Jumat, 26 April 2013
Love Generation Part 6
LOVE GENERATION PART6
BRUK! Sudah beberapa kali agni menshoot bola berwarna orange ini kedalam ring, namun tetap saja, Gagal. Keringat membanjiri wajahnya, dengan nafas yang tersenggal-senggal Agni coba melakukan shoot kembali dan BRUKK masih saja bola memantul ke asal arah. Agni menunduk lalu menghempaskan tubuhnya untuk duduk, dengan kaki yang diselonjorkan(?) Agni mencoba mengarur nafasnya sebentar dengan mata terpejam, pikirannya sekarang sedang tidak menentu, rasanya ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.
“gue kenapa sih?” tanyanya pada diri sendiri(?) seolah dia tidak tahu apa jawabannya, agni hanya menghela nafas lalu membuangnnya bebas.
Agni mengedarkan pandangannya ke sekeliling, dia berada di lapangan basket sebelah taman komplek. Diliriknya ke atas, udah siang ternyata pantes panas, gumamnya. Angin semilir menerpa wajahnya, dia memngingat kejadian beberapa waktu kebelakang, disaat dia dipertemukan dengan seseorang di lapangan basket ini, dan stop! Agni terpaku, ini jawabannya ini! Cakka Kawekkas Nuraga, eee WHAT?
“kayaknya gue kena karma..” gumamnya kecil
**
Keesokan harinya, aktivitas berjalan seperti biasa, Ify pun sudah ditempatkan di kelas X-4 tepatnya kelas Agni dan Shilla. Meski jadwal pelatihan Osis sudah selesai, Sivia dengan senantiasa membimbing Ify jika ada problem apapun, sekarang pun Sivia telah menjadi warga sekolah SMU Nusantara dan menjabat di anggota Osis Tetap.
IFY, shilla, dan tentunya Agni tengah berjalan keluar kantin, setelah mengisi perutnya yang daritadi berkoar minta diisi. Shilla dengan snack yang berada di genggaman tangannya, Agni dengan telinga yang tak pernah lepas dari ipodnya, dan Ify yang tengah berkutik dengan ponsel I-Phonenya dengan lankah santai berjalan menyusuri koridor sekolah, tak hayal para siswa sekali-sekali melirik para gadis yang telah menjadi the most wanted girl di sekolah ini dengan bakat dan Fisik yang cantik seperti mereka, apalagi Ify yang engah naik daun(?) haha siapa sih yang nggak kenal sama waketos baru SMU NUSANTARA?. Namun langkah shilla terhenti mendadak, membuat Ify dan Agni terlonjak kaget sambil menatap heran ke arah shilla.
“apaan sih Shill..” ujar agni bingung.
“hehe sorry sorry, liat tuh” ujar Shilla terkekeh pelan sambil mengarahkan pandangannya. Sontak membuat Ify dan Agni melihat kemana arah pandang shilla. Terlihat, Rio Cakka Alvin tengah bermain basket dengan berbalut pakaian masih seragam sekolah, dasinya yang melonggar, baju putih yang agak keluar, dan keringat yang mengucur di pelipis mereka ditambah sorotan cahaya matahari pun membuat semua siswi menjerit histeris.
'ketos kok bajunya keluar gitu? dih gue bilangin kak iyel baru tu rasa" cibir Ify membatin.
“terus? Apa hubungannya sama gue?” tanya agni yang diangguki oleh Ify.
“haha ayodeh lo semua jangan pada jaim gitu, intinya gue mau liat mereka main basket titik, gaada protes!” jelas Shilla sambil menyeret kedua temannya menuju pinggir lapangan, Ify dan Shilla pun hanya ikut pasrah.
Setelah mencapai tempat menonton yang aman, shilla menatap ke arah Lapangan dengan semangat. Ify dan Agni yang paham akan tujuan arah pandang Shilla pun hanya melengos sebal. Diliriknya jam tangannya.
“eh eh Woy! Bentar lagi jam istirahat abis Woy, ayok ke kelas!” ujar Agni tersadar.
“jam pelajaran kosong, guru-guru pada rapat, jadi kita bebas guys” jawab Shilla santai. “eh eh siapa tuh?” lanjutnya. Agni melirik ke arah lapang lalu menggeleng pelan.
“Fy..”
“hmm”
“Fy”
“apaan sih”
“liat deh Fy..” ujar Shilla. Ify yang sedari tadi asyik dengan ponselnya pun lantas melirik ke arah Lapang. Setelah tahu, siapa yang dimaksud Shilla, Ify langsung membuang muka seakan Fokus terhadap ponselnya. Agni dan Shilla pun hanya saling tatap, bingung.
“lo kenal siapa dia?” tanya Shilla
“gatau” ujar Ify singkat lalu kembali Fokus mengutak-atik ponselnya, sesaat sesudah itu Ify mengarahkan matanya ke arah lapangan lagi, seakan memastikan sesuatu, Ify menyipitkan matanya lalu membuang nafasnya pelan. Dilapang, terlihat Alvin cakka dan Rio tengah duduk di pinggir lapangan dengan seorang gadis berada disamping Rio sambil menenteng sebotol air mineral dan sebuah handuk kecil.
“dia pasti Dea” lirihnya. Agni Shilla menoleh heran. “dia pacar Rio.” Lanjutnya, Shilla dan Agni pun hanya mengangguk paham, tak ingin menanyakan yang lebih lagi.
IFY mencoba menetralisir hati dan pikirannya yang tiba-tiba kacau setelah melihat adegan tadi. Ify menggeleng kepalanya pelan, namun tetap saja, pikirannya tertuju pada hari kemarin, dimana dia mengalami desiran hebat yang menyerbu jantungnya, saat pelukan hangat yang mendekapnya tulus didepan laut yang biru. Ify menutup matanya sejenak. Kemudian pikirannya melayang entah kemana, hmm apa kejadian kemarin hanya sebatas pelampiasan Rio saja? Atau.. ah nevermind! Toh sekarang Ify telah melihat dengan mata kepala sendiri, melihat betapa perhatiannya dea terhadap Rio dan Rio yang merespon dea dengan tulus. Dan Perasaan ini? Apa gue cemburu? Gumamnya dalam hati.
“guys ke kelas yu pusing nih gue” ujar Ify sambil memencet-mencet(?) dahinya.
“lo kenapa? Sakit?” ujar Agni panik.
“kita ke UKS yuk cepet” ujar Shilla tak kalah panik.
“ahelah lo bedua lebay deh, cuman pusing doang kok” jawab Ify cepat, Agni dan Shilla hanya terkekeh kecil. Kemudian segera beranjak menuju kelas.
“shill kenapa kemaren sms gue gadibales?” tanya Ify.
“shill?” panggil Ify.
“ASHILLA ZAHRANTIARA WOY!” panggil Ify teriak, Shilla hanya menoleh dengan mulut berisi penuh snack. Ify yang melihatnya pun hanya mendelik sebal, agni tertawa puas melihat tingkah dua sohibnya ini.
“sialan lo nggak ngedengerin gue ngomong, makan mulu lo!” cerca Ify sambil merampas snack chitato digenggaman shilla, shilla pun hanya nyengir pasrah.
“njir muka lu kocak shill, segitunya liat si kodok alpin hahaha” ujar Agni ngakak dibalas dengan pelototan shilla. Ify pun tak menghiraukan kedua temannya ini, dia asyik memakan snack chitato hasil rampasannya tadi. Sesaat ingin memasukan sebulat(?) chitato kedalam mulut, aktivitasnya terhenti sejenak, tak sengaja Ify menangkap pandangan yang tak mengenakkan hatinya, dilihatnya Dea yang tengah mengusap keringat Rio, selang beberapa detik pandangan Mereka bertemu sesaat. Ify tersadar lalu kembali mengunyah snack yang hampir masuk ke mulutnya sambil membuang muka dan berjalan lurus tanpa memperdulikan Agni dan Shilla yang tertinggal di belakangnya. Pikirannya bercamuk kembali, kemudian Ify tersadar saat mendengar suara teriakan orang memanggil namanya, ify menoleh sampai semuanya menjadi gelap.
**
RIO, Alvin, dan Cakka tengah berada di pinggir lapangan. Tenaganya terkuras setelah bermain basket. Keringat bercucuran di pelipis mereka. Alvin lantas meneguk air mineral yang sempat tadi ia bawa, Cakka Menoleh.
“pin, bagi minumnya dong, ausssss” ujar Cakka sambil sesekali mengelap keringatnya.
“pun pan pin, nama gue Alvin! A-l-v-i-n. Nih” jawab Alvin sambil melempar pelan botol minumannya dengan sigap cakka menangkapnya lalu segera meneguknya.
“oh iya Yo, tumben lo kemaren ga ikut maen basket bareng kita2? Kemana lo? Kata nyokap lo, lo lagi keluar?” tanya Alvin bertubi-tubi, Rio menoleh lalu sesaat tersenyum sendiri. Cakka dan Alvin yang melihatya pun hanya menggeleng pelan.
“cakk sohib lo kayaknya mulai gila deh”
“itu kan sohib lu juga begoooo”
“oh iya gue lupa hehe”
“apaan sih lo bedua, gaje amat” lerai Rio.
“mirror bang! Lo kali yang gaje, senyum-senyum sendiri gitu. Otak lo mulai geser?” ujar Cakka sebal.
“ngeh. Gue kemaren ke rum..”
“Rio!” panggil seorang gadis yang membuat semua menoleh ke asal suara, terlihat Dea yang membawakan Handuk dan Air mineral ditangannya. “nih” lanjutnya sambil menyodorkan sebotol air, Rio tersenyum sambil menerimanya. “makasih”
“Loh?dea? kapan lo balik?” tanya Alvin bingung, dea menoleh lalu tersenyum. “kemaren-kemaren kok vin” jawabnya, alvin mengangguk paham.
Dea yang melihat keringat yang membasahi wajah Rio segera mengeluarkan handuk lalu membersihkannya. Rio terlonjak kaget atas perlakuan dea yang secara tiba-tiba ini pun mencoba biasa, dea pun hanya tersenyum, Rio membalasnya lalu segera membuang muka dan mencari kesibukan lain sampai pandangannya bertumpu pada satu Objek yang menarik, Ify. Pandangan mereka bertemu sesaat. Ify membuang muka sambil mengunyah snack yang berada ditangannya. Rio menghela nafas, namun tibatiba dia terkesiap sesaat melihat bola volly melayang menuju ke arah Ify. Rio bangkit sambil menepis tangan dea.
“IFY!! AWAAAASSS!”teriak Rio, Ify menoleh. Namun terlambat, Bola tadi meluncur tepat dibagian kepala Ify. Ify yang kaget pun limbung dan ambruk, dia pingsan dengan snacknya yang berhamburan kemana-mana. Rio segera berlari menghampiri Ify yang terkulai lemah di pinggir lapangan, disusul Agni, Shilla, Cakka, Alvin, dan Dea.
“bawa Ify ke UKS Yo” ujar Cakka Cepat. Rio segera memangku Ify dan berjalan cepat melewati kerumunan siswa, sesaat melewati Dea yang memandang tak suka ke arahnya, Rio melirik sebentar.
“dia tanggung jawab gue!” dinginnya berbisik ke arah Dea, Dea yang mendengarkannya pun hanya melengos kesal dan beranjak pergi.
**
IFY perlahan membuka matanya pelan, dilihatnya Rio tengah menatapnya khawatir, diedarkannya pandangannya sekeliling, kosong, hanya ada dia dan Rio diruangan ini. Dengan segera Ify bangkit, namun ditahan oleh Rio cepat.
“jangan gerak dulu, nih minum” ujar Rio sambil menyodorkan segelas teh hangat, dengan Ragu Ify menerimanya tanpa berbicara satu kata pun.
“Lo ngapain ngelamun gitu sih, jadi gini kan” lanjutnya. Ify hanya diam, Rio menatapnya heran. “Lo kenapa? Sakit?” lanjutnya. Ify tetap diam sambil menyerahkan gelas tadi, lalu segera bangkit dan perlahan keluar ruang UKS. Sesaat diambang pintu, Ify berhenti sebentar, “makasih” ujarnya datar lantas melangkah keluar. Rio hanya terpaku sambil menatap punggung Ify yang hilang dibalik pintu UKS. “aneh” gumamnya.
**
BRUKKK!
“eh maaf” ujar Ify sambil berjongkok seraya membereskan buku-buku yang berjatuhan, dia sekarang tengah berada didepan kelas, tepatnya Ify baru mengambil tasnya.
“gapapa” ujar terdakwa, ify menoleh sambil bangkit.
“Lo?”
“lo Dea ya? Kenapa? kaget?” Ujar Ify polos sambil tersenyum penuh arti. Dea menatap Ify tajam lalu mengambil salah satu buku catatan yang berada digenggaman Ify.
“Alyssa Saufika.. ehm nama yang Lumayan Bagus” ujar Dea sambil menegembalikan buku Ify secara Kasar.
“kenapa? heran?” tanya Ify sambil menepiskan poninya.
“nggak, gapapa cuman emmm aneh aja. Oh iya soal yang di pesta topeng kemaren Gue rasa Rio mau nyium Lo itu cuman sandiwara, soalnya kan dia cinta sama Osis trus dia juga gamau dikabarin sama media-media.” Ujar Dea santai.
“penting banget ya yang gitu dibahas, udah beres ngomongnya?” tanya Ify sambil tersenyum manis, Dea mendelik sebal.
“Belum! Satu Lagi! Rio nggak mungkin pergi dari gue, soalnya kita sama-sama cinta, So? Lo jangan jadi ‘makhluk tak di undang dalam hubungan kita’ okay nyonya alyssa” jelas Dea.
“maaf nona Dea, saya tak pernah ada niat sedikitpun ingin mencampuri urusan ataupun hubungan orang. Dan mungkin ada yang salah dalam omongan Lo tadi, hubungan Lo sama Rio? Setelah Lo pergi ninggalin Rio Emang masih jadian ya? Trus Lo tiba-tiba dateng kesini buat ngeraih cinta Lo lagi? Setelah Rio menderita? Oppss aduh keceplosan” Ujar Ify sambil pura-pura mengatup mulutnya sambil memasang mimik merasa bersalah, Dea mengepalkan tangannya kuat kuat.
“Eh woy ada apaan Sih De?” ujar Andre –teman Dea- datang, Sontak memuat Ify dan Dea menoleh.
“Dre apa bener gue sejahat itu?” ujar Dea sambil memasang mimik sedih, Andre menatapnya heran.
“maksud Lo?”
“apa bener Rio udah nggak butuh cinta gue lagi?” jelas Dea dengan nada yang dibuat-buat akan menangis, Ify tersenyum simpul “airmata buaya” batinnya.
“Heh, maaf Nona Wakil Osis, asal Lo tau ya Dea itu sangat ‘ada’ dalam cinta Rio tau”
“ohiya, tapi saya gamau tau kok hehe, duluan ya” ujar Ify berlalu melangkahkan kakinya menuju parkiran.
***
Gue tunggu di parkiran, kita anterin kerang ungu itu sekarang.
Rio.
Send! Setelah memastikan sms terkirim, Rio segera memasukan handphonenya kedalam saku. Dia sekarang tengah dibangku dekat parkiran dan tak jauh dari mobilnya, yap tadi pagi Rio menyuruh sang sopir yang biasa menjemputnya dengan Ify untuk tidak datang ke rumahnya dengan alasan saat pulang sekolah ada urusan penting. Diedarkan pandangannya, ternyata Ify belum datang juga.
“woyyy broh!” Rio terlonjak kaget sambil mengsap-ngusap dadanya tanda dia kaget *halah*
“cakduttttt bikin gue kaget aja” cibir rio, cakka hanya terkekeh pelan.
“lagi ngapain lo kayak anak ilang disini?” tanya Alvin
“lagi nungguin orang”
“siapa? Oh pasti dea ya?” tebak cakka asal.
“sok tau lo ndut”
“ndut mulu, lo kira gue bad.. eh dea tuh, bener kan kata gue” ujar Cakka bangga. Rio dan Alvin menoleh, terlihat Dea menghampiri dengan langkah sedikit berlari.
“hai Yo!”
“eh, hai de” jawab Rio kikuk.
“waaa kayaknya gue harus nyamperin yayang agni nih” ujar cakka cepat.
“yoi. Gue juga harus nyamperin yayang shill.. eh apaan deh, lo sih ndutt refleks kan gue”
“ciee sipit glodok sama shilla nih ceritanya”
“bodo! Yg penting sekarang kita cabut!” sebal alvin sambil menarik Cakka menjauh. Rio dan Dea hanya terkekeh melihat kelakuan teman2nya itu.
“emm, lagi ngapain disini yo?” tanya dea lembut.
“lagi ada keperluan” jawab Rio seadanya.
“keerluan ap..”
“sorry de gue lagi buru-buru” potong Rio cepat sambil bangkit.
“yo..” panggil dea tak kalah cepat sambil menarik lengan Rio, dan mendekapnya erat. Rio membulatkan matanya lebar2, diedarkannya pandagannya sekeliling takut2 ada yang melihat, rio melepas pelukan dea ceapt.
“Lo kenapa sih de?”
“jangan tinggalin gue..”
“dea, gue cuman mau pergi bentar doang. Sedangkan Lo? Pergi berapa lama hah?” ujar Rio jadi emosi sendiri.
“lo kenapa jadi gini sih? Lo berubah tau nggak. Atau gara-gara ‘cewek itu’ hah?”
“de..”
“dulu lo bilang hati lo hanya buat gue.”
“maaf..”
“cuman itu?” dea menatap Rio sinis lalu segera berlari menjauh, airmatanya sudah merembas keluar. Rio terpaku melihatnya, namun tak kalah kaget ketika melihat laju mobil pribadi cepat sedangkan dea yang tengah berlari tanpa arah.
“DEAAA!!! AWASSS!!”
CKYITTTTT!!! BRUKKK!!!
***
“fyyyyyy gawat!!!” seru shilla heboh. Ify yang sedang membereskan buku2nya pun menleh kaget, sekaligus penasaran.
“kenapa?”
“Rio.. Rio..”
“rio kenapa ashillaaaa?”
“kecelakaan, dia diruang kesehatan sekarang”
“APAAA?!!” Ify panik. Segera digendongkan tas nya dan berlari cepat menuju ruang kesehatan, dan sial! Ify baru sadar letak ruang kesehatan itu tak sedekat yang ia kira, ia masih harus melewati dua gedung, hah? Dua gedung? Panteslah, SMU ini kan gedenya naudzubillah.
Setelah sampai di depan ruang UKS. Dahi ify mengkerut, kenapa banyak paparazi gini sih? Pikirnya. Tak satu atu dua paparazi disana, mungkin ada enam sampai tujuh paparazi. Setelah Ify berbisik pada salah satunya, “permisi..” sontak membuat semua menoleh dan langsung memberinya jalan, bisik demi bisik terdengar oleh Ify tapi bodo amat, yang penting sekarang adalah Rio! Dengan cepat ify membuka pintu dengan pelan tapi pasti, namun gerakannya terhenti. Dilihatnya dea dengan cekatan mengobati luka Rio. Paham, batin Ify. Lalu segera menutup pintunya kembali dan beranjak pergi darisana. Sebelum pergi pun Ify tersenyum kepada paparazi yang tengah memperhatikan ekspresi mimik muka ify.
***
“Fy..”
“Fy?”
“IFYYYYY” panggil agni, shilla sedikit agak teriak. Ify menoleh sebal.
“apaan sih?” jawab ify seadanya. Agni shilla saling tatap bingung, seakan berbicara si-ify-kenapa-deh.
“gimana keadaannya Rio?” tanya Agni hati-hati. Ify yang tengah menyibukkan diri dengan Iphonenya pun terhenti lalu menghembuskan nafas lelah kemudian menggelengkan kepalanya pelan “gatau” lirihnya. Agni dan Shilla saling bertatap bingung, lagi. Ify hanya tersenyum kecut mengingat apa yang ia lihat tadi di ruang kesehatan, lagi-lagi perasaan seperti gerah ini menyerang hatinya, namun Ify menepisnya kuat2 lalu menggeleng pelan, sampai matanya bertumpu pada seseorang yang tengah asyik memainkan bola oranye di tengah lapang, Ify meyipitkan matanya lalu segera bangkit.
“Ag, Shill gue kesana dulu ya. Kalian pulang duluan aja” ujar Ify sambil melangkahkan kaki menuju lapangan, Agni dan Shilla pun hanya mengangguk kecil dan segera beranjak menuju parkiran tepatnya untuk segera pulang.
IFY dengan santai berjalan lurus menuju lapangan, sekolah memang sudah terlihat sepi. Maklum sudah jam pulang sekolah, anak2 Osis yang biasanya masih ada disini juga tidak terlihat.
“debo..” panggil Ify
BRUKKK! Debo yang sedang ingin menshoot bola menoleh dengan kaki yang terlipat dan tali sepatu yang terlepas yang terinjak pun terjatuh, Ify membulatkan matanya, debo meringis.
“lo gapapa?” tanya Ify panik.
“haha gapapa. Cuman kaget aja tiba-tiba lo manggil gue, belum pulang? Kok nggak bareng sama..”
“nggak!” potong Ify cepat. Debo yang melihat mimik muka Ify yang terlihat menjadi badmood pun mengkerutkan keningnya.
“emm yaudah. Maen yuk! Lo punya utang skor sama gue” ujar Debo tersenyum sambil menarik tangan Ify refleks, Ify pun hanya ikut pasrah.
Grep! Tangan kiri Ify yang terbebas diraih seseorang dengan cepat. Ify dan debo sontak menoleh. Kemudian Ify berontak.
“ayo pergi” ujar Rio dengan nada dingin.
“lo apa apaan sih gue mau..”
“apa lo udah lupa?”
“gue bisa anterin kerang itu sendiri” jawab Ify dengan nada tak kalah dinginnya dengan tangan yang mencoba mendribble bola menuju Ring, mencoba biasa. Rio menatap tajam Ify dan kemudian menarik tangan Ify lagi.
“pokoknya ikut gue!”
“gue gamau, Mario!”
“Yo.. udahlah Ify juga udah bilang nggak mau kan” lerai debo pusing sendiri. Rio menoleh tajam.
“udah gue bilang, bukan urusan Lo.” Jelas Rio dingin sambil menarik paksa Ify dari tempatnya(?). Ify yang tadinya berontak pun menjadi pasrah, tangan Rio terlalu kuat untuk seorang Ify yang kecil mungil begini. Debo melihat punggung RiFy yang menghilang di tikungan gerbang sekolah pun menghela nafas, mengambil bola dan..
BRUKKKK! Bola masuk dari jarak yang cukup jauh.
“PAPARAZZI BUBAR!” ujar Debo tajam sambil berlalu pergi. Paparazzi yang tengah meliput adegan tadi ditempat persembunyiannya pun kalang kabut untuk segera pergi.
Bersambung..
HAHAHAHA ketawa yukkkkkkk:(((((mialloh ini ancur banget ya? mentok banget soalnya:""") gapapa yang penting udah berusaha(?)
kemaren spesial part rify tapi mulai dari part ini problemnya mulai keluar..........eeekode.
mohon banget2an dibutuh sarannya guysssss gapapa like dikit juga tapi komen banyak(?) *nawar*
haha yang minta tag buru comment okay:)
Thankyouuuuuuuuuuuu:----))
Love Generation Part 5
LOVE GENERATION PART5
RIO berlari keluar aula gedung berniat mengejar wanita -yang menurutnya misterius- itu. Setelah menemukan apa yang ia cari, tepat di taman tak jauh dari aula gedung sekolah wanita tersebut duduk, Rio berjalan menghampiri. Melihat wanita itu membuka topeng, Rio terkejut. Gadis yang ia tunggu tunggu untuk pulang, gadis yang mengisi hatinya dulu. Eh dulu? Sekarang? Hah entahlah, Rio pun masih bingung apakah hatinya masih tertuju pada wanita ini atau tidak.
“Dea..” lirih Rio pelan.
“Hai Yo..” Dea menoleh sambil tersenyum. “duduk” lanjutnya. Rio yang daritadi masih dalam posisi berdiri segera duduk disamping gadis itu, yang ternyata adalah Dea. Setelahnya, keadaan menjadi hening, bungkam.
“kapan lo pulang? Kok nggak ngasih tau gue?” tanya Rio seakan memecah keheningan.
“tadi pagi, namanya juga suprise” jawab dea sambil tersenyum. Rio pun tersenyum melihatnya.
“Ehm, Yo yang tadi itu hanya sebatas permintaan siswa siswi kan ya?” ujar Dea tiba-tiba seakan Rio menjawab ‘iya’. Namun lain, mendengarkan pernyataan dea tadi, Rio malah bungkam tak menjawab entah apa yang dipikirkan atau mungkin dirasakannya saat ini, dia merasa ingin protes dengan hal yang diucapkan gadis yang berada dismapingnya ini, ah Nevermind!
“lo pulang ya pasti lo cape, gue anterin” kata Rio. Dea hanya menoleh heran lalu mengangguk kecil. Rio berjalan mendahuluinya menuju tempat parkir . Dea mengekor dari belakang.
**
Setelah kejadian Rio yang hampir mencium Ify, sosok gadis misterius, dan Rio yang berlari keluar tadi Acara Pesta topeng tetap dilanjutkan, itu karena komando Gabriel yang selaku Ketua Panitia acara ini. Semakin malam acara semakin ramai dan Meriah. Semua siswa nampak begembira, namun tidak dengan wanita manis berdagu tirus ini.
“wanita tadi siapa ya? Kok gue ngerasa dia itu dea deh” ujar wanita manis berdagu tirus ini yang ternyata adalah Ify.
“dari sorot mata Rio tadi sih mungkin iya” lanjutnya sambil memutar mutar I-phoneya daritadi. Sesekali ia melirik jam yang tertera di layar hpnya, merasa ada yang kurang dia menghela nafas.
Dilain tempat,Seperti biasa, Alvin dan Shilla sedang beradu mulut ria(?), Cakka juga tak capenya menggona Agni yang sedari tadi hanya bisa mencibir tak jelas(?).
“Ag, lo Cantik pake 1000 banget deh malem ini” ujar cakka.
“makasih” jawab agni singkat padat dan jelas. Cakka menghela nafas, begitu susahnya dia meluluhkan hati gadis yang berada didepannya ini.
“oh iya Ag”
“hmm”
“bapak lo tukang kendang ya?” agni melotot, mendelik sebal. “bapak gue presiden” jawabnya kesal.
“aelah Ag, gue kan ceritanya mau ngegombal, peka dikit kek, jawab kok tau gitu” ujar cakka melas. Agni yang melihatnya kasian juga. “kok tau?” jawab agni berusaha selembut mungkin.
“karna kau telah mendumplak dumplakkan hatiku, aihhhhh” cakka menjawab sambil nyengir kuda. Shilla dan alvin yang mendengarkannya pun tertawa.
“anjir apabanget lu cakk hahaha” shilla tertawa ngakak.
“mendumpak-dumplakkan huahahaha” ujar alvin tak kalah ngakaknya. Agni? Terlihat dia tersenyum sambil timbul rona merah dipipinya. cakka yang melihat itu hanya ikut tertawa, setidaknya ini yang bisa ia lakukan, membuat wanita yang iya sayang tersenyum. Right?.
**
Rio dan Dea yang sedang dalam perjalanan pulang menuju Rumah dea. Di dalam mobil, dea bercerita banyak tentang dirinya berada di Aussie. Rio sesekali tersenyum mendengarnya.
“eh Yo stop stop” kata dea cepat. Mendadak mobil berhenti, dea beralari keluar tepatnya menuju sebuah minimarket yang tak jauh dari sana. Rio pun ikut keluar dan duduk dikursi dekat mobilnya tadi. Tak selang beberapa menit, dea kembali dengan kantong kresek kecil di tangannya. Dikeluarkannya sebuah eskrim.
“Nih, masih tetep suka rasa capucino kan?” ujar dea sambil menjulurkan(?) eskrimnya kepada Rio.
“makasih, masih kok” ujar Rio seraya menerima eskrimnya. Dea tersenyum melihatnya. Hening.
“Ehm yo?’’
“yaa?”
“lo kangen nggak sama gue? Dan maaf soal..”
“kangen kok, udahlah nggak usah dibahas. Kita pulang yuk udah malem” ujar Rio sambil melirik jam tangannya. Dea mengangguk “Oke.”
Sekitar 25menitan Rio sampai dirumah dea, Rumahnya masih tetap sama, yang dulu. Dea membuka pintu mobil dan lekas keluar. “makasih ya yo, good night” ujarnya tersenyum sambil melangkah masuk menuju rumahnya.
Diliriknya jam tangannya kembali. Jam 12.25 . berarti sudah 4jam Rio menemani dea, yap. Sebelum pulang tadi dea meminta dia menemaninya terlebih dahulu berkeliling keliling. ‘gue baru pulang, kan kangen sama lo, masa disuruh pulang’ begitulah ujar dea tadi. Rio menghidupkan mobilnya beranjak untuk pulang. Tapi tunggu! Sepertinya ada yang ketinggalan, tapi apa? Cepat2 Rio mengingat dan..
“IFY!!” teriaknya sesal dalam hati, segera mobilnya diluncurkan menuju sekolah.
**
“Fy, udah! Lo tadi minum udah berapa gelas tau!” ujar Shilla sambil menyingkirkan gelas yang berada di genggaman ify. Ify sedari tadi meminum minuman yang dikiranya teh(?), namun siapa tau itu adalah sejenis ‘greensen’ (eh sorry gatau namanya, pokoknya minuman yang kadar alkoholnya dikit banget banget tapi bisa bikin orang linglung, dan ini BUKAN sejenis minuman keras taupun Bir apalah namanya itu okay. Paham? Pahamin ajadeh :-p dan #juststory okaaaay mwah:* )
Ify hanya bisa diam, matanya kosong, mungkin pengaruh minum terlau banyak.
“Fy lo pulang deh ya sekarang” pinta Agni yang tak tega melihat kondisi ify sekarang, Mukanya pucat. Mungkin waktu dirumah ify tidak makan terlebih dahulu, dan sekarang dia malah minum terlalu banyak.
“gue mau nung..nunggu Rio dulu” ujar Ify lemas.
“Aduh Fy , badan lo lemes amat, muka lo juga pucet. Pulang yu cepetan” ujar Shilla panik juga.
Debo yang sedari tadi membantu panitia lainnya yang sedang membereskan aula. Yap, acara sudah selesai sejam yang lalu, langsung menghampiri Ify. Dengan memberi kode ke shilla dan Agni dengan tatapannya yang seakan berbicara gue-yang-anter-ify-pulang pun tanpa basa basi memapah ify untuk segera bangkit. Namun Ify yang kaget tiba-tiba ada yang merangkul pundaknya pun menepisnya dengan keadaan badan yang masih limbung. Perutnya tibatiba mual, ify segera menutup mulutnya dengan badan yang oleng tiba-tiba..
HOEKKKKKK.
Ify muntah dipangkuan sesorang. Badannya terasa begitu lemas sekarang. Setelah melihat siapa yang jadi korban muntahannya, ify pun kaget mau minta maaf tapi kondisinya tidak bisa diajak kompromi. Gabriel yang baru saja datang tibatiba dihadiahi lautan(?) oleh Ify pun hanya membulatkan matanya lebar2.
Debo dengan sigap membantu Ify dan memapahnya. “Ify biar gue yang anter pulang” ujarnya yang diangguki teman-temannya. Gabriel pun segera berlari ke belakang untuk mengganti bajunya. Debo yang baru saja berjalan 2meter dari TKP ify muntah(?) tiba2 dicegat oleh Rio yang baru datang masih dengan nafas yang tersenggal-senggal. Rio menarik tangan Ify cepat lalu memangkunya. “dia pulang bareng gue” dan seraya pergi meninggalkan debo yang masih mematung disana, Shilla Agni Alvin dan panitia yang lain pun hanya menatap heran, tapi yasudahlah.
Rio memangku Ify menuju mobilnya dan menidurkannya disamping kursi kemudi. Terlihat Ify tertidur dengan wajah pucat. Dipegangnya kening Ify dan ternyata benar saja, badan ify panas. Rio mendengus “Lo kenapa masih nungguin gue aja sih.” Lirih Rio sambil membuka jasnya dan melekatkannya ke tubuh Ify lantas segera menghidukan mobilnya untuk segera pulang.
Tak butuh waktu 20 menit rio sudah sampai dirumah Ify. Rio menoleh kesamping, Ify masih terlelap. Tak tega melihat keadaan Ify. Rio pun langsung memangkunya –lagi- menuju Rumah Ify.
“yaampun Ify, kamu kenapa sayang?” ujar mama Ify setelah membukakan pintu. Rio tersenyum sambil berkata “mungkin kecapean tante, emm kamar Ify dimana ya?”
“oh dilantai atas sebelah kiri pojok” jawab mama Ify ramah. Rio segera menuju kamar ify masih dengan posisi Ify yang berada dipangkuan Rio.
“sebegituh istimewanya dea kah yo” Rio kaget, ify mengigau, dan bagaimana Ify bisa tau wanita tadi adalah dea? Pikirnya. Setelah sampai di kamar Ify, Rio pun membaringkan Ify di tempat tidur bergambar doraemon itu, memakaikannya selimut. Ify tertidur terlihat lucu menurutnya, rio terkekeh geli lalu mencium kening Ify lembut “maafin gue udah bikin lo nunggu” lirihnya kemudian beranjak keluar kamar, berpamitan dan bergegas pulang.
**
“mamaaaaaaaa liat sepatu ify yang dipake tadi malem nggak?” teriak Ify dari dalam kamarnya. Mamanya yang sedang sibuk berada di dapur pun seraya menjawab pertanyaan Ify tadi dengan berteriak “Enggakkkk sayaaaaanggg” ify mengobrak-abrik kamarnya, namun nihil, tidak ada.
“trus kira kira dimana ya maaaaaaaaaaaa?’’
“coba cari di rumahpantai aja sayaaaaang” setelah percakapan acara teriak teriaknya(?) pun Ify terdiam lalu bergegas keluar kamar tapi tunggu! Ada yang ketinggalan, ify segera masuk kembali ke kamarnya, diraihnya bola kristal lumba2 kesayangannya.
10 menit berlalu ify sudah berada dirumah pantai miliknya, ah tepatnya milik keluarganya. Tahukah kalian? Ini bukanlah Rumah, melainkan sebuah Kapal yang terdamapar dahulu. Namun ayahnya berinisiatif untuk menjadikannya sebuah rumah, Rumah yang lumayan dekat dengan laut, dulu tempat ini tempat favoritnya Ify dan Angel kakakanya. Haha lucu memang, unik.
“mana sih” ujar Ify seraya mencari sepatunya disetiap sudut dalam rumahpantai itu.
TUK! Suara lemaparan sesuatu terhadap rumahpantainya ini.
“siapa? Masuk aja gausah main lempar2!” ujar ify jadi ikut kesal.
TUK! Suara itu lagi. Ify yang sedang sibuk akan aksi pencarian(?) pun tambah kesal. “masuk ya masuk angan main lempar, dongo atau gimana sih” ujarnya tanpa menoleh kearah sumber suara.
“apa lo bilang? Dongo?” ujar seseorang dari arah belakang sambil berjalan menghampirinya. Ify yang mengenal sekali suara itu kaget sambil berbalik.
HUWAAAAA!. Saking kagetnya tak sadar kaki ify terlipat(?) dan hampir mebuatnya jatuh. Rio –seseorang tadi-yang posisinya sudah dihadapan Ify pun refleks menahan tubuh ify.
DEGGGG! Matanya kembali dipertemukan. Detakan dijantungnya menjadi cepat. Ify langsung sadar dan langsung menjauhkan tubuhnya cepat.
“eh sorry. Eehhh Ngapain lo disini?” tanya Ify.
“gue cuman mau ngebalikin sepatu lo, semalem ketinggalan di mobil gue. Pas gue ke rumah lo, kata nyokap lo, lo pergi kesini” jelas Rio panjang lebar luas(?). Ify mengangguk paham.
“so? Sepatu gue mana?” tanya Ify lagi.
“di rumah lo”
“oooohhhh” ujar Ify membulatkan mulutnya.
“Eh Fy, ini tempat apaan? Kata nyokap lo tadi ini rumahpantai?”
“iya. Ya ini rumah, kalo gue lagi badmood gue suka kesini aja sambil liatin laut hehe” Rio menoleh menatap Ify yang berlalu pergi keluar sambil menggenggam sebuah bola kristal. Rio mengikuti. Ternyata Ify sedang duduk di kursi kayu buatan tepi pantai sambil menatap laut. Rio pun duduk disamping Ify.
“kok disini lumayan sepi Fy?”
“yang rame mah sebelah sana” ujar Ify sambil menunjuk kearah barat laut, memang benar disana terlihat ramai, banyak pengunjung.
“disini tenang banget yaa” ujar Rio pelan. Ify hanyak mengangguk saja sambil memainkan bola kristal lumba2nya.
“lo tau cerita tentang cerita manusia, duyung dan lumba2 nggak?” Rio menggeleng. “gue ceritain deh, mumpung lagi baik” lanjutnya.
“Dulu, ada cowok yang ceritanya suka sama cewek yang ternyata dia itu seorang duyung. Mereka udah saling cinta banget. Saking cintanya, si cewek bela2in minum ramuan buat jadi manusia. Ayah si cewe nggak terima lalu dia diberi hukuman buat nggak jadi anaknya lagi. Si cewek itu sedih tapi dia mencoba tegar. 5tahun setelah itu, mereka mau menikah. Acara weeding day dilakukan di kapal pesiar tapi tiba2 hujan badai ngebuat kapal itu tenggelem. Si cewek sama si cowok itu ga bisa berenang tapi tetep mereka saling pegang tangan dan terus berdoa. Dan lo tau? Ada 2 ekor lumba2 yg nyelamatin, mereka dibawa samapi ke tepi pantai. Sicowo sama sicewe bersyukur lalu tereak ngucapin terimakasih. Dan siapa sangka ditangan sicowo sama si cewe itu udah ada cincin sepasang yang terdapat mutiara kecil berbentuk lumba2. Merek tersenyum lalu bahagia deh hahaha. Dan kalo ada 2ekor lumba2 keliatan didepan kita, kita tereak aja apa yang kita pengen, insyaalloh dikabul hahaha”
“itu ceritanya gaasik ah” rio mendelik Ify hanya terkekeh.
“itu yang diceritain sama kakak gue dulu..” lirih Ify. Dan siapa sangka setelah Ify bercerita, sepasang lumba2 terlihat sedang melompat(?). Ify dan Rio yang menyadari itu hanya saling tatap tidak menyangka.
“HAI LUMBA-LUMBA, GUE PENGEN BAHAGIA, GUE PENGEN BEBAS” ujar Ify teriak seraya menyeruka si lumba-lumba.
“HAI LUMBA-LUMBA, BILANGIN KE DIA KALO GUE KANGEN SAMA DIA” ify menoleh, rio tersenyum “GUE KANGEN SAMA MAMA YANG DI SURGA” lanjut Rio. Dan lumba-lumba itu tiba2 mengaum seakan menjawab apa yang diteriakan Ify dan Rio, kemudian lumba2 itu berlalu pergi. Ify dan Rio hanya saling tatap lalu tertawa kecil, ini mimpi atau bukan sih? Pikir mereka.
Namun aktivitasnya terhenti, dilihatnya anak kecil sedang mencari sesuatu di tepi pantai, dia sendirian. Karena penasaran, Rio dan Ify pun menghampirinya.
“adek, adek lagi ngapain?” tanya Ify lembut.
“aku lagi nyari kerang kak” jawabnya.
“lah? Ini kerang banyak kan?” tanya Rio heran.
“aku lagi nyari kerang warna Ungu” jawabnya lagi. Rio dan Ify saling tatap bingung.
“Nama kamu siapa?” tanya Ify, lagi.
“bastian kak, kalo kakak?”
“aku Ify dan ini Rio” ujar Ify tersenyum, Rio pun ikut tersenyum.
“emang buat apaan?” tanya rio kepo._-v
“buat mama aku, dia pengen banget kerang ungu. Tapi aku daritadi nyari nggak ketemu2. Kasian mama aku kan lagi sakit” jawab bastian polos, raut wajahnya terlihat kelelahan. Rio yang melihatnya pun jadi tak tega.
“yaudah biar kak Ify sama Kak rio yang nyari deh. Rumah kamu dimana? Entar kakak ke rumah kamu deh” bastian menoleh, raut mukanya langsung cerah.
“beneran kak?”
“iyaa sayang”
“makasih kakak cantik dan ganteng hehe. Rumah babas di perum aksajaya blok B no 2 kak” jawabnya sambil memamerkan gigi putihnya. “yaudah Babas pulang dulu yaa kak, dadah kakak baik” ujarnya sambil berlari kecil.
“okay Mario, are you Ready?”
“hah?”
“yang nemu kerang ungu duluan ditraktir eskrim” ujar Ify cepat langsung berlari mencari kerang. Rio tersenyum lalu mengejarnya.
**
“POKOKNYA VIA NGGAK MAU!”
PLAKKK!! Tangan papa sivia mendarat mulus di pipi sivia. Mamanya pun tak kalah kaget, Sivia apalagi, air matanya sudah membanjiri pipinya yang chubby itu.
“kamu menentang papa? pokoknya besok pagi kamu harus ikut papa buat acara dinner dengan keluarga Pak Hendra. Sekarang kamu pergi ke kamar dan tidak boleh keluar untuk hari ini papa hukum!” Cerca Papa Sivia sambil menarik sivia kedalam kamarnya lalu menguncinya. Mama Sivia yang tak bisa apa-apa pun hanya bisa bungkam melihat anak tersayangnya dikunci.
“dan Kamu! Jaga Sivia baik-baik. Jangan sampai kabur” ujar Papa Sivia dingin sambil berlalu pergi. Mamanya memutuskan untuk pergi ke kamar. Sivia hanya bisa menangis dikamarnya. “antonius.. gue butuh lo..”
**
DUA orang makhluk tuhan(?) ini sedang sibuk mencari kerang ungu namun daritadi belum juga mendapatkannya. Ify mengelap keringat yang membasahi wajahnya kemudian duduk sembarangan di tepi pantai, dia seakan baru menyadari kerang ungu itu memang langka dan cuaca hari ini sangat panas.
“Yo udahan deh gue nyerah!” teriak Ify. Membuat aktivitas Rio terhenti. Rio menghela nafas, bangkit kemudian menghampiri Ify.
“ternyata emang bener2 langka yaa” Lanjut Ify. “tapi kita udah kepalang janji sama Bastian, kasihan kan dia mamanya sakit” ujar Ify lagi sambil meatap Lurus ke arah laut.
Sadar akan lawan bicaranya tidak bersuara daritadi Ify pun menoleh. Dilihatnya Rio duduk disampingnya denngan lutut yang ditekukkan dan mata nya yang terpejam. Aliran darah Ify seakan berhenti mengalir, jantungnya seakan bekerja diatas normal. Ify terpaku dengan mata yang tak lepas dari satu Objek, RIO. Ify akui sekarang seorang Mario Stevano sesungguhnya, bukan Rio sang beruang kutub yang bersikap dingin, cuek, jaimnya minta ampun tapi seorang Mario Stevano yang tenang dan nyaman. Ify membuang mukanya cepat lalu menggelengkan kepalanya kuat.
“Rasa ini lagi...” batinnya.
“Gue punya Ide!” ujar Rio seraya bangun dari lamunannya dan menghadapkan tubuhnya terhadap Ify. Ify yang mendengarnya pun ikut menoleh. “apa?’’ kata Ify. Rio tersenyum something(?) lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Ify. Ify yang mendengar bisikan Rio pun lantas menoleh dan tersenyum manis. “Good Idea” ujarnya.
**
IFY dan RIO kini tengah asyik dalam aktivitasnya masing masing. Setelah bersusah payah mencari kerang berwarna putih lalu mereka menggantungkan kerang2 tersebut seakan itu adalh jemuran-_- Rio membuka sebuah kotak lalu membuka kemudian mengeluarkan benda. Diraihnya lalu dilemparkannya ke Ify. Ify dengan sigap menangkapnya lalu tersenyum ke arah Rio. Begitu juga sebaliknya, Rio membalas senyum Ify yang menurutnya manis itu. Dikocok2nya benda tersebut. Dan SROTTTTTTTTT!!
Yap, sebuah Filox (eh nulisnya gini?tau ah luap lagi-_-v) yang berwarna ungu disemprotkannya terhadap kerang2 yang tergantung itu. Rio melirik Ify sejenak yang tengah sibuk mewarnai kerang tersebut. Lalu pandangannya teralih terhadap kerang yang ada didepannya. Sudah beres dan Rapih, pikirnya. Disemprotkannya Filox terhadap kotak lalu mencoelnya sedikit lalu mengoleskannya ke hidung Ify. Ify kaget lalu mengusapnya cepat kemudian mendelik sebal ke arah si pelaku. Rio hanya nyengir kuda sambil memamerkan gigi putihnya yang gingsul.
“Rioooooo lo apa apan sih ihhh” teriak Ify. Rio yang berada dihadapannya hanya menutup kuping sambil menahan tawa.
“abis, lo punya idung mancung amat sih, iri gue liatnya juga”
“oh jadi yang jelek, item, pesek iri toh” kali ini Ify yang terkekeh geli. Rio mencibir kesal.
“lo ngehina gue segitunya, dalem. Dari hati ya Fy?” tanya Rio Polos. Ify mengangguk cepat.
“masa? Terus kalo jelek, item, pesek. Kenapa tadi pas duduk lo ngeliatin gue segitunya?” lanjutnya. Ify yang mendengarnya pun terdiam. Semburat pipinya yang mulus menorehkan warna ke merah2an. Rio yang melihatnya pun tersenyum geli. Sadar akan ada yang menertawainya Ify mendelik sebal. Rio menghentikan tawanya, seakan ada yang tidak beres kelanjutannya. Rio berancang-ancang untuk segera berlari.
“RIOOOOOOO lo nyebelin banget issh Rese!” teriak Ify masih dalm posisi mengejar Rio. Rio yang melihatnya pun hanya bisa tertawa. Begitu lucunya gadis ini, pikirnya.
“Kampret lo. Ketawa lo minta dibayar” teriak Ify lagi, rio hanya memeletkan lidahnya.
Dan Syutttttt. Kaos putih Rio berhasil ditangkap Ify. Rio refleks berbalik berhadapan dengan ify. Dilihatnya ify yang sedang melotot sambil mengembung-ngembungkan pipinya. Yatuhan, begitu lucunya gadis dihadapan hambamu yang ganteng ini, batinnya sambil terkekeh. Dan Awww, ify dengan cepat memilintirkan perutnya(?), mencubitnya pedas. Rio pun hanya pasrah sambil menelus-ngelus perutnya. Ify yang tadinya akan berlari lantas tangannya ditarik oleh Rio. Belum sempat berbalik, rio sudah memeluknya dari belakang. Dengan posisi tangan kanan Rio berada di leher Ify dan tangan kiri di perut Ify. Ify hanya diam terpaku.
“ke sekian kalinya lo sukses bikin sport jantung yo” batin Ify. Wajahnya sudah mulai memanas, lagi.
Masih dalam posisi yang sama, Rio memeluk tubuh mungil Ify sambil memejamkan matanya. Angin laut menyebabkan rambut ify bergerak kesana kemari. Wangi rambutnya pun sekarang tercium jelas oleh Rio. Entah mengapa, rasanya nyaman sekali bersama gadis lucu ini, pikirnya. Selang beberapa menit, rio melepaskan pelukannya. Dilihanya Ify yang menunduk sambil memainkan sepatu lukisnya yang bergambar doraemon dan tangannya searaya memainkan ujung sweater rajutnya yang berawarna putih biru laut belang2. Masih tak puas ‘bermain-main’ dengan gadis yang menurutnya lucu ini, Rio mengacak-ngacak rambur ify. Ify mengangkat wajahnya polos sambil menatap lurus terhadap Rio. “jangan cemberut dong manis, jelek tau” ujar Rio lembut. Eh apa? Lembut? Nada bicaranya beda dari biasanya. “kok Rio jadi mendadak aneh gini sih?” batinnya.
Dan PLUKKK. Sebuah baju yang tak lain dan tak bukan adalah baju kaos putih milik Rio mendarat mulus di muka Ify. Ify melebarkan matanya bulat-bulat. Dilihatnya Rio yang bertelanjang dada._. berlari menuju laut dengan wajah tanpa dosanya.
“Fy gue mau berenang dulu yaaa” teriaknya seraya berlari menjauh. Ify menatapnya cengo, diliriknya kaos putih milik Rio yang kini berada ditangannya. Didekatkannya pada indera penciumannya, bau wangi parfum Rio bercampur dengan keringat tubuhnya melekat dihidung ify, wanginya sangat khas. Dilihatnya Rio yang sedang berenang tak jelas, ify tersenyum kecil. Kemudian dia duduk mengahadap laut. Pikirannya masih tertuju pada sesorang yang membuat perasaanya tak menentu hari ini, masih tetap pada satu objek, RIO.
BERSAMBUNG:-p
Gimana? Makin jelek yaaL_-_
Maafin deh yaa Maafin u,u
ini banyak rify nya hehe soalnya lagi gereget sama dua makhluk tuhan ini.______.
Eh ada yang inget nggak Film nya?;;) ini nggak semuanya ngutip dari film itu loh ya:-p yang tau filmnya juga pasti bakalan tau, ceritanya beda banget. Guenya aja yang gaje(?) jadi gini deh(?):-p
Insyaalloh next part nggak ngaret kok *mendadakbaik* tapi insayaalloh yaa.-. #ditimpuk
Sekali Lagi, Like dan Comment nya ditunggu yaaa! mwah:)))
Thankyouuuuuuuuu:----)
Love Generation Part 4
LOVE GENERATION PART4
Rio sedang sibuk sendiri di ruangannya. Dia sedang menatap lirih sebuah poto wanita yang sedang tersenyum manis. “lo kapan pulang.. gue kangen” lirihnya. Dia terdiam sejenak memutar kembali masa bersama gadis itu, dulu.
Sementara itu tanpa sepengetahuan Rio, Ify masuk dengan wajah bingung “Rio kenapa?” batinnya. Dengan cepat tapi pasti(?), Ify sudah berada dibelakang Rio, diliriknya sebuah pigura yang berisikan poto wanita. Rio tersentak, segera poto itu dimasukannya ke dalam laci mejanya. Lalu mendelik Ify sebal.
“kalo mau masuk ketuk pintu dulu kek, permisi dulu kek, nggak sopan!” ujar Rio kesal. Ify hanya nyengir kuda.
“hehe maaf deh. Lagian lo nya ngelamun gitu sambil liatin Poto. Gue kira lagi kesurupan.” jawab Ify asal. “eh Emang itu poto tadi siapa? Cewek lo?” lanjutnya.
“kalo nggak ada urusan penting. Lo pergi aja, pintu keluar ada di belakang lo” ujar rio dingin tanpa menanggapi pertanyaan Ify tadi. Ify mendengus sebal lalu berjalan keluar ruangan.
Setelah beberapa menit mengelilingi sekolah, Ify akhirnya sebal sendiri. Mau ke kelas, dia belum ditempatkan di kelas mana. Ify lagi dalam proses bimbingan sivia dahulu, kan wakil ketua Osis baru gitu._. setelah merenung, pandangannya terhenti di lapangan basket. Terlihat sosok yang dikenalinya.
“Debo!” teriak Ify. Yang punya nama menoleh lalu tersenyum.
“eh Lo Fy. Ada apa?”
“permainan kita yang kemaren belum selesai. Lanjutin sekarang” ajak Ify. Debo mengangguk mantap.
“yuk!”
Skip :p
Skor akhir 23-36. Ify kalah. Mereka pun duduk dipinggir lapangan seraya melepas penat.
“permainan lo lumayan juga Fy”
“haha biasa aja”
“kenapa Fy, kok kayaknya lagi nggak semangat. banyak pikiran ya?” Ify menoleh, lalu menggelengkan kepalanya. “mata ga bisa boong tau” lanjut debo. Ify hanya membalasnya dengan seulas senyum, miris.
“eh bo, tadi gue liat Rio lagi ngeliatin foto cewek gitu diruangannya. Ehmm.. kira2 lo tau ga dia siapa?” tanya Ify tiba2. Debo menatap Ify heran.
“hmm. Mungkin pacarnya.” Ify tersentak namun mencoba biasa. “namanya dea, dulu dia sekolah disini juga kok. Dia jago benget nyanyi, pantes aja dia jadi ketua Eskul Musik disini. Tapi setahun lebih yang lalu dia ke Aussie, ngembangin bakatnya disana” jelas debo.
“kok bisa? Trus hubungannya sama Rio gimana?” tanya Ify belum puas.
“gatau juga sih, menurut paparazi mah mereka udah putus. Tapi belum tentu, kan siapa yang tau” jawab debo mantap. Sesaat Ify terdiam memcoba memahami keadaan hatinya saat ini, lalu ada teriakan yang membuat keduanya menoleh.
“Alyssa Saufika Umari” terlihat sivia memanggilnya tetap dengan ekspresi datar. “oh jadi begini sikap waketos SMA Nusantara, bolos pada waktu jam pendalaman. Tidak disiplin” lanjutnya. Ify menunduk pasrah seraya berjalan menghampiri Sivia. Debo hanya mendengus sebal waktu bersama Ify terganggu kembali.
“maaf Kak” lirih Ify.
“ikut saya” kata sivia sambil berjalan terlebih dahulu, Ify hanya mengikuti.
Diruangan Sivia
2 jam Ify mendengarkan celotehan Sivia. Sivia daritadi menerangkan sejarah, asalusul, peraturan, dll tentang SMA Nusantara. Sesekali Ify menguap. Rasanya Ify merindukan guling bergambarkan doraemon di kamarnya.
“Oke. Mungkin hari ini dicukupkan sampai segini. “ ujar Sivia. Ify menghela napas , berdiri, berpamitan, lalu keluar. Ify bingung harus kemana, diputuskannya mengsms Shilla.
To: Shilla
Shill dimana?
Ify.
From: Shilla
Mau ke kantin bareng Agni, Lo?
Sesaat Ify mau membalas sms, tiba tiba hapenya dibawa. Ify menoleh.
“eh handphone gu....eh Kak Sivia”
“kamu jangan main HandPhone dulu, sementara saya sita” ujar Sivia lalu beranjak pergi.
Ify membulatkan matanya lebar2. “ih nyebelin!” gumamnya dan lekas beranjak menuju Kantin.
Masih dengan emosi yang mem babibu(?) karena kesal hpnya disita Ify sudah sampai di kantin, dilihatnya Shilla dan Agni yang baru saja memasuki kantin.
“Shilla Agni” panggil Ify lantas menghampiri sohib barunya itu. Agni Shilla menoleh.
“Eh Lo Fy. Yuk bareng” ajak Agni, ify mengangguk.
“ohiya tadi kenapa sms gue ga dibales?” tanya Shilla heran.
“ada razia hp dadakan” ujar ify cemberut. Agni hanya tersenyum menenangkan.
“udahlah, ntar juga dibalikin lagi. Yuk cepetan gue udah laper hehe” ajak Agni.
Diperjalanan menuju meja kantin, tak sengaja Ify menubruk seseorang. *eh perasaan banyak acara tubruk2an ya? Gpp deh ya-_-*
“Eh sorry..” ujar Ify Cepat. Yang ditabrak hanya menoleh lalu tersenyum yang sulit diartikan. Agni dan Shilla yang sudah tau dengan siapa Ify berhadapan hanya diam membisu(?).
“kalo jalan liatnya pake mata jangan pake idung” ujar seseorang wanita tadi.
“eh gue kan udah minta maaf” jelas Ify tak terima. Wanita tadi hanya menatap Ify tajam.
“Fy, udah. Lo nggak tau dia siapa? Dia itu ketua eskull musik sementara namanya Zevana. Dia paling ditakutin sama cewek2 disini” bisik Shilla hati2. Ify menelan ludah. “mampus gue!” gumamnya.
“Heh! Nona Alyssa Saufika Umari. Jangan mentang2 lo Waketos baru disini lo seenaknya ngomong gitu sama gue. Dan asal lo tau, gue lebih tua dari Lo. Sopan dan hargai sedikit Nona” jelas Zevana menatap ify tajam. Mendengar itu Ify tak terima.
“Maaf Kakak Zevana, daritadi saya sudah minta maaf. Dan asal kakak tau juga, saya daritadi juga sudah sopan dan tidak bawa2 jabatan. Ehiya, Emm.. Permisi KAKAK” kata Ify santai sambil berlalu diikuti oleh Agni dan Shilla. Para penghuni kantin(?) yang tadinya menyaksikan kejadian ekstrim Ify yang seperti menantang Zevana sekarang nampak membubarkan diri(?).
Zevana mengepalkan tangannya kuat2, mukanya merah menahan malu dan emosi. “Sialan! Awas aja Lo, Alyssa!” batin Zevana.
**
Kegiatan hari ini dicukupkan sudah. Dan seperti biasa, ify dan rio pulang dalam satu mobil yang sama. Ipod biru milik Rio masih setia bertengger ditelinganya. Ify daritadi hanya bungkam sendiri sambil sesekali melirik ke arah Rio.
“kenapa? Lo cacingan? Mata lo ga kedip gitu ngeliat guenya” rio membuka suara, masih sama, tetap dingin.
“ee..enggak..hehe. ohya yo cewe yang difoto lo siapa sih?” tanya Ify penasaran. Rio menoleh kaget, “kok tiba2 nanya gituan?” tanya Rio balik. Ify terdiam. “eh iya kok gue nanya cewek itu mulu deh” batin Ify sambil memalingkan muka pikirannya terhenti pada sebuah objek.
“Eh Pak pak berhenti dulu..” ujar Ify cepat. Mobil berhenti, ify segera meluncur keluar memasuki sebuah toko kecil yang berisi pernak-pernik yang menurutnya unik. Pandangannya tertuju pada sebuah bola kristal beralas berwarna biru yang di dalamnya terdapat dua ekor lumba-lumba yang mengapit sebuah cincin perak. Lucu sekali.
“Mbak yang ini berapa ya?” tanya ify.
“oh yang ini 350ribu neng” ify terdiam, gila mahal banget tapi gapapa deh lucu sih hihi, pikirnya. Segera ify merogoh tasnya, mengeluarkan dompet dan mengeluarkan beberapa uang beberapa lembar.
“Fy, lagi ngapain sih? Cepetan kek” ujar Rio sambil berlalri kecil mengahmpiri. Ify tidak memperdulikannya.
“eh neng, ini kembaliannya. Wah eneng kesini bareng pacarnya yaa” ify yang sedang memainkan bola kristalnya terlonjak kaget, apalagi Rio. Secara Refleks mereka berdua menggelengkan kepala secara bersamaan. Mbak penjual toko tersebut hanya terkekeh. Ify hanya tersenyum lalu berpamitan untung pulang yang diikuti Rio.
**
Tak terasa sudah beranjak 1bulan lebih Ify bersekolah di SMU NUSANTARA, tak lepas dengan pengawasan Sivia. Kekerabatan dengan Shilla dan Agni makin dekat, tak lupa dengan Gabriel, Cakka, Alvin, dan.. Rio.
BRUKK..
Ify menjatuhkan dirinya ke tempat tidur kesayangannya, dia baru pulang sekolah, kepalanya terasa penat hari ini, cape sekali.
“IFYYYYYYYYY” teriak mamanya sambil berjalan menghampiri. Ify yang sedang proses menjalankan aksi terlelap ke dalam mimpinya(?) hanya menoleh malas. “hmmm”
“cepet bangun! Ikut mama, sekarang kamu harus beli baju buat acara entar malem” ujar mama Ify sambil menarik tangan ify yang masih terpaut dengan gulingnya(?)-_-
“haduh mamaaaaa, ify cape tau. Mama sendiri aja deh. Emang acara apaan sih? Kok Ify gatau?”
“pesta Topeng, itu acara itung2 khusus buat penyambutan kamu sebagai Waketos baru. Ayo cepetan ganti baju, mama tunggu dibawah. Cepetan yaa” jelas mama Ify panjang lebar, ify pun pasrah lantas segera bersiap2.
Sudah hampir 1 jam, Ify dan Mamanya memilih baju yang cocok untuk Ify. Setelahnya, ify dan mamanya mampir dulu ke sebuah restoran kecil di mall tersebut. Mengisi perut yang mulai berkoar daritadi.
DRTTTT DRTTTT, hape mama Ify bergetar. Diangkatnya cepat, setelah mengetahui siapa yang memanggil.
“Haloo Pa?......Lagi sama Ify... Hah? Kok bisa? Oh okay mama akan segera kesana... sip tungguin ya pa” Ify hanya mengerutkan keningnya. “dari siapa Ma?”
“dari papa, katanya nenek kita mendadak sakit, mama mau nyusul kesana bareng Papa. Mama duluan deh yaa, abisin makanan kamu, biar mama yang bayar, okay hati2 ya syang ntar pulangnya” jelas mama Ify nyerocos, ify hanya mengangguk saja lalu melanjutkan acara makannya.
Seraya menghabiskan makanannya, ify gunakan untuk melamun. Pikirannya melayang ke ucapan debo dulu “mungkin pacarnya, namanya dea”. hmm.. apa rio masih nungguin dia? Atau... ah nevermind.
**
“kak! Sekarang gimana? Waketos udah ada. Kita ngejabat disini gini2 aja gaada perubahan, cih”
“tenang aja Goldi adikku tersayang, gue bakalan ancurin Osis, secara perlahan” ujar Riko yakin.
“sip! Kalo bisa abisin tuh si Rio!” kata Goldi penuh dengan kebencian. Riko menoleh “nyantai. Sasaran pertama gue, si gabriel dulu, terus basmi deh orang2 disekitarnya” goldi tersenyum puas “ Lo memang the best deh kak” ujarnya.
**
BRUKKK!!
SHILLLAAAAAAAAAA!! Ujar agni,cakka, dan alvin secara bersamaan. Shilla jatuh tersungkur.
“shill lo gapapa?” ujar agni panik. Shilla hanya terkekeh. “gue gapapa kok”
“sok kuat lo” ujar alvin. Shilla mendelik lalu mengambil bola basket yg berada disampingnya dan mengarahkannya pada alvin. Namun naas, tidak tepat sasaran.
DUKKKKK
Awwww! Suara seseorang dari arah belakang, sontak alvin,shilla,agni,cakka menoleh.
“kak Gabriel/gabriel?” ujar mereka bersamaan.
“yel gapapa?” ujar sivia yang memang daritadi sudah berada disampingnya. Iyel mengelus kepalanya pelan mabil menggeleng pelan.
“baek baek lo Shill” ujarnya. Shilla hanya nyengir kuda “sorry kak, ini nih si sipitnya rese” ujar shilla sambil menoleh sinis ke arah alvin.
“gapapa kok. Eh kok belum pada pulang? Entar malem mau dateng kan?” tanya gabriel. “udah pada dapet pasangan?” lanjutnya.
“gue udah sama kodok sipit ini nih” ujar shilla, alvin yang mendengar dirinya disebut kodok hanya melengos kesal. Shilla terkekeh geli.
“kalo gue sih sama yayang agni” ujar cakka santai.
“yayang yayang nenek lo kiper” ujar agni tak terima.
“heh nenek gue udah mati tau, lagian nenek gue mah striker cuy”
“heh ndut, penting amat yang gitu dibahas” ujar alvin. Semua sontak tertawa.
“eh kalo kak sivia sama siapa?” tanya shilla.
“sama gue, ye kan vi?” sivia mengangguk.
“trus gue sama siapa?” ujar seseorang tiba-tiba, debo.
“halah, lu mah sama si bibi siomay aja noh” ujar alvin sekenanya. Debo melengos. Lalu pandangannya terhenti. “eh ik, Oik!” teriaknya. Yang dipanggil menoleh sambil seraya mengahampiri.
“apa bo?”
“Lo udah dapet pasangan belom buat ntar malem?” tanya debo to the point. Oik menggeleng. “sip. Lo sama gue aja yaa” lanju debo. Oik menatapnya kaget lalu mengangguk.
“yaudah, gue duluan. Sampai jumpa ntar malem bo” ujar Oik tersenyum sambil berlalu pergi. “Debo jadi pasangan gue? Apa gue mimpi yatuhan...?” gumamnya dalam hati.
**
Tepat pada pukul 18.30. aula gedung SMU NUSANTARA yang megah ini dihias semewah dan sebagus mungkin. Terlihat disana sudah nampak ramai oleh siswa-siswi, dan pastinya semuanya memakai topeng.
“Gilaaa! Yang ngedekornya siapa deh? Keren banget!” ujat cakka takjub.
“apasih lo kka, norak deh” ujar gabriel.
“cakka mah malu2in mulu kerjaannya” alvin menambahi. Cakka hanya mendengus kesal.
“terus aja terus, gue lagi kan yang kena” resah cakka sambil memainkan topeng yang sedari tadi belum dipakainya(?).
“muka lu muka pembullyan sih” ucap Rio santai.
“hahaha kasian banget si cakka yaa.. duh duh puk puk cakka” ujar gabriel sok dramatis. Semuanya tertawa, cakka hanya manyun.
“eh yo, pasangan lo siapa?” tanya lavin.
“ify” jwabnya singkat.
“ciee, sama ify nih sekarang” goda cakka sambil mencolek dagu Rio. Rio menepisnya cepat.
“apasih main colek2 aja. Gue gasuka sama si Ify cakduttt”
“halah, benci bisa jadi cinta loh yo” ujar gabriel ikut2an. Alvin dan cakka mengangguk menyetujui.
“kok jadi gue yang dibully?” rio mendesul sebal. Semuanya lantas tertawa.
“eh gue nyari pasangan gue dulu yaa” ujar gabriel diikuti cakka dan alvin. Rio mengangguk sambil mengedarkan pandangannya ke sekeliling seolah mencari sesuatu, yah tepatnya seseorang.
Namun aktivitasnya terhenti sesaat ada seorang wanita bertopeng berwarna alumunium yang hampir jatuh tapi untung Rio segera cekatan menolongnya.
“hati hati. Disini lantainya licin” ujar Rio ramah. Wanita itu menatap Rio lekat2, yang ditatap hanya bingung tak menentu. Tak selang beberapa lama, wanita itu memberikan secarik kertas kecil yang bertuliskan. “maukah kamu berdansa denganku, 10 menit saja”. Rio menatapnya heran lalu mengangguk pasrah.
Dilain tempat, tepatnya Alvin dan Shilla mentapa Rio heran.
“Eh itu Rio sama siapa deh?” tanya Shilla smabil menyipitkan matanya.
“ify kali” jawab alvin singkat
“kayaknya bukan. Liat deh”
Rio berdansa hampir 10 menit lebih. Diliriknya jam di pergelangan tangannya.
“maaf ini sudah 10 menit lebih, saya harus mencari pasangan saya dahulu” ujar Rio ramah sambil meninggalkan gadis tersebut. Yang ditinggalkan hanya menatap punggung Rio yang semakin tak terlihat .
CLEPPPP! Mati lampu, mendadak. Dan CKITTTTTTTTTT. Terlihat mobil bemerk mahal berhenti tepat di pintu gerbang. Dan TAP TAP TAP, suara langkah kaki terdengar. Wanita berbalut dress pink muda selutut tak lupa memkai topeng bermarna senada memasuki gedung.
“Huwaaa.. gelap gelap” sivia menjerit pelan histeris, dia phobia gelap. Gabriel yang berada disampingnya menoleh bingung lantas merangkulnya.
“tenang. Gue disini” ujar gabriel. Sivia tersentak dan mulai tenang dengan posisi dipeluk gabriel dengan muka memerah.
BRUKKK.. wanita ber dress pink tadi terpelest dan terjatuh dipangkuan seseorang.
“Eh” refleks kedua secara bersamaan.
“apa ini Rio?”
“apa ini juga Ify?”
Dan CLEPPP lampu menyala kembali. Dilihatnya posisi Rio yang memangku seraya memeluk Ify ditengah pusat gedung. Cahaya lighting dari atas tersorot(?) kepada mereka berdua. Rio menatap dalam ke arah Ify, begitu juga sebaliknya.
“Ini dia, tamu yang kita tunggu2! Sang Ketua Osis dan Wakilnya. Mario dan Alysaa! Mari kita sambut mereka untuk segera berdansa berdua” ujar MC tiba2 membuka suara atas keheningan yang ada di hadiahi sorakan penonton sambil bertepuk tangan.
Ify membenarkan posisinya namun tangannya masih ada di genggaman Rio. Rify tersenyum kerah sekeliling. Alunan musik dimulai. Ify menoleh ke arah Rio lalu berbisik. “yo gue gabisa dansa..” lirihnya pelan. Rio tersenyum geli.
“udah lo ikutin gerakan gue aja, ntar gue kasih tau” jawab rio tak kalah pelan. Ify mengangguk pelan. Rify pun memulai aksinya. Ify yang tadinya masih canggung menjadi biasa saja. Matanya tak lepas dari mata Rio. “matanya ify bening banget, teduh gue liatnya” ujar Rio dalam hati.
“tatapan Rio bikin gue melting! Tajam banget parah, tapi gue suka.. eh gue ngomong apaan sih” batin ify.
Setelah 20 menit Rify berdansa, akhirnya alunan musik pun berhenti. Masih dalam posisi yang sama, tangan ify yang berada di pundak Rio. Dan tangan Rio yang berada di pinggang Ify.
“Ciummm Ciummmm Ciummm!” sorak siswa-siswi serentak membuat Ify terlonjak kaget. Dilihatnya Rio masih tetap menatapnya dalam.
“yo.. lo becan..”
“gue nggak becanda” jawab rio tak kalah cepat “ini permintaan warga sekolah kan?’’ lanjutnya. Ify menelan ludah. Tatapan Rio seakan mengunci pandangan Ify untuk beralih kemanapun. Jarak wajahnya sudah dekat, hampir 10cm lagi. Rio memiringkan wajanya. Ify hanya memejamkan wajahnya pasrah. Hampir dekat dan...
TUKKKK! Suara pecahan balon yang sepertinya terinjak oleh seseorang yang mebuat semuanya menoleh ke arah asal suara tersebut. Rio pun seraya menjauhkan mukanya dan ikut menoleh. Dan ternyata si pelaku adalah gadis bertopeng alumunium yang mengajaknya dansa 10menit itu.
Rio menatapnya lekat2, tiba2 gadis tersebut berlari meninggalkan aula. Rio terdiam beberapa detik lalu terperanjak dan segera berlari cepat mengejar gadis tersebut. Sebelum pergi rio sempat bicara terhadap Ify, “gue keluar dulu, kita pulang bareng. Kalo gue ga balik lebih dari jam 12, lo duluan aja”. Ify yang mendengarkannya hanya terdiam menatap punggung rio yang terus menjauh.
BERSAMBUNG:-p
Siapa yang betopeng alumunium itu yaa?
Hahaha liat aja next part yaa:p
gimana? Pendek ga? Tambah jelek ya?o.o
Coment, like, saran, kritik, semuanya deh(?) ditunggu yaaaaJ
Terima Kasih:-----)
Love Generation Part 3
LOVE GENERATION PART 3
Matahari sudah menampakkan wajahnya(?). Ify dan Debo masih berlomba memasukan si orange bulat itu ke dalam Ring. Sedang asyik-asyiknya bermain terdengar ada yang memanggil..
“IFY...” Sontak Ify menoleh kearah asal suara tersebut. Terlihat Rio memanggil sambil berlari menghampirinya. Disamping Ify, debo hanya bungkam melihat kedatangan Rio yang daritadi menatapnya dengan sulit diartikan.
“Rio... ngapain mang..”
“bukan urusan lo. Fy lo sekarang ikut gue ke Ruangan ada yang mau diomongin” ujar Rio tanpa memperdulikan pertanyaan Debo –yang terpotong olehnya- sambil menarik tangan Ify paksa.
“Eh.. Eeee.. mau ngapain sih Rio” kata Ify heran sambil berusah melepaskan tangannya.
“eh nyantai dong Bro. Jangan maen kasar sama cewe” ujar Debo tak menerima(?). Rio mendelik tajam.
“gue bilang bukan urusan Lo. Dia tanggup jawab gue” jelas Rio dingin sambil berlalu Pergi tetap dengan tangan yang menggenggam tangan Ify. Debo hanya memilih diam, masih dengan menatap punggung dua makhluk tuhan yang meninngalkannya tadi.
“gue kenapa? Gue cemburu nih ceritanya? Haha” gumam Debo gaje(?).
Diperjalanan, ify hanya diam. Rio yang aneh akn sikap ify pun heran. “lo kenapa deh?”
“gapapa” “ehm.. Yoo?”
“hmm”
“lepasin tangan gue dong..” ujra Ify pelan namun Rio dapat mendengarnya. Refleks Rio melepasnya dan langsung memalingkan muka.
“Sorry, tadi gue Refleks” ujar Rio mengalibi(?). Ify hanya mendengus sebal. “dasar beruang kutub” batinnya.
Sesampainya di Ruangan Osis, terlihat ada Gabriel dengan sesosok wanita cantik berlesung pipit, hmm manis! Pikirnya.
“Permisi...”
“Eh Yo, Fy. Sin masuk! Kenalin nih Fy. Dia akan jadi penbimbing lo sementara.”
“Sivia Azizah”
“alyssa saufika”
“cantik, mirip sama Angel” ceplos Sivia. Gabriel, Ify, Rio sontak kaget. Bagaimana Sivia tau soal Angel? Pikir mereka.
Sadar akan keterkagetan Gabriel,Ify,Rio Sivia langsung mengalihkan arah pembicaraan. “oke Ify, mari kita mulai pembelajarannya” ujar sivia .
“emm.. oke. Dimana kak?”
“disini saja”
“oh oke kalo gitu gue sama Rio pamit dulu. Permisi” pamit Iyel seraya melangakah pergi bersama Rio.
“oke Fy, pertama kamu harus apalkan Buku sejarah, asal usul bagaimana sekolah SMA Nusantara ini terbentuk” suruh Sivia dingin sambil memberikan buku tebal yang tebalnya melebihi kamus besar bahasa indonesia *busetlebay-_-
Ify membuka mulutnya lebar.
“sebanyak ini kak?” ujar Ify tak terima.
“apakah masih kurang Alyssa?” jawab Sivia datar.
“eh..ee..enggak kok. Oke oke” Ify mengalah sambil menelan ludahnya “gila aja-_-“ batinnya.
“oke dua jam lagi saya akan kembali. Dan kamu harus bisa menjawab apa yang saya tanyakan nanti..” ujar Sivia santai, melihat ada siswi yang melewat sivia sontak memanggil “eh Hey kamu!” Siswi itu menoleh sambil berjalan mengahmpiri. “iya? Ada apa nona?’’
“tolong kalin jaga Alyssa. Jangan sampe kabur. Dia harus menghapal apa yang saya perintahkan tadi. Kalo ada apa-apa kalian yang akan bertanggung jawab” ujar Sivia lantas beranjak pergi.
“huaa... bundaaa... anakmu tersiksa.. masa harus ngapalin segini banyaknya. Dikasih waktu dua jam pula. Tadi pas kenalan aja baik banget eh taunya galak kayak macan” cerocos Ify seperti anak kecil, tak sadar Sisiwi tadi hanya menggeleng2kan kepalanya sambil terkekeh.
“Nona.. sebaiknya dihapal dari sekarang” ujar siswi yang satu itu ramah. Ify menoleh lalu mendengus pasrah.
“iyaaa. Eh jangan panggil Nona deh, kita seangkatan ini kan. Panggil aj gue Ify okaaay” ujra ify sambil tersenyum. Siswi tadi hanya membalas dengan anggukan sambil tersenyum ramah.
Sementara itu, Sivia berjalan menyusuri lorong sekolah yang nampak sepi. Hm mungkin sedang proses KBM kali ya, pikrnya. Setelah samapi ke tempat yang ia tuju, yaitu Ruangan yang diberikan khusus untuknya dia duduk sambil mengontrol pikrannya.
“Ngel, gue ketemu sama adik lo Ngel. Ify mirip banget sama Lo. Gue kangen lo ngel. Andai saja lo dulu nggak.. ah! Pokoknya gue akan cari Dia Ngel. Dia yang bikin Lo kayak gini. Gue janji” Tekadnya seperti sedang berbicar langsung terhadap Angel.
Di lain tempat, terlihat Agni,Shilla,Alvin, dan Cakka sedang berada di kantin. Yap, Istirahat sudah mulai beberapa menit yang lalu. Cakka hanya senyum2 sendiri ngeliat agni makan.
“apa lo liat2?” tanya Agni galak.
“eh enggak kok. Lo tambah manis aja deh” cengir Cakka.
“Basi Lo!” cibir Agni.
“eh beneran tau, lo seneng kek digombalin sama gue”
“najis amit2 lo kka”
“udah2 lo pada ribut mulu deh, ganggu aja tau!” Shilla menengahi.
“oh ngerti deh yang keganggu acaranya sama abang apin” ujar cakka Santai. Alvin mendelik lau menoyor Cakka. “Heh ndut kenapa jadi bawa2 gue” bantah Alvin.
“tau nih si cakka, orang keganggu acara makan gue kok bukan apa2” shilla memberi alasan(?) yang diangguki alvin.
“iyadeh orang ganteng ngalah” shilla, Alvin, Agni tak menanggapi. Mereka udah terbiasa kalo cakka narsisnya kumat harus didiemin biar dia cape sendiri haha.
***
Ify daritadi mencak mencak sendiri. Dia baru sebagian hafal isi dari buku pendalaman tadi.
“huaaaaaaa mumet mumet, kepala gue bisa bocor lama2” cerca Ify. Namun tiba2 saja ide briliant pun muncul. Segera ify merogoh tasnya dan mengambil sebuah pulpen. Lantas di segera menulis isi buku sebagian lagi belum hafal di telapak tangannya. *emang cukup? Cukupin aja. Gausah ribet:-p #abaikan-_-
Tak selang beberapa menit, sivia datang dan langsung mengahampiri Ify. “Bagaimana Ify sudah Siap?” Ify menoleh lalu mengangguk pasrah.
Mungkin dewi Fortuna belum berpihak padanya, Pada pertanyaan terakhir Ify tidak bisa menjawab, dia lupa. Ify hanya bisa menggigit bibirnya. Sivia berbalik menghampiri siswa yang menjaga Ify tadi.
“kamu tidak bisa menjaga Alyssa dengan Baik” Ujar sivia dingin. “mana tangan kamu” Siswi tadi menyodorkan tangannya pasrah sambil menunduk pasrah. Sivia mengambil penggaris dan bersiap2 memberikan hukuman kepada siswi tadi namun dapat di cegah oleh Ify.
“Eh Tunggu!” ify refeks memegang tangan sivia dan kaget juga melhat tangannya. “oh iya, gue lupa! Contekan tadi” batin Ify.
“kenapa Alyssa?” tanya Sivia.
“saya mungkin bisa menjawab pertanyaan tadi” jawab Ify mantab. Siswi tadi hanya tersenyum.
****
Sepulang Sekolah
“heh” sadar panggilan tadi untukknya Ify menoleh. Dilihatnya Rio berjalan menghampirinya.
“nama gue IFY bukan Heh” cibir Ify.
“giamana tadi pendalamannya?” tanya Rio tanpa memperdulikan cibiran Ify tadi. Ify mendengus. “huftt, baru beberapa hari aja gue udah cape” keluh Ify. “gue disini kayak di penjara di neraka” lanjutnya.
“jangan asal ngomong, lo belum terbiasa aja” jawab Rio. “Eh iya, nih buat lo” rio merogoh sakunya dan memberikan Ify sebuah Permen. Ify mengerutkan keningnya sambil menerimanya.
“tumben baik. Makasih deh” ujar ify sambil mengambil permen tersebut.
“itu dari temen gue, Debo” ujar Rio cepat.
“oh dari dia, yaudah deh gue cabut ucapan terima kasih gue tadi” ujar Ify Santai.
“nggak butuh juga” kata Rio dingin sambil berjalan terlebih dahulu.
“ih dasar beruang kutub!” gumam Ify lantas melanjutkan perjalanannya menuju mobil.
***
Sivia sedang membereskan berkas2 di ruangannya sampai sebuah ketukan pintu menghentikan aktivitasnya.
“permisi”
“Silahkan Masuk” ujar Sivia. Tak lama seorang laki-laki masuk dan mengahampirinya. Sivia tercekat, darahnya seakan berhenti mengalir, dadanya tiba-tiba sesak. Namun dia berusaha biasa.
“Maaf mengganggu, ini ada berkas dari MPK buat lo tandatanganin” ujar laki-laki itu. “oh iya kenalin, Gue Riko menjabat di Sekbid4” lanjutnya sambil mengulurkan tangannya. Sivia membalasnya dengan gugup. Riko tersenyum “oke gue pamit dulu” Riko beranjak pergi.
Sivia terduduk lemas. Ingatannya kembali ke kejadian kelam dulu. “dia..dia...arghhh gatau! Gue mau pulang” Sivia langsung membawa tas nya dan lantas keluar.
Diperjalanan, Sivia terus melamun. Pikirannya bercampur dan tak sengaja dia menubruk seseorang.
“Eh maaf” ujar sivia merasa bersalah, dilihatnya seorang wanita dihadapannya. Hatinya kembali sesak, rasanya sulit bernapas.
“gapapa, eh lo yang pindahan dari jerman itu yaa. Ohiya kenalin gue Zevana sekbid4” ujar wanita tadi yang ternyata adalah Zevana. Sivia diam sambil membalas uluran tangan Zevana.
“Sivia, Siva Azizah. Ohiya, gue duluan yaa” ujar Sivia gugup. Zevana hanya menatapnya heran. “aneh..” pikirnya.
Sivia bergegas masuk ke dalam mobil Jazz putih miliknya dan beranjak pergi. Diperjalanan sivi sedang mengatur pikirannya yang tak menentu. “Ngel.. Gue ketemu mereka.. Gue harus gimana?..” Lirihnya.
“dan gue ngerasa Antonio gue hadir. Gabriel? Apa mungkin dia?...”
***
Rio telah Sampai di rumahnya, terlihat kakaknya. Dayat yang umurnya beda 1 tahun darinya sedang menonton TV.
“Eh halooooo adikku paling ganteng tapi masih gantengan gue hehe” ujar Dayat narsis-_-
“kak dayat? Kapan lo pulang dari Singapore?” tanya Rio antusias
“tadi pas lo berangakat sekolah, gue pulang. Kesel deh di rumah gaada siapa2” keluh dayat seperti anak kecil. Rio terkekeh. “eh gimana Sekolahnya? Katanya wakilketua udah ketemu? Kalo gasalah namanya emm. Alsa eh All em..” cerocos dayat sesat berpikir keras.
“Alyssa! Just call Ify, ribet deh” jawab Rio cepat
“Nah itu, cantik ya orangnya?”
“apasih lo kak” Rio ngeles.
“alah adik gue kayaknya lagi jatuh cinta nih haha, eh yang lagi di Aussie udah lupa nih ceritanya?” ledek Dayat. Rio terdiam lalu menggeleng. “gatau.. hati gue masih buat dia atau enggak, hmm maybe i’m still waiting For Her” ujar rio pelan. Dayat hanya tersenyum sambil merangkul adik tersayangnya itu.
“udahlah, kenapa jadi melow gini sih, masa gue baru pulang lo udah manyun aja. Main PS yuk!” ajak Dayat yang diangguki Rio. Mereke pun beranjak menuju ke kamar Rio. Di sela perjalanan dayat berbicara “eh tapi wakil lo itu manis deh asli, cocok banget sama lo” Rio menoleh sambil tersenyum.
Dayat, kakak Rio yang satu ini emang selalu bisa mengerti tentangnya, bisa menebak apa yang sedang mengganjal di hati dan pikirannya. Kalian tahu? Dulu dayat sekolah di SMU Nusantara juga, namun di memutuskan pindah ke Singapore dan memilih SMU dan Kuliah disana. Dayat Pindah karena 2 sahabat yang disayangnya telah pergi, yang satu meninggal dan yang satu lagi menghilang. Yap, sejak kejadian itu.. Rio pun tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, dia hanya memilih diam. Alasan yang tak logis kan? Ah Yang penting, kakak tersayangnya ini selau ada untukknya.
***
Sivia sedang melamun dikamarnya. Menenangkan hati dan pikirannya. Dia menoleh ke laci meja belajarnya, membuka, dan mengambil sebuah kotak musik. Bukan sekedar kotak musik, namun benda ini berharga untuknya, penenang hatinya.
Spesial For My Cleopatra..
JRENGGGG.. *anggap suara gitar:-p*
This is How I Feel
Whenever I'm With you
Everything is all about you
To Good To Be True..
Somehow I just can believe
You can Lie Your Eyes On Me
If this is a Fairytale
I wish you will and Happily
Eventhought We are apart
I can Feel You here next to me Here and I,
I would Love Stay With Me..
Let me Love you
With all My Heart
You are the One for me
You are the Land and My Soul
Let me Hold you With My Arms
I Wanna feel Love again
I Wanna feel Love again
I Wanna feel Love again
And I Know, love is you..
From secret admirer, Your Antonius
Kotak musik itu berhenti. Sivia tersenyum “seandainya lo ada disini gue pasti tenang dan nyaman, antoniusku” lirihnya.
Tok..Tok..Tok...
“Via..” terlihat mamanya masuk sambil mendekati putrinya ini.
“Eh iya ma?”
“Gini,,soal perjodohan kamu..”
“udahlah ma, gausah ngebahas itu. Lagian via udah bilang gamau kan” ujar sivia kesal.
“tapi papamu akan..”
“oke cukup ma, udah jangan pikirin dulu kayak gini. Via cape mau tidur”
“yasudah, mama keluar dulu ya sayang..” ujar mamanya pasrah sambil mencium kening anak tersayangnya itu. Sivia mengangguk lalu menyimpan kotaknya dan beranjak tidur.
Bersambung:-p
Debo Ify? Rio Ify?
Gimana sama Agni, Shilla, Cakka, alvin?
Eh emang yang lagi ditungguin Rio siapa yang di Aussie? Hayooo siapa hayoo_-_
Hmm.. Cleopatra? Antonius?
Oh iya emang kejadian beberapa tahun lalu itu gimana? Menyangkut Angel? Sivia?
Sivia kayaknya menemukan apa yang ia cari #kode :p
Eh udah ah kok jadi gue yang banyak tanya ya mueheheh
Tambah jelek yaa? Pendek? Sorry emang otak saya ya segini(?) idenya juga biasa2 aja-_-
Maklum pemula._.
Okaaay guyss Kritik dan sarannya jangan lupa yaaJ
Thankyouuuuuuuuuuuuuu;--)
Love Generation Part 2
LOVE GENERATION PART 2
“LO??????” ujar ify dan pemuda itu bersamaan.
“eh” reflek ify dan pemuda itu bersamaan ‘lagi’
“kalian udah saling kenal?” tanya cakka.
“ehm.. engga eh belum” ujar Ify jadi gugup, dia masih syok(?).
“oh jadi ini Princess SMU Nusantara yang dicari-cari. Kenalin gue Mario Stevano panggila aja RIO” ujar pemuda tadi yang ternyata dia adalah Rio –pemuda yang dulu pernah nabrak sepeda ify- sambil senyum yang sulit diartikan.
“ohia. Gue Alyssa Saufika panggil aja Ify” jawab Ify seraya membalas senyumnya yang –agak kepaksa-
“oke semuanya sekarang siap-siap semuanya. Sekitar 3 jam lagi acara Peresmian Waketos akan dimulai di Aula. Persiapkanlah baik-baik” Ujar Gabriel memberikan pengunguman. Staf2 Osis pun berhamburan.
Ify mengannguk mantab. Tak tau apa yang harus dilakukannya saat ini, dia memilih duduk santai. Dilihatnya Shilla dan Agni menghampirinya.
“Fy, yuk kita ke ruangan Lo. Gue tadi disuruh buat jagain lo dulu sementara buat nyiapin konperensi pers entar”
“sekarang?’” tanya Ify oot_-_
“taun depan, ya sekarang lah Nona Alyssa” jawab agni terkekeh. Ify hanya membalasnya dengan tersenyum kikuk. Mereka pun berangkat menuju Ruangan Ify.
Di Perjalanan menuju ruangannya. Mereka Bertemu dengan Rio dkk. Dilihatnya Rio menapanya dengan ekspresi wajarh datar. Sesaat Rio berjalan menghampiri sambil berbisik “Urusan Kita belum selesai Nona..”
Ify terdiam. “mapus gue!” umpatnya dalam hati. Setelah Rio dkk menghilang di tikungan, Shilla Agni menatap Ify heran.
“Fy, tadi Rio ngomong apaan?” tanya Agni heran.
“gatau, gapenting juga” jawab Ify cuek. Agni Shilla hanya bungkam tak banyak bertanya lebih banyak lagi.
******
Tepat Pukul 11.30 Acara dimulai. Terlihat banyak Wartawan dari berbagai macam stasiun sedang sibuk menyiapkan alatnya masing masing(?). disana namapak ramai oleh staf-sataf Osis, Para Guru, Perwakilan murid dan yang lainnya. Ify nampak tersenyum miris saat dia ingat dia harus duduk dekat dengan orang yang tak ingin dia temui, yap, Rio.
Acara Berlangsung Ramai dan Apik. Banyak hal2 yang ditanyakan oleh Para wartawan ataupun sisiswa2 lain. Ify dan Rio menjawab apa adanya. Dilihat disamping kiri nya terdapat Rio sedang tersenyum menanggapi pembicaraan orang2 tentang dirinya ataupun Ify. “senyuman itu nyebelin dimata gue, beruang kutub”.
Sadar ada yang memperhatikannya Rio menoleh, ify kaget, diapun memaligkan mukanya.
“gue tau gue ganteng, jangan diliatin kayak gitu dong, takut gue jadinya” Ujar Rio narsis tapi tetap pada nada bicaranya yang datar(?)
“pede gila lo!” ujar ify mendelik.
“heh kita tuh lagi didepan umum, didepan banyak orang, lo Senyum manis dikit ke, meski gaada manis2 nya sih” Ify yang mendengar tuttur Rio pun jadi Kesal sendiri tapi tak lama dia pun memberikan seulsh senyum nya.
“kampret nih orang, sabar Fy sabar. Jangan diladenin” umpat Ify dalam hati.
“yo, gue kebelet pipis” reflek Ify tiba-tiba. Rio menoleh “kenapa ngomong sama gue, ke toilet lah”
Tak berapa lama stelah Ify pamit dia pun langsung melesat menuju Toilet.
Di Toilet, Bukannya Ify melaksanakan tujuannya datang kesini melainkan dia malah mencak-mencak sendiri.
“yaalloh mimpi apa gue semalem ketemu sama dia lagi”
“tuh orang nyebelin banget. Udah item, cungkrim, ngeselin, idup lagi-_- yaalloh hilangkan dia dari dunia ini(?)”
Dan masih banyak lagi gumaman Ify tentang Rio.
TOK.. TOK.. TOK
Terdengar pintu Toilet ada yang mengetuk. Ify mendengus. Kegiatannya diganggu-_-
“bentar”
TOK.. TOK.. TOK..
“bentar..”
TOK..TOK..TOK..
Ify Kesal. Dengan malasnya dia membuka pintu.
“bisa Sabaran dik..” sebelum menyelesaikan omongannya, Ify Cengo terlihat Rio ada dihadapannya.
“Heh ngapain Lo disini? Mu ngintip gue Lo hah? Dasar Gila jangan mentang2 lo ketos disini seenaknya aja masuk toilet Cewek” Ify nyerocos
“Yatuhan... kenapa gue dipertemukan dengan orang bego kayak gini sih Tuhan” Ujar Rio mengeluh(?)
“kampret Lo pesek, gue ga bego”
“eh apa lu cungkring, ngatain gue pesek”
“bodo amat. FAKTA”
“ck! Bego...”
“bego apaan sih Sek?
“ehm.. Oke dengerin gue baik baik ya King. Lo sekarang pergi keluar trus liat Papan diatas Pintu. Dan Pasti disana ada tuliasan “TOILET PRIA”. Dan plis, sekarang lo mau gimana? Diluar banyak Paparazi. Entar ada gosip terhangat “Princess SMU Nusantara Nyungseb di Toilet Cowok”. Dan gue pasti Ga Bisa Bantuin Lo. “
Ify menelan ludahnya. Nampak ia langsung berpikir keras bagaimana cara dia keluar dari sini. Namun, tatapannya terhenti pada sebuah jendela kecil dan akhirnya dia mendapatkan sebuah Ide. Rio yang sedari tadi memperhatikan Ify melihat ke arah pandang Ify.
“jangan bilang lo mau lewat jendela” ujar rio seraya membaca pikiran Ify.
“Gaada jalan lain. Gue mau Naik dan LO jangan ngintip. Gue bogem deh lo”
“najis amit2. Gue ga napsu sama lo, mumpung gue ganteng, gue doain deh biar selamet” ujar Rio.
Ify mendelik kesal. Tanpa bas-basi dia langsung menjalankan aksinya(?). Yap, dengan cepat dia sudah berada di jendela(?). begitu dia Melompat. Dan apa yang tejadi?
BRUGGGGGGHHH..
Ify terjatuh. Namun dilihatnya ada seorana pemuda yang menjadi korban aksinya Ify(?). Ify segera bangkit dengan wajah kikuk samabil mengulurkan tangannya yang berniat membantu sang korban.
“yaampun, Sorry Sorry Gue ga sengaja. Sorry banget” ujra Ify.
Laki laki itu hanya tersenyum samabil berkata “gapapa kok”
“oh oke, beneran gapapa? yaudah gue duluan yaa. Sekali lagi maaf” ujar Ify sambil beranjak meninggalkan si Korban tadi(?).
Pemuda tadi hanya menatap punggung Ify yang semakin menjauh. Tak lama terukir sebuah senyuman di bibirnya “Manis..” lirihnya.
***
Tak lama Ify pun kembali ke Aula, dilihatnya Rio sudah berada disana.
“sialan tuh anak. Pura2 ga ada apa2 lagi” umpat Ify kesal. Ify pun langsung masuk dan bersikap seperti biasa lagi. Acara pun Berjalan dengan lancar.
Pulang Sekolah..
Ify sedang berbaring di kasur bercorak doramon miliknya. Tenaganya dikuras hari ini, Capek Lelah itu yang diraskannya.
“Fy..” terlihat mamanya masuk kemudian duduk disamping ify. “gimana sekolahnya? Sukses?”
“sukses kok Bunda. Tapi.. Capek. Ehiya dan satu lagi, Ify ketemu orang yang ngeselinnya minta ampun” Keluh Ify sambil memeluk Boneka Doraemonnya. Bunda Ify hanya tersenum sambil mengelus rambut Ify “Sabar ya sayang, ini mungkin Takdir kamu, yaudah sekarang istirahat dulu” Ujar Bunda ify seraya mencium anak kesayangannya itu.
****
Keesokan Harinya..
Seperti Biasa Ify dijemput oleh Supir pribadinya di sekolah namun mungkin mobil sekarang tak sebanyak hari kemarin. Dan pada saat membuka pntu mobil, ify kaget, terdapat Rio sedang asik mendengarkan mp3 yang headseat tegantung di telinganya.
“Heh! Lo ngapain disini?” ujar Ify galak. Yang ditanya hanya menoleh sebentar lalu menjalankan aktivitasnya kembali. Ify mendengus. “Pak Kenapa saya harus semobil sama dia sih Pak?” tanya Ify ke supir_-_
“ehm, ini sudah peraturan dari Sekolah Nona” jawab si supir.
“yaudah deh Pak, Jalan” ify mengalah(?).
Dalam perjalanan menuju sekolah, Ify terlihat kesal sendiri. Dilihatnya Rio yang daritadi tidak sama sekali mendengarkan perkataan Ify.
“heh bisa ga sih dengerin gue sekali aja, Beruang Kutub” Ify mengeluh. Namun Rio tetap tak merespon. Dari ekor matanya, Rio memperhatikan setiap celotehan gadis manis itu terhadap dirinya. Bukan hanya celotehannya namun juga setiap lekukan manis di wajah tirus itu. “manis juga..” pikirnya. Sesaat Rio menggeleng2kan kepalanya “eh gue tadi ngomong apa sih, sadar yo sadar..” gumamnya dalam hati.
Sadar akan anehnya tingkah Rio, Ify menatapnya heran, yang ditatap malah memalingkan muka. Ify kembali mendengus dan mengalihkan pandangannya ke luar jendela, tiba-tiba..
“ehm, Bertenti Pak, Stop dulu” suruh Ify. Mobil pun berhenti, Ify segera berlari kecil keluar. Yap, Ify berlari menuju Penjual Es krim. (yaalloh Py lo makan es krim pagi2-__-). Tak berapa lama Ify kembali kedalam mobil sambil menenteng Eskrim Strawberry nya.
“jalan Pak” ujar Ify.
“lo ngapain coba. Entar kalo telat gimana” cerca Rio sebal. Ify tak menanggapinya, dia malah asyik melahap Eskrimnya .
“Lo suka es krim Strawberry?” tanya Rio tiba2. Ify menoleh heran lalu mengangguk cepat.
“suka banget. Lo tau? Strawberry itu bermakna buat gue. Warna Merah muda melambangkan kasih Sayang dan bintik bintik kecilnya melambangkan buat semua orang pasti bisa merasakannya. Kasih sayang yang tak terhingga..”. Rio menatap Ify takjub.
“ehm, kalo cappucino?”
“cappucino? Ehm, menurut gue cappucino itu melambangkan Kesunyian. Yap, kesunyian dalam hatinya” jawab Ify lagi.
Rio terdiam sejenak. “oh lo jago juga masalah begituan” ujar Rio sambil tersenyum. Ify Specchless melihatnya “ Gue dapet! Gue udah liat senyuman mautnya, Yatuhan hati gue kenapaaaa...” batin Ify bimbang..
****
Di Sekolah
Gabriel sedang sibuk mencari sosok teman2nya. “ergh,, itu kacrut kacrut pada kemana lagi” ujarnya yang sekarang berada di taman halaman depan sekolahnya. Saat berbalik tak sengaja dia menubruk seorang wanita.
“eh maaf. Maaf gue ga sengaja” ujar Gabriel spontan.
“gapapa kok” si wanita berbalik dan Hening... mereka terdiam, larut akan pikirannya masing2>
“eh maaf kok gue baru liat Lo disini, anak baru ya?” Gabriel berusaha memecah keheningan.
“ehiya, Gue Sivia Azizah. Panggil aja Via. Gue pindahan dari Jerman yang di utus buat ngebimbing Staf Ossis disini. Dan kayaknya kita seumuran” Ujar Si cewe tersebut yang ternyata adalah Sivia, gadis manis berlensung pipi.
“Oh jadi elo orangnya. Kenalin, Gue Gabriel Stevent panggil aja Iyel menjabat sebagai Ketua MPK disini. Dan sekarang ayo ikut Gue” ujar Gabriel Ramah. Sivia mengangguk sambil tersenyum.
“Ya Tuhan, kenapa gue jadi inget dia! Cleopatra ku..” batin Iyel. Iyel menggeleng pelan. Kemudian mereka pergi menuju Ruang Kepsek.
***
Ify, Shilla, Agni sedang berjalan2 mengelilingi sekolh. Yah, itung2 sosialisasi buat Ify, begitu pikirnya. Dan tak sengaja Ify menubruk seserang.
“yaampun. Eh maaf Nona saya nggak sengaja” ujar cewek itu menunduk.
“ehiya gapapa kok nyantai aja kali. Eh iya jangan panggil gue nona dong. Berasa gimana gitu, panggil Ify aja okey. Nama lo siapa? “ ujar Ify sambil mengulurkan tangannya.
“eh iya baik Non eh Ify hehe. Nama gue Oik kelas XI-IPA3” oik mebalas uluran tangan ify.
“ini Shilla dan ini Agni, oke sekarang kita temenan” kata Ify sambil memperkenalkan Teman2nya. Tak terasa Oik sudah mulai akrab bersama Ify, Shilla, Agni. Mereka sekarang tengah berada di dekat lapangan Basket. Dan tak dapat di duga..
DUKKKKK..
“awww” peik Ify. Sebuah bola basket mengenai kepalanya.
“eh Sorry ya Sorry Banget” ujar seseorang. Dan pada saat Ify menoleh, dia Kaget.
“Debo!!” kata Agni, Shilla bersamaan. Yang dipanggil hanya nyegir kuda dan pandanngannya beralih pada sang korban.
“oh iya lo kan yang dulu manj.sdsdsgffsdgsghdhsf” ify mendekap mulut debo.
“eh guys, kalian duluan aja. Gue ada urusan bentar” kata Ify sambil tetap mendekap dan menyeret debo untuk pergi-_-
Setelah sampai di tempat yang aman Ify melepaskan tangannya. Terlihat debo mengatur napasnya.
“Lo kenapa?” tanya Ify Polos.
“anjir! Gue hampir mati gara2 di bekep sama lo tau! Sesek banget gue iuhhh” ujar debo kesakian(?).
“hehehe sorry deh. Repleks tadi. Lagian lo juga. Yang pas gue manjat di jendele WC dulu jangan di umbar2 malu tau”
“yee tapi ga sampe ngebunuh gue juga kali”
“hehe maaf deh”
“permintaan maaf lo gue tolak, sebelum lo maen basket sam gue”
“siapa takut!”
Dan siapa yang tau bahwa dari tadi ada sosok wanita yang secara seksama memerhatikan mereka. “De, jadi lo suka ya sama dia” lirihnya dalam hati..
Dan dari arah lain terdengar suara yang memanggilnya. “ IFY...”
BERSAMBUNG :p
Gimana? Makin jelek yaa? -_-
Alshill sama Cagni nya gaada yaaa hehe maaf yaa insyaalloh next partnya ada :p
Ohiya. Siapa yaa Cleopatra nya Gabriel? Siapa yang suka sama Debo? Ehmm Ify jangan2 ada something nih sama si pesek *eh Rio maksudnya wkwkwk
Yaudah. Like dan Commentnya ditunggu yaaaaaa. Butuh saran nih-,,,,,,-
Ohiyaa yang mau lebih kenal sama saya yok kita kenalan(?) tapi di wall aja itu juga kalo pada mau temenan sama gue hukss:’)
Sebelumnya, Thankyouuuuuuuuu :--)
Langganan:
Komentar (Atom)