bola kristal lumba2nya.
“lo tau cerita tentang cerita manusia, duyung dan lumba2 nggak?” Rio menggeleng. “gue ceritain deh, mumpung lagi baik” lanjutnya.
“Dulu, ada cowok yang ceritanya suka sama cewek yang ternyata dia itu seorang duyung. Mereka udah saling cinta banget. Saking cintanya, si cewek bela2in minum ramuan buat jadi manusia. Ayah si cewe nggak terima lalu dia diberi hukuman buat nggak jadi anaknya lagi. Si cewek itu sedih tapi dia mencoba tegar. 5tahun setelah itu, mereka mau menikah. Acara weeding day dilakukan di kapal pesiar tapi tiba2 hujan badai ngebuat kapal itu tenggelem. Si cewek sama si cowok itu ga bisa berenang tapi tetep mereka saling pegang tangan dan terus berdoa. Dan lo tau? Ada 2 ekor lumba2 yg nyelamatin, mereka dibawa samapi ke tepi pantai. Sicowo sama sicewe bersyukur lalu tereak ngucapin terimakasih. Dan siapa sangka ditangan sicowo sama si cewe itu udah ada cincin sepasang yang terdapat mutiara kecil berbentuk lumba2. Merek tersenyum lalu bahagia deh hahaha. Dan kalo ada 2ekor lumba2 keliatan didepan kita, kita tereak aja apa yang kita pengen, insyaalloh dikabul hahaha”
“itu ceritanya gaasik ah” rio mendelik Ify hanya terkekeh.
“itu yang diceritain sama kakak gue dulu..” lirih Ify. Dan siapa sangka setelah Ify bercerita, sepasang lumba2 terlihat sedang melompat(?). Ify dan Rio yang menyadari itu hanya saling tatap tidak menyangka.
“HAI LUMBA-LUMBA, GUE PENGEN BAHAGIA, GUE PENGEN BEBAS” ujar Ify teriak seraya menyeruka si lumba-lumba.
“HAI LUMBA-LUMBA, BILANGIN KE DIA KALO GUE KANGEN SAMA DIA” ify menoleh, rio tersenyum “GUE KANGEN SAMA MAMA YANG DI SURGA” lanjut Rio. Dan lumba-lumba itu tiba2 mengaum seakan menjawab apa yang diteriakan Ify dan Rio, kemudian lumba2 itu berlalu pergi. Ify dan Rio hanya saling tatap lalu tertawa kecil, ini mimpi atau bukan sih? Pikir mereka.
Namun aktivitasnya terhenti, dilihatnya anak kecil sedang mencari sesuatu di tepi pantai, dia sendirian. Karena penasaran, Rio dan Ify pun menghampirinya.
“adek, adek lagi ngapain?” tanya Ify lembut.
“aku lagi nyari kerang kak” jawabnya.
“lah? Ini kerang banyak kan?” tanya Rio heran.
“aku lagi nyari kerang warna Ungu” jawabnya lagi. Rio dan Ify saling tatap bingung.
“Nama kamu siapa?” tanya Ify, lagi.
“bastian kak, kalo kakak?”
“aku Ify dan ini Rio” ujar Ify tersenyum, Rio pun ikut tersenyum.
“emang buat apaan?” tanya rio kepo._-v
“buat mama aku, dia pengen banget kerang ungu. Tapi aku daritadi nyari nggak ketemu2. Kasian mama aku kan lagi sakit” jawab bastian polos, raut wajahnya terlihat kelelahan. Rio yang melihatnya pun jadi tak tega.
“yaudah biar kak Ify sama Kak rio yang nyari deh. Rumah kamu dimana? Entar kakak ke rumah kamu deh” bastian menoleh, raut mukanya langsung cerah.
“beneran kak?”
“iyaa sayang”
“makasih kakak cantik dan ganteng hehe. Rumah babas di perum aksajaya blok B no 2 kak” jawabnya sambil memamerkan gigi putihnya. “yaudah Babas pulang dulu yaa kak, dadah kakak baik” ujarnya sambil berlari kecil.
“okay Mario, are you Ready?”
“hah?”
“yang nemu kerang ungu duluan ditraktir eskrim” ujar Ify cepat langsung berlari mencari kerang. Rio tersenyum lalu mengejarnya.
**
“POKOKNYA VIA NGGAK MAU!”
PLAKKK!! Tangan papa sivia mendarat mulus di pipi sivia. Mamanya pun tak kalah kaget, Sivia apalagi, air matanya sudah membanjiri pipinya yang chubby itu.
“kamu menentang papa? pokoknya besok pagi kamu harus ikut papa buat acara dinner dengan keluarga Pak Hendra. Sekarang kamu pergi ke kamar dan tidak boleh keluar untuk hari ini papa hukum!” Cerca Papa Sivia sambil menarik sivia kedalam kamarnya lalu menguncinya. Mama Sivia yang tak bisa apa-apa pun hanya bisa bungkam melihat anak tersayangnya dikunci.
“dan Kamu! Jaga Sivia baik-baik. Jangan sampai kabur” ujar Papa Sivia dingin sambil berlalu pergi. Mamanya memutuskan untuk pergi ke kamar. Sivia hanya bisa menangis dikamarnya. “antonius.. gue butuh lo..”
**
DUA orang makhluk tuhan(?) ini sedang sibuk mencari kerang ungu namun daritadi belum juga mendapatkannya. Ify mengelap keringat yang membasahi wajahnya kemudian duduk sembarangan di tepi pantai, dia seakan baru menyadari kerang ungu itu memang langka dan cuaca hari ini sangat panas.
“Yo udahan deh gue nyerah!” teriak Ify. Membuat aktivitas Rio terhenti. Rio menghela nafas, bangkit kemudian menghampiri Ify.
“ternyata emang bener2 langka yaa” Lanjut Ify. “tapi kita udah kepalang janji sama Bastian, kasihan kan dia mamanya sakit” ujar Ify lagi sambil meatap Lurus ke arah laut.
Sadar akan lawan bicaranya tidak bersuara daritadi Ify pun menoleh. Dilihatnya Rio duduk disampingnya denngan lutut yang ditekukkan dan mata nya yang terpejam. Aliran darah Ify seakan berhenti mengalir, jantungnya seakan bekerja diatas normal. Ify terpaku dengan mata yang tak lepas dari satu Objek, RIO. Ify akui sekarang seorang Mario Stevano sesungguhnya, bukan Rio sang beruang kutub yang bersikap dingin, cuek, jaimnya minta ampun tapi seorang Mario Stevano yang tenang dan nyaman. Ify membuang mukanya cepat lalu menggelengkan kepalanya kuat.
“Rasa ini lagi...” batinnya.
“Gue punya Ide!” ujar Rio seraya bangun dari lamunannya dan menghadapkan tubuhnya terhadap Ify. Ify yang mendengarnya pun ikut menoleh. “apa?’’ kata Ify. Rio tersenyum something(?) lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Ify. Ify yang mendengar bisikan Rio pun lantas menoleh dan tersenyum manis. “Good Idea” ujarnya.
**
IFY dan RIO kini tengah asyik dalam aktivitasnya masing masing. Setelah bersusah payah mencari kerang berwarna putih lalu mereka menggantungkan kerang2 tersebut seakan itu adalh jemuran-_- Rio membuka sebuah kotak lalu membuka kemudian mengeluarkan benda. Diraihnya lalu dilemparkannya ke Ify. Ify dengan sigap menangkapnya lalu tersenyum ke arah Rio. Begitu juga sebaliknya, Rio membalas senyum Ify yang menurutnya manis itu. Dikocok2nya benda tersebut. Dan SROTTTTTTTTT!!
Yap, sebuah Filox (eh nulisnya gini?tau ah luap lagi-_-v) yang berwarna ungu disemprotkannya terhadap kerang2 yang tergantung itu. Rio melirik Ify sejenak yang tengah sibuk mewarnai kerang tersebut. Lalu pandangannya teralih terhadap kerang yang ada didepannya. Sudah beres dan Rapih, pikirnya. Disemprotkannya Filox terhadap kotak lalu mencoelnya sedikit lalu mengoleskannya ke hidung Ify. Ify kaget lalu mengusapnya cepat kemudian mendelik sebal ke arah si pelaku. Rio hanya nyengir kuda sambil memamerkan gigi putihnya yang gingsul.
“Rioooooo lo apa apan sih ihhh” teriak Ify. Rio yang berada dihadapannya hanya menutup kuping sambil menahan tawa.
“abis, lo punya idung mancung amat sih, iri gue liatnya juga”
“oh jadi yang jelek, item, pesek iri toh” kali ini Ify yang terkekeh geli. Rio mencibir kesal.
“lo ngehina gue segitunya, dalem. Dari hati ya Fy?” tanya Rio Polos. Ify mengangguk cepat.
“masa? Terus kalo jelek, item, pesek. Kenapa tadi pas duduk lo ngeliatin gue segitunya?” lanjutnya. Ify yang mendengarnya pun terdiam. Semburat pipinya yang mulus menorehkan warna ke merah2an. Rio yang melihatnya pun tersenyum geli. Sadar akan ada yang menertawainya Ify mendelik sebal. Rio menghentikan tawanya, seakan ada yang tidak beres kelanjutannya. Rio berancang-ancang untuk segera berlari.
“RIOOOOOOO lo nyebelin banget issh Rese!” teriak Ify masih dalm posisi mengejar Rio. Rio yang melihatnya pun hanya bisa tertawa. Begitu lucunya gadis ini, pikirnya.
“Kampret lo. Ketawa lo minta dibayar” teriak Ify lagi, rio hanya memeletkan lidahnya.
Dan Syutttttt. Kaos putih Rio berhasil ditangkap Ify. Rio refleks berbalik berhadapan dengan ify. Dilihatnya ify yang sedang melotot sambil mengembung-ngembungkan pipinya. Yatuhan, begitu lucunya gadis dihadapan hambamu yang ganteng ini, batinnya sambil terkekeh. Dan Awww, ify dengan cepat memilintirkan perutnya(?), mencubitnya pedas. Rio pun hanya pasrah sambil menelus-ngelus perutnya. Ify yang tadinya akan berlari lantas tangannya ditarik oleh Rio. Belum sempat berbalik, rio sudah memeluknya dari belakang. Dengan posisi tangan kanan Rio berada di leher Ify dan tangan kiri di perut Ify. Ify hanya diam terpaku.
“ke sekian kalinya lo sukses bikin sport jantung yo” batin Ify. Wajahnya sudah mulai memanas, lagi.
Masih dalam posisi yang sama, Rio memeluk tubuh mungil Ify sambil memejamkan matanya. Angin laut menyebabkan rambut ify bergerak kesana kemari. Wangi rambutnya pun sekarang tercium jelas oleh Rio. Entah mengapa, rasanya nyaman sekali bersama gadis lucu ini, pikirnya. Selang beberapa menit, rio melepaskan pelukannya. Dilihanya Ify yang menunduk sambil memainkan sepatu lukisnya yang bergambar doraemon dan tangannya searaya memainkan ujung sweater rajutnya yang berawarna putih biru laut belang2. Masih tak puas ‘bermain-main’ dengan gadis yang menurutnya lucu ini, Rio mengacak-ngacak rambur ify. Ify mengangkat wajahnya polos sambil menatap lurus terhadap Rio. “jangan cemberut dong manis, jelek tau” ujar Rio lembut. Eh apa? Lembut? Nada bicaranya beda dari biasanya. “kok Rio jadi mendadak aneh gini sih?” batinnya.
Dan PLUKKK. Sebuah baju yang tak lain dan tak bukan adalah baju kaos putih milik Rio mendarat mulus di muka Ify. Ify melebarkan matanya bulat-bulat. Dilihatnya Rio yang bertelanjang dada._. berlari menuju laut dengan wajah tanpa dosanya.
“Fy gue mau berenang dulu yaaa” teriaknya seraya berlari menjauh. Ify menatapnya cengo, diliriknya kaos putih milik Rio yang kini berada ditangannya. Didekatkannya pada indera penciumannya, bau wangi parfum Rio bercampur dengan keringat tubuhnya melekat dihidung ify, wanginya sangat khas. Dilihatnya Rio yang sedang berenang tak jelas, ify tersenyum kecil. Kemudian dia duduk mengahadap laut. Pikirannya masih tertuju pada sesorang yang membuat perasaanya tak menentu hari ini, masih tetap pada satu objek, RIO.
BERSAMBUNG:-p
Gimana? Makin jelek yaaL_-_
Maafin deh yaa Maafin u,u
ini banyak rify nya hehe soalnya lagi gereget sama dua makhluk tuhan ini.______.
Eh ada yang inget nggak Film nya?;;) ini nggak semuanya ngutip dari film itu loh ya:-p yang tau filmnya juga pasti bakalan tau, ceritanya beda banget. Guenya aja yang gaje(?) jadi gini deh(?):-p
Insyaalloh next part nggak ngaret kok *mendadakbaik* tapi insayaalloh yaa.-. #ditimpuk
Sekali Lagi, Like dan Comment nya ditunggu yaaa! mwah:)))
Thankyouuuuuuuuu:----)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
How to play baccarat on the Baccarat tables - FBCasino
BalasHapusThe game is worrione the traditional version of a roulette game. A player bets on 바카라 사이트 the 1xbet korean number of points they think will be scored. The game can