Jumat, 26 April 2013

Love Generation Part 4







LOVE GENERATION PART4










Rio sedang sibuk sendiri di ruangannya. Dia sedang menatap lirih sebuah poto wanita yang sedang tersenyum manis. “lo kapan pulang.. gue kangen” lirihnya. Dia terdiam sejenak memutar kembali masa bersama gadis itu, dulu.






Sementara itu tanpa sepengetahuan Rio, Ify masuk dengan wajah bingung “Rio kenapa?” batinnya. Dengan cepat tapi pasti(?), Ify sudah berada dibelakang Rio, diliriknya sebuah pigura yang berisikan poto wanita. Rio tersentak, segera poto itu dimasukannya ke dalam laci mejanya. Lalu mendelik Ify sebal.






“kalo mau masuk ketuk pintu dulu kek, permisi dulu kek, nggak sopan!” ujar Rio kesal. Ify hanya nyengir kuda.






“hehe maaf deh. Lagian lo nya ngelamun gitu sambil liatin Poto. Gue kira lagi kesurupan.” jawab Ify asal. “eh Emang itu poto tadi siapa? Cewek lo?” lanjutnya.






“kalo nggak ada urusan penting. Lo pergi aja, pintu keluar ada di belakang lo” ujar rio dingin tanpa menanggapi pertanyaan Ify tadi. Ify mendengus sebal lalu berjalan keluar ruangan.






Setelah beberapa menit mengelilingi sekolah, Ify akhirnya sebal sendiri. Mau ke kelas, dia belum ditempatkan di kelas mana. Ify lagi dalam proses bimbingan sivia dahulu, kan wakil ketua Osis baru gitu._. setelah merenung, pandangannya terhenti di lapangan basket. Terlihat sosok yang dikenalinya.






“Debo!” teriak Ify. Yang punya nama menoleh lalu tersenyum.






“eh Lo Fy. Ada apa?”






“permainan kita yang kemaren belum selesai. Lanjutin sekarang” ajak Ify. Debo mengangguk mantap.






“yuk!”


Skip :p


Skor akhir 23-36. Ify kalah. Mereka pun duduk dipinggir lapangan seraya melepas penat.


“permainan lo lumayan juga Fy”






“haha biasa aja”






“kenapa Fy, kok kayaknya lagi nggak semangat. banyak pikiran ya?” Ify menoleh, lalu menggelengkan kepalanya. “mata ga bisa boong tau” lanjut debo. Ify hanya membalasnya dengan seulas senyum, miris.






“eh bo, tadi gue liat Rio lagi ngeliatin foto cewek gitu diruangannya. Ehmm.. kira2 lo tau ga dia siapa?” tanya Ify tiba2. Debo menatap Ify heran.






“hmm. Mungkin pacarnya.” Ify tersentak namun mencoba biasa. “namanya dea, dulu dia sekolah disini juga kok. Dia jago benget nyanyi, pantes aja dia jadi ketua Eskul Musik disini. Tapi setahun lebih yang lalu dia ke Aussie, ngembangin bakatnya disana” jelas debo.






“kok bisa? Trus hubungannya sama Rio gimana?” tanya Ify belum puas.






“gatau juga sih, menurut paparazi mah mereka udah putus. Tapi belum tentu, kan siapa yang tau” jawab debo mantap. Sesaat Ify terdiam memcoba memahami keadaan hatinya saat ini, lalu ada teriakan yang membuat keduanya menoleh.






“Alyssa Saufika Umari” terlihat sivia memanggilnya tetap dengan ekspresi datar. “oh jadi begini sikap waketos SMA Nusantara, bolos pada waktu jam pendalaman. Tidak disiplin” lanjutnya. Ify menunduk pasrah seraya berjalan menghampiri Sivia. Debo hanya mendengus sebal waktu bersama Ify terganggu kembali.






“maaf Kak” lirih Ify.






“ikut saya” kata sivia sambil berjalan terlebih dahulu, Ify hanya mengikuti.


Diruangan Sivia


2 jam Ify mendengarkan celotehan Sivia. Sivia daritadi menerangkan sejarah, asalusul, peraturan, dll tentang SMA Nusantara. Sesekali Ify menguap. Rasanya Ify merindukan guling bergambarkan doraemon di kamarnya.






“Oke. Mungkin hari ini dicukupkan sampai segini. “ ujar Sivia. Ify menghela napas , berdiri, berpamitan, lalu keluar. Ify bingung harus kemana, diputuskannya mengsms Shilla.






To: Shilla


Shill dimana?


Ify.






From: Shilla


Mau ke kantin bareng Agni, Lo?






Sesaat Ify mau membalas sms, tiba tiba hapenya dibawa. Ify menoleh.


“eh handphone gu....eh Kak Sivia”






“kamu jangan main HandPhone dulu, sementara saya sita” ujar Sivia lalu beranjak pergi.


Ify membulatkan matanya lebar2. “ih nyebelin!” gumamnya dan lekas beranjak menuju Kantin.


Masih dengan emosi yang mem babibu(?) karena kesal hpnya disita Ify sudah sampai di kantin, dilihatnya Shilla dan Agni yang baru saja memasuki kantin.






“Shilla Agni” panggil Ify lantas menghampiri sohib barunya itu. Agni Shilla menoleh.






“Eh Lo Fy. Yuk bareng” ajak Agni, ify mengangguk.






“ohiya tadi kenapa sms gue ga dibales?” tanya Shilla heran.






“ada razia hp dadakan” ujar ify cemberut. Agni hanya tersenyum menenangkan.






“udahlah, ntar juga dibalikin lagi. Yuk cepetan gue udah laper hehe” ajak Agni.






Diperjalanan menuju meja kantin, tak sengaja Ify menubruk seseorang. *eh perasaan banyak acara tubruk2an ya? Gpp deh ya-_-*






“Eh sorry..” ujar Ify Cepat. Yang ditabrak hanya menoleh lalu tersenyum yang sulit diartikan. Agni dan Shilla yang sudah tau dengan siapa Ify berhadapan hanya diam membisu(?).






“kalo jalan liatnya pake mata jangan pake idung” ujar seseorang wanita tadi.






“eh gue kan udah minta maaf” jelas Ify tak terima. Wanita tadi hanya menatap Ify tajam.






“Fy, udah. Lo nggak tau dia siapa? Dia itu ketua eskull musik sementara namanya Zevana. Dia paling ditakutin sama cewek2 disini” bisik Shilla hati2. Ify menelan ludah. “mampus gue!” gumamnya.






“Heh! Nona Alyssa Saufika Umari. Jangan mentang2 lo Waketos baru disini lo seenaknya ngomong gitu sama gue. Dan asal lo tau, gue lebih tua dari Lo. Sopan dan hargai sedikit Nona” jelas Zevana menatap ify tajam. Mendengar itu Ify tak terima.






“Maaf Kakak Zevana, daritadi saya sudah minta maaf. Dan asal kakak tau juga, saya daritadi juga sudah sopan dan tidak bawa2 jabatan. Ehiya, Emm.. Permisi KAKAK” kata Ify santai sambil berlalu diikuti oleh Agni dan Shilla. Para penghuni kantin(?) yang tadinya menyaksikan kejadian ekstrim Ify yang seperti menantang Zevana sekarang nampak membubarkan diri(?).


Zevana mengepalkan tangannya kuat2, mukanya merah menahan malu dan emosi. “Sialan! Awas aja Lo, Alyssa!” batin Zevana.










**










Kegiatan hari ini dicukupkan sudah. Dan seperti biasa, ify dan rio pulang dalam satu mobil yang sama. Ipod biru milik Rio masih setia bertengger ditelinganya. Ify daritadi hanya bungkam sendiri sambil sesekali melirik ke arah Rio.






“kenapa? Lo cacingan? Mata lo ga kedip gitu ngeliat guenya” rio membuka suara, masih sama, tetap dingin.






“ee..enggak..hehe. ohya yo cewe yang difoto lo siapa sih?” tanya Ify penasaran. Rio menoleh kaget, “kok tiba2 nanya gituan?” tanya Rio balik. Ify terdiam. “eh iya kok gue nanya cewek itu mulu deh” batin Ify sambil memalingkan muka pikirannya terhenti pada sebuah objek.






“Eh Pak pak berhenti dulu..” ujar Ify cepat. Mobil berhenti, ify segera meluncur keluar memasuki sebuah toko kecil yang berisi pernak-pernik yang menurutnya unik. Pandangannya tertuju pada sebuah bola kristal beralas berwarna biru yang di dalamnya terdapat dua ekor lumba-lumba yang mengapit sebuah cincin perak. Lucu sekali.






“Mbak yang ini berapa ya?” tanya ify.






“oh yang ini 350ribu neng” ify terdiam, gila mahal banget tapi gapapa deh lucu sih hihi, pikirnya. Segera ify merogoh tasnya, mengeluarkan dompet dan mengeluarkan beberapa uang beberapa lembar.






“Fy, lagi ngapain sih? Cepetan kek” ujar Rio sambil berlalri kecil mengahmpiri. Ify tidak memperdulikannya.






“eh neng, ini kembaliannya. Wah eneng kesini bareng pacarnya yaa” ify yang sedang memainkan bola kristalnya terlonjak kaget, apalagi Rio. Secara Refleks mereka berdua menggelengkan kepala secara bersamaan. Mbak penjual toko tersebut hanya terkekeh. Ify hanya tersenyum lalu berpamitan untung pulang yang diikuti Rio.


**


Tak terasa sudah beranjak 1bulan lebih Ify bersekolah di SMU NUSANTARA, tak lepas dengan pengawasan Sivia. Kekerabatan dengan Shilla dan Agni makin dekat, tak lupa dengan Gabriel, Cakka, Alvin, dan.. Rio.






BRUKK..


Ify menjatuhkan dirinya ke tempat tidur kesayangannya, dia baru pulang sekolah, kepalanya terasa penat hari ini, cape sekali.






“IFYYYYYYYYY” teriak mamanya sambil berjalan menghampiri. Ify yang sedang proses menjalankan aksi terlelap ke dalam mimpinya(?) hanya menoleh malas. “hmmm”






“cepet bangun! Ikut mama, sekarang kamu harus beli baju buat acara entar malem” ujar mama Ify sambil menarik tangan ify yang masih terpaut dengan gulingnya(?)-_-






“haduh mamaaaaa, ify cape tau. Mama sendiri aja deh. Emang acara apaan sih? Kok Ify gatau?”






“pesta Topeng, itu acara itung2 khusus buat penyambutan kamu sebagai Waketos baru. Ayo cepetan ganti baju, mama tunggu dibawah. Cepetan yaa” jelas mama Ify panjang lebar, ify pun pasrah lantas segera bersiap2.






Sudah hampir 1 jam, Ify dan Mamanya memilih baju yang cocok untuk Ify. Setelahnya, ify dan mamanya mampir dulu ke sebuah restoran kecil di mall tersebut. Mengisi perut yang mulai berkoar daritadi.


DRTTTT DRTTTT, hape mama Ify bergetar. Diangkatnya cepat, setelah mengetahui siapa yang memanggil.






“Haloo Pa?......Lagi sama Ify... Hah? Kok bisa? Oh okay mama akan segera kesana... sip tungguin ya pa” Ify hanya mengerutkan keningnya. “dari siapa Ma?”






“dari papa, katanya nenek kita mendadak sakit, mama mau nyusul kesana bareng Papa. Mama duluan deh yaa, abisin makanan kamu, biar mama yang bayar, okay hati2 ya syang ntar pulangnya” jelas mama Ify nyerocos, ify hanya mengangguk saja lalu melanjutkan acara makannya.






Seraya menghabiskan makanannya, ify gunakan untuk melamun. Pikirannya melayang ke ucapan debo dulu “mungkin pacarnya, namanya dea”. hmm.. apa rio masih nungguin dia? Atau... ah nevermind.










**










“kak! Sekarang gimana? Waketos udah ada. Kita ngejabat disini gini2 aja gaada perubahan, cih”






“tenang aja Goldi adikku tersayang, gue bakalan ancurin Osis, secara perlahan” ujar Riko yakin.






“sip! Kalo bisa abisin tuh si Rio!” kata Goldi penuh dengan kebencian. Riko menoleh “nyantai. Sasaran pertama gue, si gabriel dulu, terus basmi deh orang2 disekitarnya” goldi tersenyum puas “ Lo memang the best deh kak” ujarnya.














**






BRUKKK!!






SHILLLAAAAAAAAAA!! Ujar agni,cakka, dan alvin secara bersamaan. Shilla jatuh tersungkur.






“shill lo gapapa?” ujar agni panik. Shilla hanya terkekeh. “gue gapapa kok”






“sok kuat lo” ujar alvin. Shilla mendelik lalu mengambil bola basket yg berada disampingnya dan mengarahkannya pada alvin. Namun naas, tidak tepat sasaran.






DUKKKKK






Awwww! Suara seseorang dari arah belakang, sontak alvin,shilla,agni,cakka menoleh.






“kak Gabriel/gabriel?” ujar mereka bersamaan.






“yel gapapa?” ujar sivia yang memang daritadi sudah berada disampingnya. Iyel mengelus kepalanya pelan mabil menggeleng pelan.






“baek baek lo Shill” ujarnya. Shilla hanya nyengir kuda “sorry kak, ini nih si sipitnya rese” ujar shilla sambil menoleh sinis ke arah alvin.






“gapapa kok. Eh kok belum pada pulang? Entar malem mau dateng kan?” tanya gabriel. “udah pada dapet pasangan?” lanjutnya.






“gue udah sama kodok sipit ini nih” ujar shilla, alvin yang mendengar dirinya disebut kodok hanya melengos kesal. Shilla terkekeh geli.






“kalo gue sih sama yayang agni” ujar cakka santai.






“yayang yayang nenek lo kiper” ujar agni tak terima.






“heh nenek gue udah mati tau, lagian nenek gue mah striker cuy”






“heh ndut, penting amat yang gitu dibahas” ujar alvin. Semua sontak tertawa.






“eh kalo kak sivia sama siapa?” tanya shilla.






“sama gue, ye kan vi?” sivia mengangguk.






“trus gue sama siapa?” ujar seseorang tiba-tiba, debo.






“halah, lu mah sama si bibi siomay aja noh” ujar alvin sekenanya. Debo melengos. Lalu pandangannya terhenti. “eh ik, Oik!” teriaknya. Yang dipanggil menoleh sambil seraya mengahampiri.






“apa bo?”






“Lo udah dapet pasangan belom buat ntar malem?” tanya debo to the point. Oik menggeleng. “sip. Lo sama gue aja yaa” lanju debo. Oik menatapnya kaget lalu mengangguk.


“yaudah, gue duluan. Sampai jumpa ntar malem bo” ujar Oik tersenyum sambil berlalu pergi. “Debo jadi pasangan gue? Apa gue mimpi yatuhan...?” gumamnya dalam hati.










**










Tepat pada pukul 18.30. aula gedung SMU NUSANTARA yang megah ini dihias semewah dan sebagus mungkin. Terlihat disana sudah nampak ramai oleh siswa-siswi, dan pastinya semuanya memakai topeng.






“Gilaaa! Yang ngedekornya siapa deh? Keren banget!” ujat cakka takjub.






“apasih lo kka, norak deh” ujar gabriel.






“cakka mah malu2in mulu kerjaannya” alvin menambahi. Cakka hanya mendengus kesal.






“terus aja terus, gue lagi kan yang kena” resah cakka sambil memainkan topeng yang sedari tadi belum dipakainya(?).






“muka lu muka pembullyan sih” ucap Rio santai.






“hahaha kasian banget si cakka yaa.. duh duh puk puk cakka” ujar gabriel sok dramatis. Semuanya tertawa, cakka hanya manyun.






“eh yo, pasangan lo siapa?” tanya lavin.






“ify” jwabnya singkat.






“ciee, sama ify nih sekarang” goda cakka sambil mencolek dagu Rio. Rio menepisnya cepat.






“apasih main colek2 aja. Gue gasuka sama si Ify cakduttt”






“halah, benci bisa jadi cinta loh yo” ujar gabriel ikut2an. Alvin dan cakka mengangguk menyetujui.






“kok jadi gue yang dibully?” rio mendesul sebal. Semuanya lantas tertawa.






“eh gue nyari pasangan gue dulu yaa” ujar gabriel diikuti cakka dan alvin. Rio mengangguk sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling seolah mencari sesuatu, yah tepatnya seseorang.


Namun aktivitasnya terhenti sesaat ada seorang wanita bertopeng berwarna alumunium yang hampir jatuh tapi untung Rio segera cekatan menolongnya.






“hati hati. Disini lantainya licin” ujar Rio ramah. Wanita itu menatap Rio lekat2, yang ditatap hanya bingung tak menentu. Tak selang beberapa lama, wanita itu memberikan secarik kertas kecil yang bertuliskan. “maukah kamu berdansa denganku, 10 menit saja”. Rio menatapnya heran lalu mengangguk pasrah.






Dilain tempat, tepatnya Alvin dan Shilla mentapa Rio heran.


“Eh itu Rio sama siapa deh?” tanya Shilla smabil menyipitkan matanya.






“ify kali” jawab alvin singkat






“kayaknya bukan. Liat deh”










Rio berdansa hampir 10 menit lebih. Diliriknya jam di pergelangan tangannya.


“maaf ini sudah 10 menit lebih, saya harus mencari pasangan saya dahulu” ujar Rio ramah sambil meninggalkan gadis tersebut. Yang ditinggalkan hanya menatap punggung Rio yang semakin tak terlihat .










CLEPPPP! Mati lampu, mendadak. Dan CKITTTTTTTTTT. Terlihat mobil bemerk mahal berhenti tepat di pintu gerbang. Dan TAP TAP TAP, suara langkah kaki terdengar. Wanita berbalut dress pink muda selutut tak lupa memkai topeng bermarna senada memasuki gedung.






“Huwaaa.. gelap gelap” sivia menjerit pelan histeris, dia phobia gelap. Gabriel yang berada disampingnya menoleh bingung lantas merangkulnya.






“tenang. Gue disini” ujar gabriel. Sivia tersentak dan mulai tenang dengan posisi dipeluk gabriel dengan muka memerah.










BRUKKK.. wanita ber dress pink tadi terpelest dan terjatuh dipangkuan seseorang.


“Eh” refleks kedua secara bersamaan.






“apa ini Rio?”






“apa ini juga Ify?”






Dan CLEPPP lampu menyala kembali. Dilihatnya posisi Rio yang memangku seraya memeluk Ify ditengah pusat gedung. Cahaya lighting dari atas tersorot(?) kepada mereka berdua. Rio menatap dalam ke arah Ify, begitu juga sebaliknya.






“Ini dia, tamu yang kita tunggu2! Sang Ketua Osis dan Wakilnya. Mario dan Alysaa! Mari kita sambut mereka untuk segera berdansa berdua” ujar MC tiba2 membuka suara atas keheningan yang ada di hadiahi sorakan penonton sambil bertepuk tangan.






Ify membenarkan posisinya namun tangannya masih ada di genggaman Rio. Rify tersenyum kerah sekeliling. Alunan musik dimulai. Ify menoleh ke arah Rio lalu berbisik. “yo gue gabisa dansa..” lirihnya pelan. Rio tersenyum geli.






“udah lo ikutin gerakan gue aja, ntar gue kasih tau” jawab rio tak kalah pelan. Ify mengangguk pelan. Rify pun memulai aksinya. Ify yang tadinya masih canggung menjadi biasa saja. Matanya tak lepas dari mata Rio. “matanya ify bening banget, teduh gue liatnya” ujar Rio dalam hati.


“tatapan Rio bikin gue melting! Tajam banget parah, tapi gue suka.. eh gue ngomong apaan sih” batin ify.






Setelah 20 menit Rify berdansa, akhirnya alunan musik pun berhenti. Masih dalam posisi yang sama, tangan ify yang berada di pundak Rio. Dan tangan Rio yang berada di pinggang Ify.


“Ciummm Ciummmm Ciummm!” sorak siswa-siswi serentak membuat Ify terlonjak kaget. Dilihatnya Rio masih tetap menatapnya dalam.






“yo.. lo becan..”






“gue nggak becanda” jawab rio tak kalah cepat “ini permintaan warga sekolah kan?’’ lanjutnya. Ify menelan ludah. Tatapan Rio seakan mengunci pandangan Ify untuk beralih kemanapun. Jarak wajahnya sudah dekat, hampir 10cm lagi. Rio memiringkan wajanya. Ify hanya memejamkan wajahnya pasrah. Hampir dekat dan...






TUKKKK! Suara pecahan balon yang sepertinya terinjak oleh seseorang yang mebuat semuanya menoleh ke arah asal suara tersebut. Rio pun seraya menjauhkan mukanya dan ikut menoleh. Dan ternyata si pelaku adalah gadis bertopeng alumunium yang mengajaknya dansa 10menit itu.


Rio menatapnya lekat2, tiba2 gadis tersebut berlari meninggalkan aula. Rio terdiam beberapa detik lalu terperanjak dan segera berlari cepat mengejar gadis tersebut. Sebelum pergi rio sempat bicara terhadap Ify, “gue keluar dulu, kita pulang bareng. Kalo gue ga balik lebih dari jam 12, lo duluan aja”. Ify yang mendengarkannya hanya terdiam menatap punggung rio yang terus menjauh.


















BERSAMBUNG:-p


Siapa yang betopeng alumunium itu yaa?


Hahaha liat aja next part yaa:p


gimana? Pendek ga? Tambah jelek ya?o.o


Coment, like, saran, kritik, semuanya deh(?) ditunggu yaaaaJ






Terima Kasih:-----)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar