Jumat, 26 April 2013

Love Generation Part 3







LOVE GENERATION PART 3










Matahari sudah menampakkan wajahnya(?). Ify dan Debo masih berlomba memasukan si orange bulat itu ke dalam Ring. Sedang asyik-asyiknya bermain terdengar ada yang memanggil..


“IFY...” Sontak Ify menoleh kearah asal suara tersebut. Terlihat Rio memanggil sambil berlari menghampirinya. Disamping Ify, debo hanya bungkam melihat kedatangan Rio yang daritadi menatapnya dengan sulit diartikan.






“Rio... ngapain mang..”






“bukan urusan lo. Fy lo sekarang ikut gue ke Ruangan ada yang mau diomongin” ujar Rio tanpa memperdulikan pertanyaan Debo –yang terpotong olehnya- sambil menarik tangan Ify paksa.






“Eh.. Eeee.. mau ngapain sih Rio” kata Ify heran sambil berusah melepaskan tangannya.






“eh nyantai dong Bro. Jangan maen kasar sama cewe” ujar Debo tak menerima(?). Rio mendelik tajam.






“gue bilang bukan urusan Lo. Dia tanggup jawab gue” jelas Rio dingin sambil berlalu Pergi tetap dengan tangan yang menggenggam tangan Ify. Debo hanya memilih diam, masih dengan menatap punggung dua makhluk tuhan yang meninngalkannya tadi.


“gue kenapa? Gue cemburu nih ceritanya? Haha” gumam Debo gaje(?).






Diperjalanan, ify hanya diam. Rio yang aneh akn sikap ify pun heran. “lo kenapa deh?”






“gapapa” “ehm.. Yoo?”






“hmm”






“lepasin tangan gue dong..” ujra Ify pelan namun Rio dapat mendengarnya. Refleks Rio melepasnya dan langsung memalingkan muka.






“Sorry, tadi gue Refleks” ujar Rio mengalibi(?). Ify hanya mendengus sebal. “dasar beruang kutub” batinnya.


Sesampainya di Ruangan Osis, terlihat ada Gabriel dengan sesosok wanita cantik berlesung pipit, hmm manis! Pikirnya.






“Permisi...”






“Eh Yo, Fy. Sin masuk! Kenalin nih Fy. Dia akan jadi penbimbing lo sementara.”






“Sivia Azizah”






“alyssa saufika”






“cantik, mirip sama Angel” ceplos Sivia. Gabriel, Ify, Rio sontak kaget. Bagaimana Sivia tau soal Angel? Pikir mereka.


Sadar akan keterkagetan Gabriel,Ify,Rio Sivia langsung mengalihkan arah pembicaraan. “oke Ify, mari kita mulai pembelajarannya” ujar sivia .






“emm.. oke. Dimana kak?”






“disini saja”






“oh oke kalo gitu gue sama Rio pamit dulu. Permisi” pamit Iyel seraya melangakah pergi bersama Rio.






“oke Fy, pertama kamu harus apalkan Buku sejarah, asal usul bagaimana sekolah SMA Nusantara ini terbentuk” suruh Sivia dingin sambil memberikan buku tebal yang tebalnya melebihi kamus besar bahasa indonesia *busetlebay-_-


Ify membuka mulutnya lebar.






“sebanyak ini kak?” ujar Ify tak terima.






“apakah masih kurang Alyssa?” jawab Sivia datar.






“eh..ee..enggak kok. Oke oke” Ify mengalah sambil menelan ludahnya “gila aja-_-“ batinnya.






“oke dua jam lagi saya akan kembali. Dan kamu harus bisa menjawab apa yang saya tanyakan nanti..” ujar Sivia santai, melihat ada siswi yang melewat sivia sontak memanggil “eh Hey kamu!” Siswi itu menoleh sambil berjalan mengahmpiri. “iya? Ada apa nona?’’






“tolong kalin jaga Alyssa. Jangan sampe kabur. Dia harus menghapal apa yang saya perintahkan tadi. Kalo ada apa-apa kalian yang akan bertanggung jawab” ujar Sivia lantas beranjak pergi.






“huaa... bundaaa... anakmu tersiksa.. masa harus ngapalin segini banyaknya. Dikasih waktu dua jam pula. Tadi pas kenalan aja baik banget eh taunya galak kayak macan” cerocos Ify seperti anak kecil, tak sadar Sisiwi tadi hanya menggeleng2kan kepalanya sambil terkekeh.






“Nona.. sebaiknya dihapal dari sekarang” ujar siswi yang satu itu ramah. Ify menoleh lalu mendengus pasrah.






“iyaaa. Eh jangan panggil Nona deh, kita seangkatan ini kan. Panggil aj gue Ify okaaay” ujra ify sambil tersenyum. Siswi tadi hanya membalas dengan anggukan sambil tersenyum ramah.






Sementara itu, Sivia berjalan menyusuri lorong sekolah yang nampak sepi. Hm mungkin sedang proses KBM kali ya, pikrnya. Setelah samapi ke tempat yang ia tuju, yaitu Ruangan yang diberikan khusus untuknya dia duduk sambil mengontrol pikrannya.










“Ngel, gue ketemu sama adik lo Ngel. Ify mirip banget sama Lo. Gue kangen lo ngel. Andai saja lo dulu nggak.. ah! Pokoknya gue akan cari Dia Ngel. Dia yang bikin Lo kayak gini. Gue janji” Tekadnya seperti sedang berbicar langsung terhadap Angel.






Di lain tempat, terlihat Agni,Shilla,Alvin, dan Cakka sedang berada di kantin. Yap, Istirahat sudah mulai beberapa menit yang lalu. Cakka hanya senyum2 sendiri ngeliat agni makan.






“apa lo liat2?” tanya Agni galak.






“eh enggak kok. Lo tambah manis aja deh” cengir Cakka.






“Basi Lo!” cibir Agni.






“eh beneran tau, lo seneng kek digombalin sama gue”






“najis amit2 lo kka”






“udah2 lo pada ribut mulu deh, ganggu aja tau!” Shilla menengahi.






“oh ngerti deh yang keganggu acaranya sama abang apin” ujar cakka Santai. Alvin mendelik lau menoyor Cakka. “Heh ndut kenapa jadi bawa2 gue” bantah Alvin.






“tau nih si cakka, orang keganggu acara makan gue kok bukan apa2” shilla memberi alasan(?) yang diangguki alvin.






“iyadeh orang ganteng ngalah” shilla, Alvin, Agni tak menanggapi. Mereka udah terbiasa kalo cakka narsisnya kumat harus didiemin biar dia cape sendiri haha.










***










Ify daritadi mencak mencak sendiri. Dia baru sebagian hafal isi dari buku pendalaman tadi.


“huaaaaaaa mumet mumet, kepala gue bisa bocor lama2” cerca Ify. Namun tiba2 saja ide briliant pun muncul. Segera ify merogoh tasnya dan mengambil sebuah pulpen. Lantas di segera menulis isi buku sebagian lagi belum hafal di telapak tangannya. *emang cukup? Cukupin aja. Gausah ribet:-p #abaikan-_-






Tak selang beberapa menit, sivia datang dan langsung mengahampiri Ify. “Bagaimana Ify sudah Siap?” Ify menoleh lalu mengangguk pasrah.


Mungkin dewi Fortuna belum berpihak padanya, Pada pertanyaan terakhir Ify tidak bisa menjawab, dia lupa. Ify hanya bisa menggigit bibirnya. Sivia berbalik menghampiri siswa yang menjaga Ify tadi.






“kamu tidak bisa menjaga Alyssa dengan Baik” Ujar sivia dingin. “mana tangan kamu” Siswi tadi menyodorkan tangannya pasrah sambil menunduk pasrah. Sivia mengambil penggaris dan bersiap2 memberikan hukuman kepada siswi tadi namun dapat di cegah oleh Ify.






“Eh Tunggu!” ify refeks memegang tangan sivia dan kaget juga melhat tangannya. “oh iya, gue lupa! Contekan tadi” batin Ify.






“kenapa Alyssa?” tanya Sivia.






“saya mungkin bisa menjawab pertanyaan tadi” jawab Ify mantab. Siswi tadi hanya tersenyum.










****










Sepulang Sekolah






“heh” sadar panggilan tadi untukknya Ify menoleh. Dilihatnya Rio berjalan menghampirinya.






“nama gue IFY bukan Heh” cibir Ify.






“giamana tadi pendalamannya?” tanya Rio tanpa memperdulikan cibiran Ify tadi. Ify mendengus. “huftt, baru beberapa hari aja gue udah cape” keluh Ify. “gue disini kayak di penjara di neraka” lanjutnya.






“jangan asal ngomong, lo belum terbiasa aja” jawab Rio. “Eh iya, nih buat lo” rio merogoh sakunya dan memberikan Ify sebuah Permen. Ify mengerutkan keningnya sambil menerimanya.






“tumben baik. Makasih deh” ujar ify sambil mengambil permen tersebut.






“itu dari temen gue, Debo” ujar Rio cepat.






“oh dari dia, yaudah deh gue cabut ucapan terima kasih gue tadi” ujar Ify Santai.






“nggak butuh juga” kata Rio dingin sambil berjalan terlebih dahulu.






“ih dasar beruang kutub!” gumam Ify lantas melanjutkan perjalanannya menuju mobil.










***










Sivia sedang membereskan berkas2 di ruangannya sampai sebuah ketukan pintu menghentikan aktivitasnya.






“permisi”






“Silahkan Masuk” ujar Sivia. Tak lama seorang laki-laki masuk dan mengahampirinya. Sivia tercekat, darahnya seakan berhenti mengalir, dadanya tiba-tiba sesak. Namun dia berusaha biasa.






“Maaf mengganggu, ini ada berkas dari MPK buat lo tandatanganin” ujar laki-laki itu. “oh iya kenalin, Gue Riko menjabat di Sekbid4” lanjutnya sambil mengulurkan tangannya. Sivia membalasnya dengan gugup. Riko tersenyum “oke gue pamit dulu” Riko beranjak pergi.


Sivia terduduk lemas. Ingatannya kembali ke kejadian kelam dulu. “dia..dia...arghhh gatau! Gue mau pulang” Sivia langsung membawa tas nya dan lantas keluar.


Diperjalanan, Sivia terus melamun. Pikirannya bercampur dan tak sengaja dia menubruk seseorang.


“Eh maaf” ujar sivia merasa bersalah, dilihatnya seorang wanita dihadapannya. Hatinya kembali sesak, rasanya sulit bernapas.






“gapapa, eh lo yang pindahan dari jerman itu yaa. Ohiya kenalin gue Zevana sekbid4” ujar wanita tadi yang ternyata adalah Zevana. Sivia diam sambil membalas uluran tangan Zevana.






“Sivia, Siva Azizah. Ohiya, gue duluan yaa” ujar Sivia gugup. Zevana hanya menatapnya heran. “aneh..” pikirnya.


Sivia bergegas masuk ke dalam mobil Jazz putih miliknya dan beranjak pergi. Diperjalanan sivi sedang mengatur pikirannya yang tak menentu. “Ngel.. Gue ketemu mereka.. Gue harus gimana?..” Lirihnya.






“dan gue ngerasa Antonio gue hadir. Gabriel? Apa mungkin dia?...”










***










Rio telah Sampai di rumahnya, terlihat kakaknya. Dayat yang umurnya beda 1 tahun darinya sedang menonton TV.


“Eh halooooo adikku paling ganteng tapi masih gantengan gue hehe” ujar Dayat narsis-_-






“kak dayat? Kapan lo pulang dari Singapore?” tanya Rio antusias






“tadi pas lo berangakat sekolah, gue pulang. Kesel deh di rumah gaada siapa2” keluh dayat seperti anak kecil. Rio terkekeh. “eh gimana Sekolahnya? Katanya wakilketua udah ketemu? Kalo gasalah namanya emm. Alsa eh All em..” cerocos dayat sesat berpikir keras.






“Alyssa! Just call Ify, ribet deh” jawab Rio cepat






“Nah itu, cantik ya orangnya?”






“apasih lo kak” Rio ngeles.






“alah adik gue kayaknya lagi jatuh cinta nih haha, eh yang lagi di Aussie udah lupa nih ceritanya?” ledek Dayat. Rio terdiam lalu menggeleng. “gatau.. hati gue masih buat dia atau enggak, hmm maybe i’m still waiting For Her” ujar rio pelan. Dayat hanya tersenyum sambil merangkul adik tersayangnya itu.










“udahlah, kenapa jadi melow gini sih, masa gue baru pulang lo udah manyun aja. Main PS yuk!” ajak Dayat yang diangguki Rio. Mereke pun beranjak menuju ke kamar Rio. Di sela perjalanan dayat berbicara “eh tapi wakil lo itu manis deh asli, cocok banget sama lo” Rio menoleh sambil tersenyum.






Dayat, kakak Rio yang satu ini emang selalu bisa mengerti tentangnya, bisa menebak apa yang sedang mengganjal di hati dan pikirannya. Kalian tahu? Dulu dayat sekolah di SMU Nusantara juga, namun di memutuskan pindah ke Singapore dan memilih SMU dan Kuliah disana. Dayat Pindah karena 2 sahabat yang disayangnya telah pergi, yang satu meninggal dan yang satu lagi menghilang. Yap, sejak kejadian itu.. Rio pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya memilih diam. Alasan yang tak logis kan? Ah Yang penting, kakak tersayangnya ini selau ada untukknya.










***






Sivia sedang melamun dikamarnya. Menenangkan hati dan pikirannya. Dia menoleh ke laci meja belajarnya, membuka, dan mengambil sebuah kotak musik. Bukan sekedar kotak musik, namun benda ini berharga untuknya, penenang hatinya.


Spesial For My Cleopatra..


JRENGGGG.. *anggap suara gitar:-p*






This is How I Feel


Whenever I'm With you


Everything is all about you


To Good To Be True..






Somehow I just can believe


You can Lie Your Eyes On Me


If this is a Fairytale


I wish you will and Happily


Eventhought We are apart


I can Feel You here next to me Here and I,


I would Love Stay With Me..






Let me Love you


With all My Heart


You are the One for me


You are the Land and My Soul


Let me Hold you With My Arms


I Wanna feel Love again


I Wanna feel Love again


I Wanna feel Love again


And I Know, love is you..






From secret admirer, Your Antonius






Kotak musik itu berhenti. Sivia tersenyum “seandainya lo ada disini gue pasti tenang dan nyaman, antoniusku” lirihnya.


Tok..Tok..Tok...






“Via..” terlihat mamanya masuk sambil mendekati putrinya ini.






“Eh iya ma?”






“Gini,,soal perjodohan kamu..”






“udahlah ma, gausah ngebahas itu. Lagian via udah bilang gamau kan” ujar sivia kesal.






“tapi papamu akan..”






“oke cukup ma, udah jangan pikirin dulu kayak gini. Via cape mau tidur”






“yasudah, mama keluar dulu ya sayang..” ujar mamanya pasrah sambil mencium kening anak tersayangnya itu. Sivia mengangguk lalu menyimpan kotaknya dan beranjak tidur.














Bersambung:-p


Debo Ify? Rio Ify?


Gimana sama Agni, Shilla, Cakka, alvin?


Eh emang yang lagi ditungguin Rio siapa yang di Aussie? Hayooo siapa hayoo_-_


Hmm.. Cleopatra? Antonius?


Oh iya emang kejadian beberapa tahun lalu itu gimana? Menyangkut Angel? Sivia?


Sivia kayaknya menemukan apa yang ia cari #kode :p


Eh udah ah kok jadi gue yang banyak tanya ya mueheheh


Tambah jelek yaa? Pendek? Sorry emang otak saya ya segini(?) idenya juga biasa2 aja-_-


Maklum pemula._.


Okaaay guyss Kritik dan sarannya jangan lupa yaaJ






Thankyouuuuuuuuuuuuuu;--)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar